<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Analisa Desain &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<atom:link href="https://ceritahosting.com/category/analisa-desain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<description>Cerita Teknologi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Aug 2021 04:08:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.15</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-8437175d-f20a-4d92-9289-8b4d42b92879_200x200.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Analisa Desain &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175363151</site>	<item>
		<title>MDLC(Multimedia Development Life Cycle):Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/08/09/mdlcmultimedia-development-life-cyclemetode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/08/09/mdlcmultimedia-development-life-cyclemetode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2021 04:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Berorientasi Object]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[Basis data]]></category>
		<category><![CDATA[Handy Noviyarto]]></category>
		<category><![CDATA[MDLC]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Penelitan aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Multimedia Design Life Cycle]]></category>
		<category><![CDATA[perancangan basis data]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan ABO]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan SIM]]></category>
		<category><![CDATA[SDLC]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1222</guid>

					<description><![CDATA[<p>  MDLC(Multimedia Development Life Cycle): (Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi)   Pengantar Bagi Konsultan IT, Praktisi IT, Team Development Aplikasi, tidak mudah untuk memilih atau memutuskan metodologi apa yang akan digunakan di dalam pembangunan/pemgembangan aplikasi system informasi di sebuah perusahaan atau software yang akan di implementasikan. Khusus terkait Aplikasi yang berkaitan dengan multimedia, MDLC [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/09/mdlcmultimedia-development-life-cyclemetode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/">MDLC(Multimedia Development Life Cycle):Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Times New Roman; font-size:24pt"><strong>MDLC(Multimedia Development Life Cycle):<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Times New Roman; font-size:24pt"><strong>(Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi)<br />
</strong></span></p>
<p>
 </p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt; text-decoration:underline"><strong>Pengantar</strong></span>
	</p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt">Bagi Konsultan IT, Praktisi IT, Team Development Aplikasi, tidak mudah untuk memilih atau memutuskan metodologi apa yang akan digunakan di dalam pembangunan/pemgembangan aplikasi system informasi di sebuah perusahaan atau software yang akan di implementasikan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt">Khusus terkait Aplikasi yang berkaitan dengan multimedia, MDLC saat ini banyak digunakan pada penelitian terkait aplikasi multimedia atau mobile aplikasi, disamping metode SDLC(System Development Life Cycle) yang sudah umum digunakan di dalam pembangunan dan pengembangan Aplikasi saat ini.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><span style="text-decoration:underline"><strong>Menurut Riyanto &amp; Singgih, (2015),</strong></span> MDLC <em>(Multimedia DevelopmentLife Cycle</em>) merupakan metode pengembangan system yang cocok untuk pengembangan system berbasis multimedia. <em>Multimedia Development Life Cycle </em>terdiri dari enam tahap, yaitu<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">1<strong>. Tahap pengonsepan (<em>concept</em>),<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>2. Perancangan (<em>design</em>),<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>3. Pengumpulan bahan <em>(material collecting</em>),<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>4. Pembuatan (<em>assembly</em>),<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>5. Pengujian <em>(testing</em>) dan<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>6. Pendistribusian <em>(distribution</em>)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/08/080921_0405_MDLCMultime1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/>
	</p>
<p style="text-align: justify">1<strong>. <span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><em>Concept</em></span></strong><em><br />
		</em><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">(Tahap untuk menentukan tujuan dan siapa pengguna program). Tahap  pengonsepan (<em>Concept</em>) adalah tahap untuk menentukan tujuan dan kepada siapa <em>multimedia </em>di tujukan <em>(audiens identification</em>). Selain itu menentukan jenis aplikasi (presentasi, interaktif, dan lain-lain) dan tujuan aplikasi (hiburan, pembelajaran, dan lain-lain). Dasar aturan untuk perancangan juga ditentukan pada tahap ini misalnya ukuran, target. <em>Output </em>dari tahap ini biasanya berupa dokumen yang bersifat <em>naratif </em>untuk mengungkapkan tujuan proyek yang ingin di capai.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><span style="font-family:Times New Roman"><strong>2</strong></span><span style="font-family:Arial"><strong>. <em>Design</em></strong><em><br />
				</em>(Tahap pembuatan spesifikasi mengenai <em>arsitektur </em>proyek,gaya, tampilan, dan kebutuhan material/bahan untuk proyek). Perancangan <em>(design</em>) adalah tahap pembuatan spesifikasi meliputi <em>arsitektur </em>proyek, gaya, tampilan dan kebutuhan material atau bahan untuk program. Spesifikasi dibuat serinci mungkin sehingga pada tahap berikutnya yaitu <em>material collecting </em>dan <em>assembly</em>, pengambilan keputusan baru tidak diperlukan lagi, cukup ini biasanya menggunakan <em>storyboard </em>untuk menggambarkan deskripsi tiap <em>scene </em></span><span style="font-family:Times New Roman">dengan mencantumkan semua obyek <em>multimedia</em>.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify">
 </p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><span style="font-family:Times New Roman"><strong>3. </strong></span><span style="font-family:Arial"><em><strong>Material Collecting</strong><br />
				</em>(Tahap pengumpulan bahan yang sesuai dengan kebutuhan yang dikerjakan). Pengumpulan materi adalah tahap pengumpulan bahan yang sesuai dengan kebutuhan yang dikerjakan. Bahan-bahan tersebut antara lain seperti <em>clip-art, graphic</em>, animasi, video, <em>audito</em>. Tahap ini dapat dikerjakan secara <em>parallel </em>dengan tahap <em>assembly</em>. Namun dapat juga tahap <em>material collecting </em>dan tahap <em>assembly </em>akan dikerjakan secara linear dan tidak parallel.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify">
 </p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><span style="font-family:Times New Roman"><strong>4</strong></span><span style="font-family:Arial"><strong>. <em>Assembly</em></strong><em><br />
				</em>(Tahap Pembuatan). Tahap <em>assembly </em>adalah tahap pembuatan semua obyek atau bahan multimedia dibuat. Pembuatan proyek didasarkan pada tahap <em>design</em>. seperti <em>storyboard, </em>bagan alir atau struktur navigasi.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align: justify">
 </p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>5. <em>Testing</em></strong><em><br />
			</em>(Tahap Pengujian). Dilakukan setelah selesai tahap pembuatan (<em>assembly</em>) dengan menjalankan proyek apakah ada kesalahan atau tidak. Tahap ini disebut sebagai tahap pengujian <em>alpha </em>(<em>alpha test</em>) dimana pengujian dilakukan oleh pembuat, Fungsi dari<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">tahap ini adalah melihat hasil pembuatan proyek apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak, maka akan dibuat tabel pengujian untuk menguji kriteria proyek tersebut (Irawan, Laurin, &amp; Suherman, 2015).<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
 </p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial"><span style="font-size:12pt"><strong>6. <em>Distribution</em></strong><em><br />
				</em>(Proyek akan disimpan dalam sebuah media penyimpanan). Pada tahap ini proyek akan disimpan dalam suatu media penyimpanan. Jika media penyimpanan tidak cukup menampung proyeknya makan kompresi terhadap proyek itu akan dilakukan. Tahap ini juga dapat disebut sebagai tahap evaluasi untuk pengembangan produk yang sudah jadi supaya menjadi lebih baik. Hasil evaluasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk tahap <em>concept </em>pada produk selanjutnya.</span><br />
		</span></p>
<p style="text-align: justify">
 </p>
<p style="text-align: justify">Sumber:
</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:8pt">Juleon, Perancangan Media Pembelajaran Videoscribe Sastra Indonesia Dengan Menggunakan Metode MDLC,<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:8pt">2018,UIB. Repository@2018<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:8pt">Perbandingan Metode Pengembangan Perangkat Lunak Multimedia Iwan Binanto Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta iwan@usd.ac.id</span>
			</div>
</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/09/mdlcmultimedia-development-life-cyclemetode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/">MDLC(Multimedia Development Life Cycle):Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/08/09/mdlcmultimedia-development-life-cyclemetode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA MENENTUKAN VARIABLE PADA TABLE DATABASE</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/08/05/bagaimana-menentukan-variable-pada-table-database/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/08/05/bagaimana-menentukan-variable-pada-table-database/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2021 04:17:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Berorientasi Object]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[Char]]></category>
		<category><![CDATA[MYSQL]]></category>
		<category><![CDATA[perancangan basis data]]></category>
		<category><![CDATA[Primary key]]></category>
		<category><![CDATA[SQL]]></category>
		<category><![CDATA[Varchar]]></category>
		<category><![CDATA[Variable database]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1219</guid>

					<description><![CDATA[<p>  PERANCANGAN BASIS DATA BAGAIMANA MENENTUKAN VARIABLE PADA TABLE DATABASE   Pada saat design table pada saat perancangan basis data, kita akan di hadapkan bagaimana type data yang sesuai untuk design table . Penentuan Nama atribut, type data dan Panjang(length) di tentukan juga Database yang akan digunakan. Untuk mempermudah para developer atau mahasiswa saat design [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/05/bagaimana-menentukan-variable-pada-table-database/">BAGAIMANA MENENTUKAN VARIABLE PADA TABLE DATABASE</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>PERANCANGAN BASIS DATA<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>BAGAIMANA MENENTUKAN VARIABLE PADA TABLE DATABASE<br />
</strong></span></p>
<p>
 </p>
<p>Pada saat design table pada saat perancangan basis data, kita akan di hadapkan bagaimana type data yang sesuai untuk design table . Penentuan Nama atribut, type data dan Panjang(length) di tentukan juga Database yang akan digunakan.
</p>
<p>Untuk mempermudah para developer atau mahasiswa saat design table database, berikut kami buatkan contoh. Pada bahasan kali ini akan dibahas Type Variable pada My SQL.
</p>
<p>Selamat Belajar.
</p>
<p><strong>Model-1<br />
</strong></p>
<p><strong>Menggunakan MYSQL<br />
</strong></p>
<p style="background: white">
 </p>
<p style="background: white"><span style="color:black"><span style="font-family:Times New Roman; font-size:12pt">1. Tipe data untuk bilangan</span><span style="color:#222222; font-family:Georgia; font-size:10pt"><br />
			</span></span></p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse; background: white" border="0">
<colgroup>
<col style="width:31px"/>
<col style="width:128px"/>
<col style="width:433px"/></colgroup>
<tbody valign="top">
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">No</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p style="text-align: center"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Tipe Data</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p style="text-align: center"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Keterangan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">1.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">TINYINT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 1 byte. Bilangan bulat terkecil,<br />dengan jangkauan untuk bilangan bertanda -128 sampai dengan 127 dan untuk<br />yang tidak bertanda 0 sampai dengan 255. Bilangan tak bertanda ditandai<br />dengan kata UNSIGNED</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">2.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">SMALLINT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 2 byte. Bilangan bulat dengan<br />jangkauan untuk bilangan bertanda -32768 sampai dengan 32767 dan untuk yang<br />tidak bertanda 0 sampai dengan 65535</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">3.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">MEDIUMINT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 3 byte. Bilangan bulat dengan<br />jangkauan untuk bilangan bertanda -8388608 sampai dengan 8388607 dan untuk<br />yang tidak bertanda 0 sampai dengan 16777215</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">4.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">INT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 4 byte. Bilangan bulat dengan<br />jangkauan untuk bilangan bertanda -2147483648 sampai dengan 2147483647 dan<br />untuk yang tidak bertanda 0 sampai dengan 4294967295</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">5.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">INTEGER</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Sama dengan INT.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">6.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">BIGINT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 8 byte. Bilangan bulat dengan<br />jangkauan untuk bilangan bertanda -9223372036854775808 sampai dengan<br />9223372036854775807 dan untuk yang tidak bertanda 0 sampai dengan<br />184467440737079551615</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">7.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">FLOAT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 4 byte. Biilangan pecahan.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">8.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">DOUBLE</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 8 byte. Bilangan pecahan.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">9.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">DOUBLE PRECISION</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 8 byte. Bilangan pecahan berpresisi<br />ganda.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">10.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">REAL</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 8 byte. Sinonim dari DOUBLE.</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">11.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">DECIMAL(M,D)</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran M byte. Bilangan pecahan. Misalnya<br />DECIMAL(5,2) dapat digunakan untuk menyimpan bilangan -99,99 sampai dengan<br />99,99</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">12.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">NUMERIC(M,D)</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran M byte. Sama dengan Decimal.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="background: white">
 </p>
<p style="background: white">
 </p>
<p style="background: white"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">2. Tipe data untuk tanggal dan jam<span style="color:#222222"><br />
			</span></span></p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse; background: white" border="0">
<colgroup>
<col style="width:31px"/>
<col style="width:128px"/>
<col style="width:433px"/></colgroup>
<tbody valign="top">
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">No</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p style="text-align: center"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Tipe<br />Data</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p style="text-align: center"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Keterangan</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">1.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">DATETIME</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 8 byte. Kombinasi tanggal dan jam<br />dengan jangkauan dari &#8216;1000-01-01 00:00:00&#8217; sampai dengan &#8216;9999-12-31<br />23:59:59&#8242;</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">2.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">DATE</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 8 byte. Kombinasi tanggal dan jam<br />dengan jangkauan dari &#8216;1000-01-01&#8217; sampai dengan &#8216;9999-12-31 &#8216;</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">3.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">TIMESTAMP</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 4 byte. Kombinasi tanggal dan jam<br />dengan jangkauan dari &#8216;1970-01-01&#8217; sampai dengan &#8216;2037 &#8216;</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">4.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">TIME</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 3 byte.waktu dengan jangkauan dari<br />-838:59:59 sampai dengan 838:59:59</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">5.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">YEAR</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 1 byte. Data tahun antara 1901 sampai<br />dengan 2155</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="background: white"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">3. Tipe data untuk karakter dan lain-lain<span style="color:#222222"><br />
			</span></span></p>
<div>
<table style="border-collapse:collapse" border="0">
<colgroup>
<col style="width:31px"/>
<col style="width:128px"/>
<col style="width:433px"/></colgroup>
<tbody valign="top">
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">No</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p style="text-align: center"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Tipe<br />Data</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  outset 0.75pt; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p style="text-align: center"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Keterangan</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">1.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">CHAR(M)</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran M byte, 1&lt;=M&lt;=255. Data string<br />dengan panjang yang tetap. CHAR(1) cukup ditulis dengan CHAR.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">2.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">VARCHAR(M)</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran L+1 byte dengan L&lt;=M dan<br />1&lt;=M&lt;=255. Data string dengan panjang bervariasi tergantung datanya.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">3.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">TINYBLOB,<span style="color:#222222"><br />
								</span></span></p>
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">TINYTEXT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">L+1 byte, dengan L&lt;28 . Tipe<br />TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 255 karakter.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">4.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">BLOB, TEXT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">L+2 byte, dengan L&lt;216 . Tipe<br />TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 65535 karakter.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">5.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">MEDIUMBLOB, MEDIUMTEXT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">L+3 byte, dengan L&lt;224. Tipe<br />TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 1677215 karakter.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">6.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">LONGBLOB, LONGTEXT</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">L+4 byte, dengan L&lt;232. Tipe<br />TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 4294967295 karakter.</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: white">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">7.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">ENUM(&#8216;nilai1&#8242;,&#8217;nilai2&#8217;,..)</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 1 atau 2 byte tergantungnilai<br />enumerasinya maks 65535 nilai</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="background: #f2f8fa">
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  outset 0.75pt; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">8.</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">SET(&#8216;nilai1&#8242;,&#8217;nilai2&#8217;,..)</span></p>
</td>
<td style="padding-top: 2px; padding-left: 2px; padding-bottom: 2px; padding-right: 2px; border-top:  none; border-left:  none; border-bottom:  outset 0.75pt; border-right:  outset 0.75pt">
<p><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:8pt">Ukuran 1,2,3,4 atau 8 byte tergantung jumlah<br />anggota himpunan maks 64 anggota.</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:14pt"><strong>Contoh Implementasi:<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li>Pengguna Login
</li>
</ul>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/08/080521_0417_BAGAIMANAME1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/>
	</p>
<p>
 </p>
<p>Sumber:
</p>
<p><a href="http://phuuri.blogspot.com/2012/10/berbagai-macam-tipe-data.html">Puuri Pangesti: BERBAGAI MACAM TIPE DATA (phuuri.blogspot.com)</a>
	</p>
<p><a href="https://www.duniailkom.com/tutorial-mysql-tipe-data-huruf-char-varchar-text/">Belajar MySQL: Tipe Data String MySQL (Char, Varchar, Binary, Varbinary, Text, dan Blob) | Duniailkom</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/05/bagaimana-menentukan-variable-pada-table-database/">BAGAIMANA MENENTUKAN VARIABLE PADA TABLE DATABASE</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/08/05/bagaimana-menentukan-variable-pada-table-database/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bingung memilih :Metodologi Pembangunan Aplikasi IT ??</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 01:11:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Testing&Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Pembangunan aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Scrum]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1211</guid>

					<description><![CDATA[<p>  Bingung memilih : Metodologi Pembangunan Aplikasi IT   Pada pembuatan aplikasi baik pribadi maupun perusahaan, team maupun individu dihadapkan pada apa bagaimana metodologi yang akan digunakan dan diterapkan di dalam tahapan pembuatan dan tahapan untuk menyelesaikan sesuai dengan metodologi yang akan dibangun. Ini bukan soal kekinian atau keren jika menggunakan metodologi ini atau itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/">Bingung memilih :Metodologi Pembangunan Aplikasi IT ??</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Bingung memilih :<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Metodologi Pembangunan Aplikasi IT<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/08/080421_0111_Bingungmemi1.gif?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Arial">Pada pembuatan aplikasi baik pribadi maupun perusahaan, team maupun individu dihadapkan pada apa bagaimana metodologi yang akan digunakan dan diterapkan di dalam tahapan pembuatan dan tahapan untuk menyelesaikan sesuai dengan metodologi yang akan dibangun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial">Ini bukan soal kekinian atau keren jika menggunakan metodologi ini atau itu, tetapi persoalan bagaimana hal tersebut sesuai dengan scope of work dari Aplikasi yang akan atau sedang dibangun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial">Kendala-kendala yang dihadapi di saat pemilihan atau pembangunan New atau old Aplikasi aplikasi antara lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial">Sumber daya manusia yang terbatas (Resources/People)<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial">Waktu yang sudah di tentukan (Time)<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial">Biaya yang sudah dianggarkan (Cost)<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Arial"><span style="background-color:yellow">Nah dari pada <span style="font-size:14pt"><strong>bingung</strong></span></span>, silakan dibaca lagi beberapa bahasan yang pernah kami tulis, dan dapat di lihat pada link:<br />
</span></p>
<ol>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2020/10/13/scrum-implementasi-untuk-alur-penelitian/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2020/10/13/scrum-implementasi-untuk-alur-penelitian/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial">Semua metodologi yang sudah di uraikan di link tersebut dapat menjadi rujukan, semua  tentunya ada keuntungan dan dapat me-minimalkan kekurangan dari masing-masing metodologi.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Arial">Semangat pagi dan Salam Sukses.<br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/">Bingung memilih :Metodologi Pembangunan Aplikasi IT ??</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1211</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 13:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[Extreme Programming(XP)]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Pembangunan aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa perangkat lunak]]></category>
		<category><![CDATA[SDLC]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memilih Metode Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi ( Extreme Programming-XP) Pengantar Bagi Konsultan IT, Praktisi IT, Team Development Aplikasi, tidak mudah untuk memilih atau memutuskan metodologi apa yang akan digunakan di dalam pembangunan/pemgembangan aplikasi system informasi di sebuah perusahaan atau software yang akan di implementasikan. Dalam pembuatan aplikasi system informasi, ada beberapa metodologi yang saat ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/">Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Memilih Metode Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>( Extreme Programming-XP)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt; text-decoration: underline;"><strong>Pengantar<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Bagi Konsultan IT, Praktisi IT, Team Development Aplikasi, tidak mudah untuk memilih atau memutuskan metodologi apa yang akan digunakan di dalam pembangunan/pemgembangan aplikasi system informasi di sebuah perusahaan atau software yang akan di implementasikan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Dalam pembuatan aplikasi system informasi, ada beberapa metodologi yang saat ini ada dunia, seperti:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Waterfall<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"> SDLC<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Rapid Application Development(RAD)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Prototype<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Dynamic system Development Model<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Spiral model<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Agile Software Development<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Feature-Driven Development(FDD)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Joint Application Development(JAD)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Lean Development<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Rational Unified Process (RUP)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Scrum Development<br />
</span></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Yang perlu dipertimbangkan didalam pemilihan metodologi tersebut antara lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Jumlah SDM IT atau perusahaan yang ada<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Kemampuan Team yang ada<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Metode yang cocok dengan pola kerja team<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Membandingkan model mana yang cocok di dalam pembangunan atau pengembangan project Aplikasi yang akan dikerjakan.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai keuntungan dan kerugian dari metode Extreme Programming<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/03/030321_1311_MetodePemil1.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Agile Methodologies<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><span style="font-size: 12pt;"><strong>Extreme Programming (berikutnya akan disingkat sebagai XP)</strong> adalah sebuah pendekatan atau model pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel. XP bukan hanya berfokus pada coding tetapi meliputi seluruh area pengembangan perangkat lunak. XP mengambil pendekatan &#8216;ekstrim&#8217; dalam iterative development.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;">XP Pertama kali diusulkan oleh Kent Beck dan Ward Cunningham pada bulan Maret 1996, asal mula XP digunakan karena pada saat itu permintaan dari customer yang sering berubah dengan cepat sehingga mengakibatkan putaran kehidupan metode pengembangan perangkat lunak tradisional menjadi lebih pendek dan tidak selaras dengan metode tradisional karena pada umumnya memerlukan desain yang luas dan itu mengakibatkan perubahan desain yang terjadi dan tentu saja memerlukan biaya yang lebih tinggi. Tujuan XP adalah meminimalisir biaya yang diperlukan jika ada perubahan dalam pengembangan perangkat lunak.<br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/03/030321_1311_MetodePemil2.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;">Model ini cenderung menggunakan pendekatan Object-Oriented.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Tahapan-tahapan yang harus dilalui antara lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Planning,<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Design,<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Coding, dan<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Testing.<br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Sasaran Extreme Programming adalah tim yang dibentuk berukuran antara kecil sampai medium saja, tidak perlu menggunakan sebuah tim yang besar. Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi requirements yang tidak jelas maupun terjadinya perubahan-perubahan requirements yang sangat cepat.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Extreme Programming merupakan agile methods yang paling banyak digunakan dan menjadi sebuah pendekatan yang sangat terkenal.<strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt; text-decoration: underline;"><strong>Metode Extreme Programming</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Metode Extreme Programming (XP Methodology) digunakan oleh tim development untuk membuat software dalam environment yang tidak stabil seperti ketika requirement yang ada sangat cepat berubah. Metode ini memiliki release berkala dalam waktu development yang singkat.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 54pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><em>a<strong>.       Keunggulan</strong></em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Pelibatan client dalam proyek meningkatkan transparansi dan hubungan antara vendor dan klien.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Frequent checkpoints dalam metode ini akan membantu developer membuat perencanaan dan jadwal<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Feedback yang banyak akan membantu meminimalisir risiko dan meningkatkan improvement.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify; margin-left: 54pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><em>b<strong>.      Kelemahan </strong></em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Model ini membutuhkan meeting berkala dimana bisa jadi mahal untuk kedua belah pihak<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Perubahan yang terlalu sering bisa mengganggu developer dan cukup tricky untuk mengkalkulasi waktu dan estimasi harga<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Biaya untuk merubah requirement di kemudian hari dalam proyek cukup mahal<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Dari sumber:<br />
</span></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><br />
<a href="https://www.it-jurnal.com/apa-itu-extreme-programming/"><strong>https://www.it-jurnal.com/apa-itu-extreme-programming/</strong></a><strong><br />
</strong></span></li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><a href="https://ilmurplkitabersama.blogspot.com/2020/03/metode-xtreme-programming-contoh.html"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>https://ilmurplkitabersama.blogspot.com/2020/03/metode-xtreme-programming-contoh.html</strong></span></a><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong><br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><a href="https://badr.co.id/id_ID/blog/articles-1/post/kelebihan-dan-kekurangan-dari-berbagai-metode-pengembangan-software-52"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>https://badr.co.id/id_ID/blog/articles-1/post/kelebihan-dan-kekurangan-dari-berbagai-metode-pengembangan-software-52</strong></span></a><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong><br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/">Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The three dimensions of trust pada Pembangunan Sistem Informasi</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/01/22/the-three-dimensions-of-trust-pada-pembangunan-sistem-informasi/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/01/22/the-three-dimensions-of-trust-pada-pembangunan-sistem-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 02:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[ceritahosting.com]]></category>
		<category><![CDATA[konsep sistem informasi modul]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Pendukung Keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[The three dimension of trust]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1187</guid>

					<description><![CDATA[<p>The three dimensions of trust pada Pembangunan Sistem Informasi Pada saat kita akan membangun Aplikasi perusahaan, sering kita dihadapkan dengan pertanyaan mendasar, apakah aplikasi yang akan dibangun nanti berguna dan apakah setelah di impelementasikan dapat digunakan oleh user (Pengguna). Selain metode 5W+1H perlu dipertimbangan juga menggunakan metode Three dimension of Trust. Apa saja three dimension [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/01/22/the-three-dimensions-of-trust-pada-pembangunan-sistem-informasi/">The three dimensions of trust pada Pembangunan Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="font-family:Times New Roman; font-size:24pt"><strong>The three dimensions of trust pada Pembangunan Sistem Informasi<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Pada saat kita akan membangun Aplikasi perusahaan, sering kita dihadapkan dengan pertanyaan mendasar, apakah aplikasi yang akan dibangun nanti berguna dan apakah setelah di impelementasikan dapat digunakan oleh user (Pengguna).<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Selain metode 5W+1H perlu dipertimbangan juga menggunakan metode Three dimension of Trust.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Apa saja three dimension of Trust?<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Three Dimension of Trust meliputi:<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt"><strong>1.Kepercayaan terhadap karakter (</strong>Trust of character)<strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Ini mencerminkan ketergantungan, sejauh mana seseorang dapat mengandalkan Anda dan dukungan yang Anda berikan kepada orang lain. Dimensi kepercayaan ini menjadi dasar.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt"><strong>2. Kepercayaan komunikasi (</strong>Trust of communication&nbsp;)<strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Kesediaan untuk berbagi informasi (bukan informasi rahasia) dengan orang lain, saluran yang Anda pilih untuk mengkomunikasikan keprihatinan dan seni memberi dan menerima umpan balik yang konstruktif adalah yang mendefinisikan kepercayaan dalam komunikasi.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt"><strong>3. Kepercayaan pada kapabilitas (</strong>Trust of capability&nbsp;)<strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Kapabilitas di sini mengacu pada keterampilan dan kompetensi yang Anda miliki untuk melakukan pekerjaan dan tanggung jawab Anda. Dalam kasus seorang pemimpin, seni mendistribusikan tugas yang tepat kepada orang yang tepat, memberikan pelatihan yang sesuai dan keterbukaan untuk menerima dan menerima masukan dari orang lain mencerminkan kepercayaan akan kemampuan. Dalam sebuah organisasi, ketiga komponen kepercayaan ini ada di tingkat yang berbeda. Mungkin bagi sebuah tim untuk memiliki level yang tinggi dari yang satu dan level yang lebih rendah dari yang lain. Dan jika tingkat kepercayaan yang rendah tidak dibangun kembali maka kepercayaan lainnya juga akan terkikis. Kabar baiknya adalah semua komponen dapat dikembangkan dan dibangun.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Salam Sukses<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Semoga membantu<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Pustaka:<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><a href="https://www.peoplematters.in/article/leadership/redefining-trust-and-the-art-of-building-it-17309"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">https://www.peoplematters.in/article/leadership/redefining-trust-and-the-art-of-building-it-17309</span></a><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/01/22/the-three-dimensions-of-trust-pada-pembangunan-sistem-informasi/">The three dimensions of trust pada Pembangunan Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/01/22/the-three-dimensions-of-trust-pada-pembangunan-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1187</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuliahan SISTEM INFORMASI MANAGEMENT – MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 03:58:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Model SIM]]></category>
		<category><![CDATA[Model System Umum Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Sistem Informasi Management]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1122</guid>

					<description><![CDATA[<p>(MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN) Model Sistem Umum Perusahaan dapat dikatakan juga sebagai Bentuk atau Alur dari sebuah perusahaan,dimana perusahaan tersebut mempunyai cara untuk mengatur dalam hal apa saja dalam kegiatan perusahaan,seperti dalam komunikasi,memperkirakan planning untuk kedepannya bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan perusahaan. Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/">Perkuliahan SISTEM INFORMASI MANAGEMENT – MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>(MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN)<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li><strong>Model Sistem Umum Perusahaan</strong> dapat dikatakan juga sebagai Bentuk atau Alur dari sebuah <strong>perusahaan</strong>,dimana <strong>perusahaan</strong> tersebut mempunyai cara untuk mengatur dalam hal apa saja dalam kegiatan <strong>perusahaan</strong>,seperti dalam komunikasi,memperkirakan planning untuk kedepannya bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan <strong>perusahaan.</strong></li>
<li><strong>Model</strong> adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.</li>
<li><strong>Model sistem umum pada perusahaan </strong>adalah dimana penyerdahanaan objek, yang terdiri dari berbagai jenis model yang digunakan oleh perusahaan beserta kegunaan model itu sendiri yang mempengaruhi juga di perusahaan agar mempermudah pengertian, komunikasi, dan memperkirakan masa depan.</li>
</ul>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Jenis-Jenis Model:<br />
</strong></span></p>
<p>Terdapat empat jenis model dasar, yaitu :</p>
<p><strong>1. Model fisik,<br />
2. Model naratif,<br />
3. Model grafik,<br />
4. Model matematika</strong></p>
<p><strong>1.   Model Fisik</strong><br />
Adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik yang digunakan dalam dunia bisnis meliputi maket pusat perbelanjaan, atau prototype model baru.</p>
<p>Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata. Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.</p>
<p><strong>2.    Model Naratif</strong><br />
Menggambarkan entitasnya secara lisan atau tulisan. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling populer. Model ini sering digunakan para manajer, namun jarang dikenali sebagai suatu model.</p>
<p><strong>3.     Model Grafik</strong><br />
Menggambarkan entitasnya dengan sejumlah garis, symbol atau bentuk. Model grafik digunakan dalam bisnis untuk mengkomunikasikan informasi. Banyak laporan tahunan perusahaan kepada para pemegang saham berisikan grafik-grafik berwarna untuk menyampaikan kondisi keuangan perusahaan. Grafik juga digunakan untuk mengkomunikasikan informasi kepada para manajer.</p>
<p>Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi. Banyak peralatan yang digunakan oleh analisis sistem dan programmer yang bersifat grafik. Contohnya bagan arus (flowchart) dan diagram arus data (data flow diagram – DFD).</p>
<p><strong>4.    Model Matematika</strong><br />
Sebagian besar perhatian dalam pembuatan model bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Semua rumus atau persamaan matematika adalah suatu model matematika. Model matematika yang digunakan para manajer bisnis umumnya tidak lebih rumit daripada model yang biasa digunakan dalam matematika.</p>
<p>Keunggulan model matematika adalah ketelitiannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek serta menyediakan kemampuan prediksi.  Matematika dapat menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak disbanding model grafik yang hanya dua dimenasi atau model fisik yang tiga dimensi. Bagi ahli matematika dan manajer yang menyadari kerumitan sistem bisnis, kemampuan multidimensional model matematik adalah modal yang berharga.</p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Kegunaan Model:<br />
</strong></span></p>
<p><strong>1. Mempermudah pengertian (pemahaman)</strong></p>
<p>Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan secara sederhana. Pada model fisik hanya dapat menggambarkan bentuk objek yang ingin dipelajari. Pada model narasi, narasinya dapat diolah menjadi ikhtisar. Pada model grafik, diagram hanya dapat menunjukkan hubungan-hubungan utama, dan pada model matematika, persamaan matematik hanya berisi unsur-unsur primer. Tetapi dalam setiap hal, dilakukan upaya untuk menyajikan model dalam bentuk yang sederhana. Setelah model-model sederhana tersebut dipahami,secara bertahap model tersebut dapat dibuat semakin rumit sehingga dapat menggambarkan entitasnya dengan lebih akurat. Bagaimana pun, model tetap hanya menggambarkan entitasnya dan tidak pernah tepat sama dengan entitasnya.</p>
<p><strong>2. Mempermudah komunikasi</strong></p>
<p>Setelah pemecah masalah (problem sorver) mengerti entitasnya, pengertian tersebut sering perlu dikomunikasikan kepada yang lain. Mungkin analisis sistem harus berkomunikasi dengan manajer atau programmer. Atau mungkin seorang manajer harus berkomunikasi dengan anggaota lain dari tim pemecah masalah. Keempat jenis model dapat mengkomunikasikan informasi secara cepat dan akurat kepada orang-orang yang mengetahui makna dari berbagai bentuk, kata-kata, grafik, dan persamaan matematika tersebut.</p>
<p><strong>3. Memperkirakan masa depan</strong></p>
<p>Ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat dimiliki oleh jenis model lainnya. Model matematika dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.</p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Konsep dasar sistem model umum dalam perusahaan :</strong><br />
</span></p>
<p><strong>1. Sistem Fisik, </strong>merupakan system terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.</p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan2.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Arus sumber daya fisik yang mengalir:</p>
<ol>
<li><strong>Arus material</strong></li>
</ol>
<p>Input material diterima dari pemasok, lalu dimasukkan dalam aktifitas manufaktur untuk diproses untuk menjadi barang jadi dan siap untuk dipasarkan kepada pelanggan. Melibatkan Fungsi Manufaktur dan Fungsi Pemasaran</p>
<p><strong>2. Arus personil</strong></p>
<p>Input personil berasal dari lingkungan / masyarakat diproses oleh Fungsi SDM kemudian ditugaskan keberbagai bidang fungsional untuk terlibat dalam proses transformasi baik secara langsung ataupun tidak langsung. Dan ada saatnya karyawan berhenti atau pensiun dan kembali pada lingkungan.</p>
<p><strong>3. Arus mesin</strong></p>
<p>Mesin berasal dari pemasok, memiliki masa pakai setelah itu maka akan kembali ke lingkungan dalam bentuk tukar tambah.</p>
<p><strong>4. Arus uang.</strong></p>
<p>Arus uang melalui banyak faktor : pemilik / pemegang saham yang memberikan modal, Pelanggan yang membeli produk dan yang lain yang dikelola oleh Fungsi Keuangan. Dan mengalir kepada pemasok, pemerintah, karyawan dan bagian yang lain.</p>
<p><strong>2. Sistem Konseptual.</strong></p>
<p>Sebagian system terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, Sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut &#8220;Lingkaran umpan balik&#8221; yang meyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari system ke mekanisme pengendalian dan sebaliknya.</p>
<p>a.Sistem lingkaran terbuka</p>
<p>b. Sistem lingkaran tertutup</p>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan3.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pihak Management menerima informasi yang menggambarkan output system.</p>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan4.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Dimensi-Dimensi Informasi:<br />
</strong></span></p>
<p>Saat para manajer menentukan output yang harus disediakan para pengolah informasi, mereka mempertimbangkan 4 dimensi dasar informasi :</p>
<ol>
<li><strong>Relevansi. </strong></li>
<li><strong>Akurasi. </strong></li>
<li><strong>Ketepatan waktu.</strong></li>
<li><strong> Kelengkapan.</strong></li>
</ol>
<p>Manajer adalah orang yang terbaik untuk menentukan dimensi-dimensi informasi yang ia perlukan. Jika perlu analis sistem dapat membantu manajer mendekati tugas ini secara logis.</p>
<p>Manajer menggunakan standar untuk mengendalikan sistem fisik dengan kinerja actual. &#8220;Sistem konseptual yang mengendalikan sistem fisik terdiri dari 3 elemen penting : <strong>manajer, pengolah informasi dan standar&#8221;</strong> Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan <strong>&#8220;management by exception&#8221; </strong>(suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima).</p>
<p><strong>Management by Exception </strong>memberikan 3 keuntungan dasar :</p>
<p>1. Manajer tidak membuang waktu memantau aktifitas yang berlangsung secara normal.</p>
<p>2. Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat menerima perhatian lebih menyeluruh.</p>
<p>3. Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.</p>
<p>Konsep manajemen yang serupa dengan Management by Exception disebut <strong><em>Critical Success Factor</em></strong>. CSF adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.</p>
<p><strong>Arus Keputusan</strong>, data diubah menjadi informasi oleh pengolah informasi, dan informasi diubah menjadi keputusan oleh manajer. Pengolah informasi dan manajer bekerja sama untuk mengubah data menjadi keputusan</p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM </strong><br />
</span></p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan5.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<div><strong>1. Usaha Persiapan </strong></div>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li>Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.</li>
<li>Mengenal sistem lingkungan.</li>
<li>Mengidentifikasi subsistem perusahaan.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>2. Usaha Definisi </strong></p>
<ul style="margin-left: 72pt;">
<li>Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.</li>
</ul>
<p><strong>Tujuannya</strong> : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.</p>
<ul style="margin-left: 72pt;">
<li>
<div>Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :</div>
<ul>
<li>Mengevaluasi standar.</li>
<li>Membandingkan output dengan standar.</li>
<li>Mengevaluasi manajemen.</li>
<li>Mengevaluasi pemroses informasi.</li>
<li>Mengevaluasi input dan sumber daya input.</li>
<li>Mengevaluasi proses.</li>
<li>Mengevaluasi sumber daya output.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>3. Usaha Solusi</strong></p>
<ul style="margin-left: 72pt;">
<li>Pertimbangan alternatif yang layak.</li>
<li>Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.</li>
<li>Memilih solusi terbaik.</li>
<li>Menerapkan solusi.</li>
<li>Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH</strong><br />
</span></p>
<p>3 Kategori manajer dalam pemecahan masalah :<br />
<strong>1. Penghindar masalah (Problem Avoider), </strong></p>
<p><strong>M</strong>anajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja. ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.<br />
<strong>2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker) </strong>:<br />
a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.<br />
b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.<br />
<strong>3.  Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah<br />
( Problem solver) :<br />
</strong>a. <strong>Gaya sistematik</strong>, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.<br />
b. <strong>Gaya intuitif</strong>, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.</p>
<p><span style="font-size: 16pt;">Pengguna system model umum:<br />
</span></p>
<ol>
<li><strong>Supermarket Meliputi : </strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Flow of physical resources</li>
<li>Flow of personel</li>
<li>Flow of Money</li>
</ul>
<p><strong>2. Perusahaan Manufactur Meliputi :</strong></p>
<p>&#8211; Flow of Material</p>
<p>&#8211; Proses pengendalian oleh manager</p>
<ul>
<li><span style="font-size: 16pt;">CONTOH PENGGUNAAN MODEL SISTEM UMUM</span><br />
<span style="font-size: 14pt;">Pasar Swalayan</span><br />
<strong>Arus Material </strong>: barang – barang yang dijual.<br />
<strong>Arus personil </strong>: manajer toko, pegawai gudang, kasir.<br />
<strong>Sumber daya mesin </strong>: lemari pendingin, kotak peraga, rak-rak, dan komputer.<br />
<strong>Arus uang </strong>: pemasukan terutama disediakan oleh pembeli dan pengeluaran<br />
kepada pemasok , pegawai dan pemilik.<br />
<strong>Proses transformasi </strong>: pembungkusan barang, mengatur barang di rak.<br />
<strong>Elemen manajemen sistem konseptual </strong>: manajer toko dan asisten.<br />
<strong>Pengolah informasi </strong>: komputer dan pembaca barcode serta kasir.</li>
</ul>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan6.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/">Perkuliahan SISTEM INFORMASI MANAGEMENT – MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1122</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 08:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Decision Support System]]></category>
		<category><![CDATA[DSS]]></category>
		<category><![CDATA[materi perkuliahan sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Management]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Pendukung Keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[SPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1077</guid>

					<description><![CDATA[<p>  Hi Guys salam jumpa Pada materi kali ini kita akan memberikan materi Sistem Pendukung Keputusan(SPK) , yang lebih asik di dengar dengan nama &#8220;Decision Support System(DSS). Definisi Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/">Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p><span style="font-size:14pt">Hi Guys salam jumpa<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt">Pada materi kali ini kita akan memberikan materi Sistem Pendukung Keputusan(SPK) , yang lebih asik di dengar dengan nama <strong>&#8220;Decision Support System(DSS).<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:14pt"><strong>Definisi<br />
</strong></span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Sistem pendukung keputusan</strong> (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">Inggris</a>: <em>decision support systems</em> disingkat <strong>DSS</strong>) adalah bagian dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi">sistem</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi"><br />
				</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi">informasi</a> berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan">manajemen</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan"><br />
				</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan">pengetahuan</a>)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan">perusahaan</a>.<br />
</span></li>
</ul>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan"><span style="font-size:12pt">https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan</span></a><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt">Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditunjukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur (Dewanto, 2015).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Turban, Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi yang berbasis komputer yang fleksibel, interaktif dan dapat diadaptasi, yang dikembangkan untuk mendukung solusi untuk masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur. Sistem Pendukung Keputusan menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah dan dapat menggabungkan pemikiran pengambilan keputusan (Turban, Sharda &amp; Delen, 2011).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Little, Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model (Little, 2004).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Kusrini, Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem informasi yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data (Kusrini, 2007).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Hermawan, Sistem Pendukung Keputusan didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu (Hermawan, 2005). Sistem Pendukung Keputusan digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang didesain untuk membantu manajer memecahkan masalah tertentu (Mcloed &amp; Schell, 2008). Dari beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem informasi yang mendukung manajemen level menengah dalam mengambil keputusan semiterstruktur dengan menggunakan pemodelan analitis dan data yang ada.<br />
</span></li>
</ul>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">https://slideplayer.info/slide/13879939/<br />
</span></p>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu2.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">https://slideplayer.info/slide/13879939/<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt; text-decoration:underline"><strong>Tahapan Pengambilan Keputusan:<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>1. Fase Inteligensi<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Intelegensi dalam pengambilan keputusan meliputi scanning (Pemindaian) lingkungan, entah secara intermiten ataupun terus-menerus. Inteligensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang-peluang masalah.Tahapan dalam fase intelegensi antara lain identifikasi masalas (peluang), klasifikasi masalah, dan kepemilikan masalah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>2. Fase Desain<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain memilih sebuah prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan mengukur hasil akhir.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>3.    Fase Pilihan<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Pilihan merupakan tindakan pengambilan keputusan yang kritis. Fase pilihan adalah fase di mana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk mengikuti suatu tindakan tertentu. Batas antara fase pilihan dan desain sering tidak jelas karena aktivitas tertentu dapat dilakukan selama kedua fase tersebut dank arena orang dapat sering kembali dari aktivitas pilihan ke aktivitas desain.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Sebagai contoh, seseorang dapat menghasilkan alternatif baru selagi mengevaluasi alternatif yang ada. Fase pilihan meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi terhadap suatu solusi yang tepat untuk model. Sebuha solusi untuk sebuah model adalah sekumpulan nilai spesifik untuk variabel-variabel keputusan dalam suatu alternatif yang telah dipilih.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>4. Fase Implementasi<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Pada hakikatnya implementasi suatu solusi yang diusulkan untuk suatu masalah adalah inisiasi terhadap hal baru, atau pengenalan terhadap perubahan. Definisi implementasi sedikit rumit karena implementasi merupakan sebuah proses yang panjang dan melibatkan batasa-batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti membuat suatu solusi yang direkomendasikan bisa bekerja, tidak memerlukan implementasi suatu sistem komputer.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt">Menurut <strong>Turban, Sharda, &amp; Delen (2011)</strong>, terdapat empat fase dalam pembangunan sistem pendukung keputusan seperti yang ditunjukkan pada Gambar<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">1<strong>. Intelligence</strong> Pada fase Intelligence, masalah diidentifikasi, ditentukan tujuan dan sasarannya, penyebabnya, dan besarnya. Langkah ini sangat penting karena sebelum suatu tindakan diambil, persoalan yang dihadapi harus dirumuskan secara jelas terlebih dahulu. Masalah dijabarkan secara lebih rinci dan dikategorikan apakah termasuk programmed atau non-programmed.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">2<strong>. Design </strong>Pada fase Design, dikembangkan tindakan alternatif, menganalisis solusi yang potensial, membuat model, membuat uji kelayakan, dan memvalidasi hasilnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">3. <strong>Choice</strong> Pada fase Choice, menjelaskan pendekatan solusi yang dapat diterima dan memilih alternatif keputusan yang terbaik. Pemilihan alternatif ini akan mudah dilakukan jika hasil yang diinginkan memiliki nilai kuantitas tertentu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">4. <strong>Implementation</strong>. Pada fase Implementation, solusi yang telah diperoleh pada fase Choice diimplementasikan. Pada tahap ini perlu disusun serangkaian tindakan yang terencana, sehingga hasil keputusan dapat dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan perbaikan-perbaikan.<br />
</span></p>
<p><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu3.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Komponen Sistem Pendukung Keputusan<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>Menurut Turban, Sharda &amp; Delen (2011), Decision Support System (Sistem Pendukung Keputusan)</strong> terdiri dari empat subsistem yang saling berhubungan yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Manajemen Data Subsistem manajemen data meliputi basis data yang terdiri dari data data yang relevan dengan keadaan dan dikelola oleh software yang disebut Database Management System (DBMS). Manajemen data dapat diinterkoneksikan dengan data warehouse perusahaan, suatu repositori untuk data perusahaan yang relevan untuk mengambil keputusan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Manajemen Model Subsistem manajemen model berupa paket software yang berisi model-model financial, statistic, ilmu manajemen, atau model kuantitatif yang menyediakan kemampuan analisa dan manajemen software yang sesuai. Software ini disebut sistem manajemen basis model.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Dialog (User Interface Subsystem) Subsistem dialog (User Interface Subsystem) merupakan subsistem yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem  dan juga member perintah SPK. Web browser memberikan struktur antarmuka pengguna grafis yang familiar dan konsisten. Istilah antarmuka pengguna mencakup semua aspek komunikasi antara pengguna dengan sistem.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan (Knowledge-Based Management Subsystem) Subsistem manajemen berbasis pengetahuan merupakan subsistem yang dapat mendukung subsistem lain atau berlaku sebagai komponen yang berdiri sendiri (independent).<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Komponen-komponen tersebut membentuk sistem aplikasi sistem pendukung keputusan yang bisa dikoneksikan ke intranet perusahaan, ekstranet atau internet.<br />
</span></p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu4.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan (Turban, Sharda &amp; Delen, 2011)<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Pengembangan SPK / DSS<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong><em>Decision Support System</em><br />
			</strong>adalah seperangkat sistem yang mampu memecahkan masalah secara efisien dan efektif, yang bertujuan untuk membantu pengambil keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh/tersedia dengan menggunakan model-model pengambilan keputusan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><em>    </em>Terdapat 5 pihak yang berperan dalam pengembangan SPK, kelima peran tersebut adalah:<br />
</span></p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong><em>Manajer </em>atau<em> Pemakai</em></strong><em>, </em>yaitu pihak yang terlibat langsung dengan proses pengambilan keputusan, pihak yang harus mengambil tindakan dan bertanggung jawab terhadap hasil tindakannya.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><em><strong>Penghubung</strong>, </em>yaitu pihak yang membantu pemakai, mungkin seorang asisten yang bertugas menjalankan terminal, atau lebih dari sekedar itu.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><strong><em>Pembangun SPK </em>atau <em>Fasilitator</em></strong><em>,</em> yaitu pihak yang mengembangkan SPK khusus dari pembangkit SPK<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><em><strong>Pendukung Teknik</strong>,</em> yaitu pihak yang mengembangkan tambahan kemampuan atau komponen sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan pembangkit SPK. Database-database baru, model-model analisis baru, dan tambahan format tampilan data merupakan hasil kerja pendukung teknik.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><strong><em>Pengembang Peralatan</em></strong>, yaitu pihak yang mengembangkan teknologi baru (baik hardware maupun software), dan meningkatkan efisiensi hubungan antara subsistem dalam SPK.<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Ciri-ciri <em>Decision Support System</em> yang baik yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt">Sederhana<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Dapat diandalkan<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Mudah dikendalikan<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menyesuaikan<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Lengkap pada masalah penting<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Mudah berkomunikasi dengannya<br />
</span></li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan:<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Dalam sistem pendukung keputusan terdapat tiga jenis keputusan, yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Keputusan Terstruktur</strong><br />
			</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik, terjadwal, sempit, interaktif, <em>real</em><br />
			<em>time</em>, <em>internal</em>, dan detail. Prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas. Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang; menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit pada pelanggan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>2. Keputusan Semiterstruktur</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan spesifik, interaktif, internal, <em>real time</em>, dan terjadwal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi dan pengendalian persediaan, merancang rencana pemasaran, dan mengembangkan anggaran departemen.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>3. Keputusan Tidak Terstruktur</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini menuntut pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat eksternal. Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas. Informasi yang dibutuhkan umum, luas, <em>internal</em>, dan <em>eksternal</em>.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain, perekrutan eksekutif.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Tipe SPK/DSS<br />
</strong></span></p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Permodelan Sistem Pendukung Keputusan/<em>Decision Support System</em></strong><br />
			</span></li>
</ol>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Model <em>Iconic</em> (skala)<br />
</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Adalah sebuah replika (tiruan nyata) secara fisik dari sistem dan biasanya berdasarkan pada skala yang lebih kecil dari aslinya. Model ini mungkin muncul secara skala dalam tiga dimensi. Ini sering dapat dikatakan sebagai maket. Suatu foto merupakan model <em>iconic</em> yang berdimensi dua, juga <em>graphical user interface </em>dan <em>object-oriented programming</em> menggunakan model jenis ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>b. Model Analog</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Model ini tidak mirip sistem aslinya, tetapi berkarakteristik seperti aslinya. Model ini lebih abstrak daripada model sebelumnya dan dianggap sebagai penyajian secara simbolik dari suatu realitas. Model analog biasanya memakai diagram/<em>chart</em> dua dimensi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh : <em>chart</em> organisasi yang memuat struktur organisasi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>c. Model Matematika (Kuantitatif)</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Makin besar problema yang dihadapi, maka makin kompleks solusi yang dapat ditemukan. Namun, kadang-kadang kompleksitas dari relasi dalam sistem organisasi tidak dapat dipresentasikan dengan <em>icon</em> atau analog. Model yang dapat digunakan maka adalah model matematika. Analisis DSS terbanyak dieksekusi secara <em>numeric</em> dengan bantuan matematika atau model kuantitatif seperti ini. Menggunakan notasi-notasi dan persamaan-persamaan matematika untuk merepresentasikan sistem. Pada model matematika, atribut-atribut dinyatakan dengan variabel-variabel, dan aktivitas-aktivitas dinyatakan dengan fungsi matematika yang menjelaskan hubungan antar variabel-variabel tersebut.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>d. Model Statis</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Digunakan bila jangka waktu variabel dianggap konstan dan interelasi unsur-unsur model dinyatakan sebagai persamaan yang tidak berubah dengan waktu. Sebagian besar situasi pengambilan keputusan statis diperkirakan berulang dengan kondisi yang identik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: satu keputusan mengenai membuat sendiri atau membeli satu produk.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>e. Model Dinamis</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Menempatkan waktu sebagai variabel bebas, sehingga model jenis ini menggambarkan dinamika suatu sistem sebagai fungsi dari waktu. Untuk memperoleh hasil, perhitungan dilakukan secara berulang-ulang (iterasi) sampai tercapai nilai kesalahan (<em>error</em>) yang minimal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: proyeksi rugi-laba 5 tahun dimana data input seperti biaya, harga, dan kuantitas berubah dari tahun ke tahun.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:18pt"><strong>Implementasi<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt">Mengakses semua aset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kumpulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.<br />
</span></li>
</ol>
<p>
 </p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Implementasi Sistem Pendukung Keputusan/<em>Decision Support System</em></strong><br />
			</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">          DSS merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer, termasuk sistem berbasis pengetahuan, sehingga DSS sangat popular di kalangan manajemen perusahaan. Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan, dimana sistem informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Berikut ini adalah beberapa contoh dari penerapan <em>Decision Support System</em> di dalam perusahaan :<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>1. DSS untuk proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir pada PT. X</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Salah satu contoh yang akan disorot dalam hal ini adalah cara pemilihan karyawan yang sesuai dengan kriteria yang ada pada suatu jabatan tertentu. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk proses <em>profile matching</em> dan analisis gap yang dibuat berdasarkan data dan norma-norma SDM yang terdapat di PT. X.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Proses <em>Profile Matching</em> dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir berdasar pada 3 aspek yaitu Kapasitas Intelektual, Sikap Kerja dan Perilaku. Hasil dari proses ini berupa <em>ranking</em> karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut. <em>Software</em> ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Access 2000 untuk database dan Borland Delphi 5 sebagai <em>compiler</em>-nya. <br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Dari hasil implementasi sistem, disimpulkan bahwa dengan penggunaan <em>software</em> ini dapat membantu proses pengambilan keputusan terhadap <em>profile matching</em> proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir di PT. X.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>2. Sistem Pendukung Keputusan Untuk menentukan Pembelian Rumah Dengan Menggunakan Metode Fuzzy C-Means (FCM) Clustering (Bastiah, 2013) </strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Penelitian ini menentukan tipe rumah yang berdasarkan kriteria atau kelompok rumah yang terdiri dari uang muka, jumlah kamar tidur, dan gaji/cicilan yang mampu dibayar. Menentukan harga rumah tersebut berdasarkan tipe rumah yang telah dikelompokkan, menentukan angsuran rumah berdasarkan uang muka yang telah diberikan sebanyak 30% dari harga rumah., dan kemudian merancang sistem pendukung keputusan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Sistem informasi perumahan dibangun secara online berbasis sistem pendukung keputusan yang memungkinkan konsumen bisa memilih tipe rumah sesuai dengan dana yang tersedia serta visualisasi model jenis rumah. Sistem dibuat dengan menggunakan algoritma clustering dalam penentuan uang muka dan angsuran per bulan. Dimana metode Fuzzy CMeans (FCM) yang digunakan ini akan melakukan perhitungan pada acuan pembelian ke setiap sample rumah dan mencari nilai mendekati dengan data keuangan maupun data acuan yang dimiliki pembeli.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Metode SPK<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:12pt">Metode Sistem Pakar<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode Regresi Linier<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode Logika Fuzzy<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode B/C Ratio<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode AHP<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode IRR<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode NPV<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode FMADM<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt">(Detail akan kita sajikan di lain waktu)<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Salam Sukses Untuk Semua<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu5.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt"><br />
		</span> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/">Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1077</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
