<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Agile &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<atom:link href="https://ceritahosting.com/tag/agile/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<description>Cerita Teknologi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2021 01:17:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.15</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-8437175d-f20a-4d92-9289-8b4d42b92879_200x200.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Agile &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175363151</site>	<item>
		<title>Bingung memilih :Metodologi Pembangunan Aplikasi IT ??</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 01:11:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Testing&Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Pembangunan aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Scrum]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1211</guid>

					<description><![CDATA[<p>  Bingung memilih : Metodologi Pembangunan Aplikasi IT   Pada pembuatan aplikasi baik pribadi maupun perusahaan, team maupun individu dihadapkan pada apa bagaimana metodologi yang akan digunakan dan diterapkan di dalam tahapan pembuatan dan tahapan untuk menyelesaikan sesuai dengan metodologi yang akan dibangun. Ini bukan soal kekinian atau keren jika menggunakan metodologi ini atau itu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/">Bingung memilih :Metodologi Pembangunan Aplikasi IT ??</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Bingung memilih :<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Metodologi Pembangunan Aplikasi IT<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/08/080421_0111_Bingungmemi1.gif?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Arial">Pada pembuatan aplikasi baik pribadi maupun perusahaan, team maupun individu dihadapkan pada apa bagaimana metodologi yang akan digunakan dan diterapkan di dalam tahapan pembuatan dan tahapan untuk menyelesaikan sesuai dengan metodologi yang akan dibangun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial">Ini bukan soal kekinian atau keren jika menggunakan metodologi ini atau itu, tetapi persoalan bagaimana hal tersebut sesuai dengan scope of work dari Aplikasi yang akan atau sedang dibangun.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Arial">Kendala-kendala yang dihadapi di saat pemilihan atau pembangunan New atau old Aplikasi aplikasi antara lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial">Sumber daya manusia yang terbatas (Resources/People)<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial">Waktu yang sudah di tentukan (Time)<br />
</span></li>
<li><span style="font-family:Arial">Biaya yang sudah dianggarkan (Cost)<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:Arial"><span style="background-color:yellow">Nah dari pada <span style="font-size:14pt"><strong>bingung</strong></span></span>, silakan dibaca lagi beberapa bahasan yang pernah kami tulis, dan dapat di lihat pada link:<br />
</span></p>
<ol>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2020/10/13/scrum-implementasi-untuk-alur-penelitian/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2020/10/13/scrum-implementasi-untuk-alur-penelitian/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
<li><a href="https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/"><span style="font-family:Arial">https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/</span></a><span style="font-family:Arial"><br />
			</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial">Semua metodologi yang sudah di uraikan di link tersebut dapat menjadi rujukan, semua  tentunya ada keuntungan dan dapat me-minimalkan kekurangan dari masing-masing metodologi.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Arial">Semangat pagi dan Salam Sukses.<br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/">Bingung memilih :Metodologi Pembangunan Aplikasi IT ??</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/08/04/bingung-memilih-metodologi-pembangunan-aplikasi-it/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1211</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 13:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[Extreme Programming(XP)]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Pembangunan aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa perangkat lunak]]></category>
		<category><![CDATA[SDLC]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memilih Metode Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi ( Extreme Programming-XP) Pengantar Bagi Konsultan IT, Praktisi IT, Team Development Aplikasi, tidak mudah untuk memilih atau memutuskan metodologi apa yang akan digunakan di dalam pembangunan/pemgembangan aplikasi system informasi di sebuah perusahaan atau software yang akan di implementasikan. Dalam pembuatan aplikasi system informasi, ada beberapa metodologi yang saat ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/">Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Memilih Metode Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>( Extreme Programming-XP)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt; text-decoration: underline;"><strong>Pengantar<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Bagi Konsultan IT, Praktisi IT, Team Development Aplikasi, tidak mudah untuk memilih atau memutuskan metodologi apa yang akan digunakan di dalam pembangunan/pemgembangan aplikasi system informasi di sebuah perusahaan atau software yang akan di implementasikan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Dalam pembuatan aplikasi system informasi, ada beberapa metodologi yang saat ini ada dunia, seperti:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Waterfall<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"> SDLC<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Rapid Application Development(RAD)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Prototype<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Dynamic system Development Model<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Spiral model<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Agile Software Development<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Feature-Driven Development(FDD)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Joint Application Development(JAD)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Lean Development<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Rational Unified Process (RUP)<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Scrum Development<br />
</span></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Yang perlu dipertimbangkan didalam pemilihan metodologi tersebut antara lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Jumlah SDM IT atau perusahaan yang ada<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Kemampuan Team yang ada<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Metode yang cocok dengan pola kerja team<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Membandingkan model mana yang cocok di dalam pembangunan atau pengembangan project Aplikasi yang akan dikerjakan.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Pada tulisan ini, akan dibahas mengenai keuntungan dan kerugian dari metode Extreme Programming<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/03/030321_1311_MetodePemil1.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Agile Methodologies<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial;"><span style="font-size: 12pt;"><strong>Extreme Programming (berikutnya akan disingkat sebagai XP)</strong> adalah sebuah pendekatan atau model pengembangan perangkat lunak yang mencoba menyederhanakan berbagai tahapan dalam proses pengembangan tersebut sehingga menjadi lebih adaptif dan fleksibel. XP bukan hanya berfokus pada coding tetapi meliputi seluruh area pengembangan perangkat lunak. XP mengambil pendekatan &#8216;ekstrim&#8217; dalam iterative development.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;">XP Pertama kali diusulkan oleh Kent Beck dan Ward Cunningham pada bulan Maret 1996, asal mula XP digunakan karena pada saat itu permintaan dari customer yang sering berubah dengan cepat sehingga mengakibatkan putaran kehidupan metode pengembangan perangkat lunak tradisional menjadi lebih pendek dan tidak selaras dengan metode tradisional karena pada umumnya memerlukan desain yang luas dan itu mengakibatkan perubahan desain yang terjadi dan tentu saja memerlukan biaya yang lebih tinggi. Tujuan XP adalah meminimalisir biaya yang diperlukan jika ada perubahan dalam pengembangan perangkat lunak.<br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2021/03/030321_1311_MetodePemil2.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 12pt;">Model ini cenderung menggunakan pendekatan Object-Oriented.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Tahapan-tahapan yang harus dilalui antara lain:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Planning,<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Design,<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Coding, dan<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>Testing.<br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Sasaran Extreme Programming adalah tim yang dibentuk berukuran antara kecil sampai medium saja, tidak perlu menggunakan sebuah tim yang besar. Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi requirements yang tidak jelas maupun terjadinya perubahan-perubahan requirements yang sangat cepat.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Extreme Programming merupakan agile methods yang paling banyak digunakan dan menjadi sebuah pendekatan yang sangat terkenal.<strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt; text-decoration: underline;"><strong>Metode Extreme Programming</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Metode Extreme Programming (XP Methodology) digunakan oleh tim development untuk membuat software dalam environment yang tidak stabil seperti ketika requirement yang ada sangat cepat berubah. Metode ini memiliki release berkala dalam waktu development yang singkat.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 54pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><em>a<strong>.       Keunggulan</strong></em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Pelibatan client dalam proyek meningkatkan transparansi dan hubungan antara vendor dan klien.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Frequent checkpoints dalam metode ini akan membantu developer membuat perencanaan dan jadwal<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Feedback yang banyak akan membantu meminimalisir risiko dan meningkatkan improvement.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify; margin-left: 54pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><em>b<strong>.      Kelemahan </strong></em><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Model ini membutuhkan meeting berkala dimana bisa jadi mahal untuk kedua belah pihak<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Perubahan yang terlalu sering bisa mengganggu developer dan cukup tricky untuk mengkalkulasi waktu dan estimasi harga<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 81pt;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">&#8211; Biaya untuk merubah requirement di kemudian hari dalam proyek cukup mahal<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;">Dari sumber:<br />
</span></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><br />
<a href="https://www.it-jurnal.com/apa-itu-extreme-programming/"><strong>https://www.it-jurnal.com/apa-itu-extreme-programming/</strong></a><strong><br />
</strong></span></li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><a href="https://ilmurplkitabersama.blogspot.com/2020/03/metode-xtreme-programming-contoh.html"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>https://ilmurplkitabersama.blogspot.com/2020/03/metode-xtreme-programming-contoh.html</strong></span></a><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong><br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><a href="https://badr.co.id/id_ID/blog/articles-1/post/kelebihan-dan-kekurangan-dari-berbagai-metode-pengembangan-software-52"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong>https://badr.co.id/id_ID/blog/articles-1/post/kelebihan-dan-kekurangan-dari-berbagai-metode-pengembangan-software-52</strong></span></a><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><strong><br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Arial; font-size: 14pt;"><br />
</span></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/">Metode Pemilihan Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/03/03/metode-pemilihan-pembuatan-aplikasi-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1204</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Testing &#038; Implementasi: BagaimanaTemplate &#038; Model Pengujian Aplikasi Perusahaan</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/07/01/testing-implementasi-bagaimanatemplate-model-pengujian-aplikasi-perusahaan/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/07/01/testing-implementasi-bagaimanatemplate-model-pengujian-aplikasi-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 09:14:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[Mata kuliah Testing dan Implementasi]]></category>
		<category><![CDATA[SDLC]]></category>
		<category><![CDATA[SDLC Project]]></category>
		<category><![CDATA[SIT]]></category>
		<category><![CDATA[tahapan testing]]></category>
		<category><![CDATA[Template testing]]></category>
		<category><![CDATA[Template UAT]]></category>
		<category><![CDATA[Test Plan Template]]></category>
		<category><![CDATA[Testing & Implementation]]></category>
		<category><![CDATA[UAT]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Testing &#38; Implementasi: Bagaimana Template &#38; Model Pengujian Aplikasi Perusahaan Materi: Mengetahui templates dan model pengujian yang digunakan perusahaan untuk pengujian Semangat Pagi. HI mahasiswa system &#38; Teknologi Informasi Indonesia. Saat anda sudah bekerja di sebuah IT Dept atau IT Company, seluruh product yang anda buat akan dihadapkan dalam sebuah pengujian , agar aplikasi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/07/01/testing-implementasi-bagaimanatemplate-model-pengujian-aplikasi-perusahaan/">Testing &#038; Implementasi: BagaimanaTemplate &#038; Model Pengujian Aplikasi Perusahaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:18pt"><strong>Testing &amp; Implementasi:<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center"><span style="font-family:Arial; font-size:18pt"><strong> Bagaimana Template &amp; Model Pengujian Aplikasi Perusahaan<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Materi:<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Mengetahui templates dan model pengujian yang digunakan perusahaan untuk pengujian<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Semangat Pagi.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">HI mahasiswa system &amp; Teknologi Informasi Indonesia. Saat anda sudah bekerja di sebuah IT Dept atau IT Company, seluruh product yang anda buat akan dihadapkan dalam sebuah pengujian , agar aplikasi yang anda buat tersebut layak digunakan atau istilah ter-implementasikan .<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Waterfall, SDLC, Agile Development &amp; QA testing sudah menjadi rujukan baku yang sering digunakan di dunia IT.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt"><strong>Sample SDLC Project<br />
</strong></span></p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/07/070120_0915_TestingImpl1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dalam pengembangan sistem informasi terdapat proses yang disebut dengan <strong>Pengujian (testing)</strong>.<br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Proses testing tersebut yaitu suatu proses menjalankan program atau sistem yang bertujuan untuk menemukan kesalahan/kegagalan pada perangkat lunak/aplikasi.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Testing juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang berfokus untuk melakukan evaluasi terhadap kemampuan sebuah program atau sistem dan memastikan bahwa program atau sistem tersebut sudah memenuhi kebutuhan.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt"><strong>Kapan Proses Pengujian berakhir?<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Proses pengujian dapat dikatakan berakhir yaitu ketika :<br />
</span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Pengujian dari sistem sudah tidak dapat dilakukan, dikarenakan biaya yang dibutuhkan terlalu besar.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Sumber daya pengujian sudah habis.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Perangkat lunak yang dihasilkan sudah memenuhi kebutuhan.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Keuntungan dalam melanjutkan suatu proses pengujian sudah tidak dapat dilakukan justifikasi terhadap biaya tambahan yang dibutuhkan.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Tahapan Testing<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/07/070120_0915_TestingImpl2.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:14pt; text-decoration:underline"><strong>Tahapan Pengujian (Test Phases) terdiri dari :<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Pengujian Unit (Unit Testing)</strong> Pengujian terhadap unit terkecil pembangun sistem seperti <strong>class, function, dan kode program</strong>. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan sebelum digabungkan menjadi unit yang lebih besar. Pengujian ini biasanya dilakukan oleh programmer untuk menguji kode program yang dibuatnya<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Pengujian Komponen atau Sub Sistem</strong> (<strong>Component or Subsystem Testing</strong>) Tahap berikutnya yaitu menguji subsistem / modul-modul kecil dari suatu sistem yang dibangun secara masing-masing atau tersendiri sebelum modul-modul tersebut digabungkan.<br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dalam hal ini contohnya yaitu menguji modul Logistic pada sistem ERP yang dibangun atau menguji modul Production.<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Pengujian Pilot (Pilot Test)</strong> Pada tahap terakhir dari testing yaitu menguji sistem pada lingkungan sesungguhnya yaitu dengan cara menjalankan aktivitas operasional sehari-hari menggunakan sistem baru tersebut pada komputer masing-masing. Hal ini perlu dilakukan agar sistem benar-benar siap untuk mensupport kegiatan operasional sesungguhnya.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Keuntungan:</strong><br />
</span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Pengujian secara struktural akan menjamin stabilitas dari produk.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Pengujian komponen/per bagian dapat dilakukan terlebih dahulu.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Memungkinkan bug / error dapat ditemukan secara dini.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dapat menghasilkan matrik yang lebih baik dan dapat menggunakan teknik best-&nbsp;practise dalam proses pengujian yang dilakukan.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Mampu menyediakan milestones yang nyata sehingga pengukuran waktu &nbsp;penyelesaian dari pengujian dapat dilakukan.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dalam pembahasan kali ini, kami berikan <span style="color:black"><strong>Test Plan Template</strong><br />
</span>didalam pengujian, seperti apa, mari kita ikuti:<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Template Pengujian(Sample):</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify; background: #c5e0b3; margin-left: 13pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>TEST PLAN TEMPLATE:<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Overview<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Bounds<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Scope<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Definitions<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Setting<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Quality Risks<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Proposed Schedule of Milestones<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Transitions<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Entry Criteria<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Stopping Criteria<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Exit Criteria<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test Configurations &amp; Environments<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test System Development<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test Execution<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Key Participants<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Test Case &amp; Bug Tracking<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Bug Isolation &amp; Classification<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Release Management<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Test Cycles<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Test Hours<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Risk &amp; Contingencies<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Change History<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Referenced Documents<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify; background: #ffe599"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Frequently Asked Questions</strong><br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test Plan</strong> adalah sebuah rencana pengujian untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada saat testing sebagai panduan atau acuan agar proses testing dapat memastikan bahwa sistem yang dibuat sesuai dengan requirement. Kemudian test plan juga dapat membantu agar proses pengujian dapat sesuai jadwal agar sistem yang dibuat dapat selesai tepat waktu .<br />
</span></div>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Catatan:</strong><br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Template rencana pengujian tersebut hanya sebagai panduan dan tidak selalu harus menggunakan seluruh bagian template, tetapi digunakan sesuai dengan kebutuhan, dan dapat juga bisa ditambahkan atau dikurangi<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Overview</strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Penjelasan mengenai rencana pengujian yang akan dilaksanakan, tujuan &nbsp;pengujian, metodologi yang digunakan, dan obyek pengujian.<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Bounds<br />
</strong></span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Menjelaskan tentang apa saja yang akan diuji dan yang tidak diuji serta memberikan definisi istilah-istilah yang berhubungan dengan proses pengujian yang akan dilakukan.<br />
</span></p>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Scope Batasan mengenai apa saja yang akan diperhatikan dan apa yang tidak akan diperhatikan selama proses pengujian.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Definition Penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Setting (Lokasi) Penjelasan mengenai lokasi pengujian<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Quality Risk<span style="text-decoration:underline"><br />
</span><br />
</strong></span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Rangkuman dari hasil analisa kualitas resiko yang dilakukan sebelumnya atau memberikan referensi ke pembaca untuk melihat ke dokumen analisa resiko kualitas.<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Proposed Schedule of Milestone<span style="text-decoration:underline"><br />
</span><br />
</strong></span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Berisikan jadwal dari setiap kegiatan utama yang dilakukan pada saat pengujian. Daftar kegiatannya dapat digali dari work-breakdown-structure .<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Transition</strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Bagian ini berisi kriteria yang penting untuk mengetahui mulai dan akhir dari &nbsp;berbagai tahap-tahap pengujian.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Kriteria-kriteria ini adalah:<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">entry, exit,&nbsp;dan continuation criteria &nbsp;atau entry, stopping&nbsp; , dan &nbsp;suspension/resumption criteria.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">&#8211; <strong>Entry Criteria</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Kriteria masuk menjelaskan mengenai persyaratan yang harus terpenuhi oleh sebuah sistem sebelum berpindah ke dalam tahapan pengujian.<br />
</span></p>
<ul style="margin-left: 54pt">
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Continuation Criteria<br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Mendefinisikan kondisi dan situasi yang harus dipenuhi dalam proses &nbsp;pengujian supaya proses pengujian dapat dilanjutkan secara efektif dan efisien.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">&#8211;  <strong>Exit Criteria</strong><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Kriteria yang menyatakan bahwa suatu pengujian telah lengkap.<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test Configurations and Environments<span style="text-decoration:underline"><br />
</span></strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dokumentasi mengenai perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), &nbsp;jaringan (network), dan juga lokasi testing yang akan digunakan dalam pengujian.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test System Development</strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dalam proses pengujian diperlukan <strong><em>test cases, test tools, test procedures, test suites, automated test scripts, </em></strong>dan lain-lain sebagai satu kesatuan yang disebut <span style="background-color:yellow"><strong>test systems (sistem pengujian).</strong></span> Semua komponen tersebut harus dikembangkan/dibuat sebelum dilakukan proses pengujian.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Proses pembuatan / &nbsp;pengembangan komponen test system disebut <strong><span style="background-color:yellow">test system development</span><br />
</strong></span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Test Execution</strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"> Pelaksanaan proses pengujian akan dipengaruhi oleh beberapa faktor :<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">&#8211; <strong>Key Participants</strong> Menjelaskan anggota tim pengujian dan peranannya masing-masing.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">&#8211; <strong>Test Case and Bug Tracking</strong> Menjelaskan sistem yang digunakan untuk mengelola dan menulusuri error dan bug yang muncul pada test case atau kasus pengujian. Penelusuran kasus pengujian dapat menggunakan  &nbsp;spreadsheet&nbsp;&nbsp;atau database yang digunakan untuk mengelola dan mengontrol seluruh kasus &nbsp;pengujian dalam test suites.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Bug tracking digunakan dalam proses &nbsp;pengelolaan bug (kesalahan) yang diperoleh selama pengujian.<br />
</span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Bug Isolation and Classification<br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Bagian dari rencana pengujian ini menjelaskan bagaimana mengklasifikasikan laporan kesalahan. Klasifikasi tersebut akan dikelompokan menjadi beberapa kategori yang mengindikasikan &nbsp;bagaimana kesalahan harus dikomunikasikan dan ditangani<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt">
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>&#8211; Test Release Management</strong> Pengelolaan dokumen mengenai revisi, hasil, atau komponen yang diberikan pengembang kepada tim pengujian untuk dilakukan proses &nbsp;pengujian. Penyerahan dokumen tersebut penting untuk dikelola dengan &nbsp;baik untuk menghindari terjadinya kekacauan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>&#8211; Test Cycle</strong> Menjalankan satu, beberapa, atau seluruh test suite yang sudah direncanakan pada suatu fase pengujian sebelumnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">&#8211; <strong>Test Hours</strong> Dalam beberapa kasus dibutuhkan untuk menentukan waktu dari &nbsp;pengujian secara spesifik.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 36pt">
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Risks and Contingency</strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Mendeskripsikan potensi atau kejadian yang dapat membuat suatu rencana &nbsp;pengujian menjadi sulit dilakukan atau bahkan tidak mungkin untuk dijalankan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Change History</strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Dokumen yang mencatat setiap proses perubahan yang dilakukan terhadap rencana pengujian.<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Referenced Documents<span style="text-decoration:underline"><br />
</span></strong><br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Memberikan referensi kepada setiap dokumen seperti spesifikasi rancangan, kebutuhan, rangkaian pengujian (test suites) dan juga dokumen lainnya, untuk menghindari terjadinya duplikasi atau pengulangan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Frequently Asked Questions (FAQ)<span style="text-decoration:underline"><br />
</span></strong><br />
</span></div>
<p style="text-align: justify"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt">Memasukan FAQ untuk membantu proses pengujian yang melibatkan orang-orang yang baru terlibat<br />
</span></p>
</li>
</ul>
<p>Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga bermanfaat</p>
<p>Salam Sukses</p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>PUSTAKA<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://www.academia.edu/21235638/MENGELOLA_TAHAPAN_TESTING_PADA_SYSTEM_DEVELOPMENT...Akses%2023-11-2018">https://www.academia.edu/21235638/MENGELOLA_TAHAPAN_TESTING_PADA_SYSTEM_DEVELOPMENT&#8230;</a><a href="https://www.academia.edu/21235638/MENGELOLA_TAHAPAN_TESTING_PADA_SYSTEM_DEVELOPMENT...Akses%2023-11-2018">Akses</a><a href="https://www.academia.edu/21235638/MENGELOLA_TAHAPAN_TESTING_PADA_SYSTEM_DEVELOPMENT...Akses%2023-11-2018"> 23-11-2018</a></li>
<li><a href="https://joulisinolungan.wordpress.com/2014/12/10/pengembangan-sistem-teknologi-informasi-metode-sdlc-system-development-life-cycle/">https://joulisinolungan.wordpress.com/2014/12/10/pengembangan-sistem-teknologi-informasi-metode-sdlc-system-development-life-cycle/</a> ..Akses 23-11-2018</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/07/01/testing-implementasi-bagaimanatemplate-model-pengujian-aplikasi-perusahaan/">Testing &#038; Implementasi: BagaimanaTemplate &#038; Model Pengujian Aplikasi Perusahaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/07/01/testing-implementasi-bagaimanatemplate-model-pengujian-aplikasi-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">840</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agile &#038; Scrum</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2020 06:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[ceritahosting.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pengantar Scrum]]></category>
		<category><![CDATA[Project Scrum]]></category>
		<category><![CDATA[Scrum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agile &#38; Scrum Agile Agile Development Methods adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun.&#160; Agile development methods merupakan salah satu dari Metodologi pengembangan perangkat lunak yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Agile memiliki pengertian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/">Agile &#038; Scrum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:18pt"><strong>Agile &amp; Scrum<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 28pt">
<p style="text-align: justify; margin-left: 28pt"><span style="font-family:Arial; font-size:16pt"><span style="color:black"><strong>Agile</strong></span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 28pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><span style="color:black"><strong><em>Agile Development Methods</em></strong> adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun.&nbsp;</span><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify; margin-left: 28pt"><span style="font-family:Arial; font-size:12pt"><span style="color:black"><strong><em>Agile development methods</em></strong> merupakan salah satu dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi_pengembangan_perangkat_lunak">Metodologi pengembangan perangkat lunak</a> yang digunakan dalam pengembangan perangkat lunak. Agile memiliki pengertian bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, dan waspada, Sehingga saat membuat perangkat lunak dengan menggunakan <em>agile development methods</em> diperlukan inovasi dan responsibiliti yang baik antara tim pengembang dan klien agar kualitas dari perangkat lunak yang dihasilkan bagus dan kelincahan dari tim seimbang.</span><br />
</span></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 28pt"><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/06/062920_0638_AgileScrum1.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"></p>
<p style="text-align: center; margin-left: 28pt"><span style="color:black; font-family:Arial"><strong>Gambar.Agile Metodologi</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:16pt"><strong>Bagaimana dengan Scrum??<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<h2><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:16pt">METODE SCRUM<br />
</span></h2>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Metode SCRUM, menurut (Schwaber &amp; Sutherland, 2011):<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Scrum adalah suatu metodologi atau kerangka kerja yang terstruktur untuk pengembangan produk yang kompleks. Scrum terdiri dari sebuah tim yang memiliki peran dan tugas masing-masing].<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Setiap komponen dalam kerangka melayani tujuan tertentu dan sangat penting untuk kesuksesan penggunaan scrum.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/06/062920_0638_AgileScrum2.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong><em>Gambar metodologi Scrum<br />
</em></strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Langkah-langkah aktifitas dengan menggunakan metodologi Scrum adalah sebagai berikut :<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Product Backlog<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Bagian pertama yang perlu dilakukan adalah membuat kumpulan hal-hal yang diperlukan dan harus tersedia dari produk atau dalam hal ini adalah sistem yang akan dibangun.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Sprint Backlog<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Langkah ini adalah membuat perencanaan dengan dilakukkan pertemuan antara developer dan user, yang akan berkolaborasi untuk memilih product backlog untuk dimasukkan kedalam proses Sprint. Hasil pertemuan tersebut di sebut Sprint Backlog.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Sprint<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Dalam Scrum, Sprint adalah sebuah kerangka waktu yang berdurasi maksimal 1 bulan untuk mengembangkan produk yang berpotensi untuk dirilis. Dalam Sprint terdapat 2 pekerjaan, yaitu :<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Pertemuan Harian (Daily Standup Meeting)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Merupakan pertemuan dimana setiap 24 jam (1 hari), tim pengembang bertemu untuk membahas perkembangan produk. Hal ini kami lakukan tidak secara langsung, tetapi via dunia maya melalui Skype ataupun Whatsapp.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Refleksi Sprint<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Merupakan pertemuan yang dilakukan setiap bulannya yang bertujuan untuk membahas hal dari Sprint Backlog yang telah berjalan dan telah berhasil dikerjakan, serta dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk Sprint yang berikutnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt"><strong>Increment<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Increment merupakan hasil dari seluruh hal dalam Product Backlog yang telah selesai dikerjakan pada seluruh Sprint. Pada akhir Sprint, Increment harus sudah benar-benar selesai, yang berarti harus dalam keadaan yang useable.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Scrum sendiri memiliki prinsip :<br />
</span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Ukuran tim yang kecil melancarkan komunikasi, mengurangi biaya, dan memberdayakan satu sama lain.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Proses dapat beradaptasi terhadap perubahan dan bisnis.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Proses menghasilkan beberapa software increment.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Pembangunan dan orang yang membangun dibagi dalam tim yang kecil.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Proses scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan.<br />
</span></div>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Semoga bermanfaat<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="color:black; font-family:Arial; font-size:12pt">Salam Sukses<br />
</span></p>
</li>
</ol>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/">Agile &#038; Scrum</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/06/29/agile-scrum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 6</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2020 09:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[fight covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Prototype IT]]></category>
		<category><![CDATA[Prototyping]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall vs Agile]]></category>
		<category><![CDATA[Why Agile]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indikator Materi: Mengetahui penggunaan Agile modelling &#38; Prototyping Pengantar Agile Agile Value dan Agile Principles&#160; Agile Manifesto ditemukan pada 11-13 Februari 2001 di The Lodge, salah satu resort di Utah, Amerika Serikat yang terdiri dari 4 values dan 12 principles.&#160; Agile adalah sebuah mindset untuk dapat bertindak cepat, adaptif dan fleksibel yang terdiri dari 4 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/">ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 6</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p style="font-size:18px"><strong><u>Indikator Materi:</u></strong></p>



<ul><li>Mengetahui penggunaan Agile modelling &amp; Prototyping</li></ul>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Pengantar Agile</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong><em><u>Agile Value dan Agile Principles&nbsp;</u></em></strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>Agile Manifesto </strong>ditemukan pada 11-13 Februari 2001 di The Lodge, salah satu resort di Utah, Amerika Serikat yang terdiri dari 4 <em>values </em>dan 12 <em>principles</em>.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Agile </strong>adalah sebuah <strong>mindset </strong>untuk dapat bertindak <strong>cepat, adaptif </strong>dan <strong>fleksibel </strong>yang terdiri dari 4 <em>values </em>dan 12 <em>principles</em>.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Pentingnya Agile bagi <em>Business User&nbsp;</em></strong></p>



<ol><li>Time to Market </li><li>Ability to Change </li><li>Accelerate Product Delivery &amp; Feasibility </li><li>Customer Satisfaction </li><li>Business Existency </li></ol>



<p style="font-size:18px"><strong>Pentingnya Agile bagi <em>Project Team&nbsp;</em></strong></p>



<ol><li>Collaboration IT &amp; Business </li><li>Removed Silo Mindset </li><li>Self Organized </li></ol>



<p style="font-size:18px"><strong>4 Agile <em>Value&nbsp;</em></strong>terdiri dari:</p>



<ol><li>Individuals and interactions over processes and tools </li><li>Working software over comprehensive documentation </li><li>Customer collaboration over contract negotiation </li><li>Responding to change over following a plan </li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="292" height="266" src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-82.png?resize=292%2C266&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-454" data-recalc-dims="1"/></figure></div>



<p class="has-text-align-center"><strong>Gambar. Agile Value</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>12 Principles Agile</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="459" height="594" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-84.png?resize=459%2C594&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-456" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-84.png?w=459&amp;ssl=1 459w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-84.png?resize=232%2C300&amp;ssl=1 232w" sizes="(max-width: 459px) 100vw, 459px" data-recalc-dims="1" /><figcaption><br><br><br>Penjelasan secara mudah sebagai berikut dari sumber <a href="https://medium.com/au-ppl/bedah-12-prinsip-agile-98c756ecf0e4">https://medium.com/au-ppl/bedah-12-prinsip-agile-98c756ecf0e4</a></figcaption></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong>1. Prioritaskan Kepuasan Klien</strong></p>



<p style="font-size:18px">Ada klien meminta dibuatkan perangkat lunak yang sesuai dengan keinginan klien. Bagaimana cara tahu produk yang dibuat itu sesuai? Tentu saja meihat apakah kliennya puas atau tidak.</p>



<p style="font-size:18px"><em>Sounds simple, right</em>? <em>Not really</em>. Terkadang apa yang diinginkan klien pada awal perencanaan, dapat berubah ketika ia melihat produk kita. Nah, kalau sampai begitu, harus kerja lagi, deh.</p>



<p style="font-size:18px">Lantas, bagaimana menyikapinya? Kita harus melakukan delivery product secara rutin, agar kita mendapat feedback dari klien untuk pengembangan kedepan, sehingga hasil akhir product benar-benar akan memuaskan pelanggan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. Menerima Perubahan Kebutuhan</strong></p>



<p style="font-size:18px">Seperti yang dijelaskan pada prinsip nomer 1, klien terkadang merubah kebutuhan produk setelah mencoba hasil produk yang dikembangkan. Dalam hal ini, tim developer harus siap menerima pekerjaan tambahan, dan merubah rencana pengembangan jika dirasa perlu. <em>Well, Customer always right</em>.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>3. Rilis Produk Secara Rutin</strong></p>



<p style="font-size:18px">Untuk mendapatkan <em>feedback</em> dari klien, kita harus mengirim produk secara berkala untuk klien. Nah, pengiriman produk tersebut tidak bisa hanya ketika memang butuh <em>feedback</em>, harus dilakukan secara rutin. Semakin pendek jangka waktunya, akan semakin baik.</p>



<p style="font-size:18px">Selain berguna untuk proses pengembangan perangkat lunak, rilis produk secara rutin juga meningkatkan kepercayaan klien pada tim <em>developer</em>. Kalaupun memang hasil rilisnya tidak sebagus yang diharapkan, setidak klien mengetahui kalau tim <em>developer</em> memang mengerjakan proyek yang diminta dengan konstan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>4. Kolaborasi</strong></p>



<p style="font-size:18px">Meskipun klien bukan bagian dari tim developer, klien tetap merupakan bagian dari tim proyek. Oleh karena itu, tim developer tetap harus mengikutsertakan klien dalam proses pengembangan perangkat lunak, karena toh, produk yang dikembangkan dalam proyek juga diperuntukkan kepada klien.</p>



<p style="font-size:18px">Caranya? Seringlah bertanya kepada klien tentang apa yang ia butuhkan secara detil, setiap kali developer meminta feedback kepada klien. Feedback dari klien terkadang masih bersifat umum, sehingga perlu ditanyakan kembali, apa yang sebenarnya kurang secara detil.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>5. Bekerja dengan Individu yang Bersemangat</strong></p>



<p style="font-size:18px">Kenapa anda tekun dalam main <em>game</em>? Karena anda suka main <em>game</em>! Karena anda suka main <em>game</em>, jadinya anda bersemangat main <em>game</em>. …Oke mungkin tidak semua suka main game.</p>



<p style="font-size:18px">Terus hubungannya apa? Coba ganti kata <em>game </em>dengan bekerja. Kalau anda semangat bekerja, maka anda akan tekun bekerja. Jika anda tekun bekerja, maka produk akan semakin baik, karena anda benar-benar memperhatikan apa yang kurang dalam produk anda.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>6. Komunikasi Tatap Muka</strong></p>



<p style="font-size:18px">Banyak hal yang kalau dikomunikasikan secara tertulis akan sulit, atau bahkan ada yang tidak bisa dikomunikasikan tertulis sama sekali. Karena itu, komunikasi tatap muka lebih baik dan efisien dibanding komunikasi tertulis.</p>



<p style="font-size:18px">Pada Agile, tim developer dan klien sering melakukan sesi tatap muka untuk membahas produk yang dikembangkan. Dengan komunikasi seperti ini, terjalin kesepahaman yang lebih erat, sehingga produk yang dihasilkan lebih optimal.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>7. Kunci Keberhasilan adalah Produk yang Bekerja</strong></p>



<p style="font-size:18px">Ya, mungkin ini adalah prinsip yang agak kontroversial, namun memang kenyataannya begitu. Saya tidak akan membahas mengenai apakah ini berarti klien akan menerima produk selama produk yang dikembangkan bekerja.</p>



<p style="font-size:18px">Yang ingin saya bahas adalah, dalam pengembangan perangkat lunak, kita tidak dapat memaksakan cara pengembangan kode milik kita, dengan anggota lain. Setiap anggota memiliki cara koding masing-masing, dan hal itu sangat lumrah. Yang terpenting adalah bagaimanapun cara setiap anggota <em>ngoding</em>, produk tetap bekerja dengan optimal.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>8. Kecepatan yang Konstan</strong></p>



<p style="font-size:18px">Ada alasan mengapa perlu adanya rilis produk secara rutin. Rilis rutin akan memicu tim <em>developer</em> untuk mengembangkan proyek secara konstan, sehingga kecepatan pengembangnya pun konstan.</p>



<p style="font-size:18px">Kecepatan yang konstan akan mengurangi resiko ketidaktelitian, karena pekerjaan yang konstan akan memperhatikan setiap detil akan apa yang dikerjakan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>9. Perhatian terhadap Keunggulan Teknis dan Desain yang baik</strong></p>



<p style="font-size:18px">Salah satu tuntutan tim <em>developer</em> adalah mampu mengikuti perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi akan menyajikan desain dan teknis baru yang (biasanya) lebih baik.</p>



<p style="font-size:18px">Menjadi tugas bagi tim developer untuk belajar dan mengikuti pekermbangan teknologi, untuk hasil produk yang maksimal.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>10. Kesederhanaan itu Penting</strong></p>



<p style="font-size:18px">Tuntutan mengikuti teknologi, bekerja secara konstan, komunikasi tatap muka. Sangat banyak energi yang harus dikerahkan untuk mengembangkan perangkat lunak, belum lagi urusan di luar proyek yang tidak kalah memelelahkannya.</p>



<p style="font-size:18px">Saya tahu untuk beberapa orang yang perfeksionis, hal ini menimbulkan kontra, namun terkadang ada baiknya bekerja hanya sesuai keinginan klien, tidak perlu menambahkan fitur-fitur lain diluar hasil diskusi dengan klien. Ingat, anda bukan robot.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>11. Mengelola Diri Sendiri</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pada akhirnya kita hanya manusia biasa. Kita tidak dapat memperkirakan semuanya dari awal sampai akhir. Bahkan, sekalipun sudah berdiskusi dengan klien, terkadang belum jelas di benak kita, seperti apa produk yang diinginkan.</p>



<p style="font-size:18px">Untuk itulah tim <em>developer</em> mengembangkan produk secara progresif. Awalnya produk tidak terlalu baik, namun setelah mendapat <em>feedback </em>dan belajar lagi, produk yang dirilis semakin lama semakin baik.</p>



<p style="font-size:18px">Itulah cara kerja <em>Agile Development</em>. Kita tidak dituntut tahu semua dari awal sampai akhir, namun menemukan gambaran utuh sembari mengembangkan produk.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>12. Refleksi dan Penyesuaian</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pernah merasa serba salah ketika mengembangkan perangkat lunak? Atau mungkin anda ingin sesaat melihat kebelakang, apa yang sudah anda kerjakan? Saatnya berhenti sejenak dan merefleksikan apa yang sudah kita lakukan.</p>



<p style="font-size:18px">Manusia punya batasan, tidak dapat terus menerus belajar dan bekerja. Untuk itulah, terkadang kita perlu refleksi sejenak dan merenungkan apa yang telah kita lakukan. Apa yang baik dan buruk, yang harus diteruskan atau yang harus dihentikan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Waterfall Versus Agile</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="306" height="198" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-86.png?resize=306%2C198&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-458" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-86.png?w=306&amp;ssl=1 306w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-86.png?resize=300%2C194&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 306px) 100vw, 306px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong><em>What is Waterfall?&nbsp;</em></strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong><em>Waterfall </em></strong>adalah metodologi pengembangan perangkat lunak pertama, yang diwarisi dari industri manufaktur dan konstruksi di mana <em>team project </em>tidak mampu untuk beralih ke tahap sebelumnya.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Perbedaan <em>Agile </em>dan <em>Waterfall&nbsp;</em></strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>1. Ability to Change&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: </em><strong>Tidak memberikan ruang </strong>untuk merubah scope.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: </em><strong>Memberikan ruang </strong>terhadap perubahan scope.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. Business Value&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: </em>Value hanya dapat <strong>dirasakan pada akhir projek.&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: </em>Value dapat <strong>dirasakan tiap akhir sprint.</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>3. Risk&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: </em><strong>Perencanaan jangka panjang </strong>lebih resiko.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: </em><strong>Perencanaan jangka pendek </strong>yang selalu <em>adapt </em>tiap sprint.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>4. Visibility&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: Business user </em><strong>hanya bisa mendapat laporan</strong>.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: Visibility </em>dapat <strong>terlihat tiap akhir sprint</strong>.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Kesimpulan: Kenapa Agile Now?</strong></p>



<p style="font-size:18px">Metode pengembangan perangkat lunak Agile tidak menjamin kesuksesan. Masalah masih bisa muncul dalam proses pengembangan. Komunikasi di antara anggota tim bisa salah. Alat teknologi bisa gagal. Pelanggan pada akhirnya tidak puas dengan produk.</p>



<p style="font-size:18px">Penting juga untuk diingat bahwa dengan Agile itu bukan proposisi satu ukuran untuk semua. Organisasi yang berbeda memiliki kebutuhan dan tantangan yang unik, baik secara internal maupun eksternal. Apa yang bekerja dengan baik untuk satu perusahaan mungkin tidak bekerja dengan baik untuk yang lain.</p>



<p style="font-size:18px">Tetapi potensi manfaat Agile tampaknya membuat metode ini layak dipertimbangkan untuk perusahaan mana pun yang memproduksi perangkat lunak. Sebagaimana dicatat dalam laporan tentang pasar Agile oleh Transparency Market Research, “mengingat perkembangan teknologi yang cepat terjadi, bisnis saat ini harus dinamis, dapat mencapai waktu-ke-pasar yang lebih cepat dan pada saat yang sama mengurangi biaya. Teknologi adalah faktor penting di mana kesuksesan bisnis bergantung. Ini panggilan untuk TI untuk menjadi inovatif, dapat diandalkan dan beradaptasi dengan perubahan persyaratan. &#8220;</p>



<p style="font-size:18px">Pengembangan tangkas &#8220;mempromosikan pendekatan disiplin untuk proses dan melibatkan pemeriksaan dan adaptasi pada berbagai tahap pengembangan perangkat lunak,&#8221; kata laporan itu. “Ini menuntut akuntabilitas dan hasil dalam mendorong penggunaan praktik-praktik teknik terbaik, yang menghasilkan pengiriman cepat perangkat lunak berkualitas dan pendekatan bisnis yang selaras dengan kebutuhan pelanggan.”</p>



<p style="font-size:18px">Dengan menjamurnya teknologi, perangkat, dan aplikasi, layanan di belakangnya sangat penting, Transparency Market mengatakan, mengakibatkan industri TI perlu semakin mengelola layanan yang disediakannya. Ini, dikombinasikan dengan persyaratan untuk memberikan nilai lebih, kemungkinan akan mendorong pertumbuhan layanan pengembangan Agile.</p>



<p style="font-size:18px">Semakin banyak organisasi bergerak menuju transformasi digital dan berupaya meningkatkan kemampuan manajemen data mereka, Agile kemungkinan akan memainkan peran yang lebih besar. Sebuah laporan oleh perusahaan konsultan McKinsey &amp; Company, &#8220;Menggunakan Agile untuk Mempercepat Transformasi Data Anda,&#8221; mencatat bahwa pendekatan Agile untuk migrasi dan manajemen data menyampaikan sejumlah manfaat penting, tidak sedikit dari yang menyatakan decutter lanskap informasi bisnis.</p>



<p style="font-size:18px">&#8220;Data dari banyak basis data, fungsi, dan unit bisnis dapat digabungkan dan diakses lebih mudah,&#8221; kata laporan itu. “Perusahaan dapat menyadari nilai langsung dari seringnya merilis solusi manajemen data yang minimal. Melalui penambangan data yang dimungkinkan oleh pengembangan danau data yang komprehensif, perusahaan juga dapat mengidentifikasi peluang bisnis baru. Dan jika unit bisnis terlibat dalam migrasi data sejak awal, mereka dapat memanfaatkan peluang yang muncul ini lebih cepat atau membantu organisasi TI memprioritaskan inisiatif transformasi data dan digital. ”</p>



<p style="font-size:18px">Agile tidak lagi hanya sebuah metodologi untuk pengembangan perangkat lunak atau manajemen operasi, perusahaan mengatakan: &#8220;Ini menjadi kemampuan penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengelola data mereka secara lebih strategis dan memberikan pengalaman pelanggan multichannel yang mulus &#8211; yang, dalam era digitalisasi ini , adalah setiap perusahaan. &#8220;</p>



<p style="font-size:18px">Para pemimpin teknologi dan bisnis akan lebih bijaksana untuk membiasakan diri dengan Metode Agile, jika mereka belum melakukannya. Bagi banyak organisasi, ini merepresentasikan cara kerja dicapai dalam era transformasi digital.</p>



<p style="font-size:18px"><a href="https://www.planview.com/fr/resources/guide/agile-methodologies-a-beginners-guide/basics-benefits-agile-method/">https://www.planview.com/fr/resources/guide/agile-methodologies-a-beginners-guide/basics-benefits-agile-method/</a></p>



<p style="font-size:18px" class="has-text-align-center"><strong>Prototyping</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>Prototipe</strong> adalah model kerja dasar dari pengembangan sebuah program (software) atau perangkat lunak. <strong>Prototipe dalam</strong> Bahasa Inggris “<strong>prototype</strong>” disebut juga dengan purwarupa. <strong>Prototipe</strong> biasanya dibuat sebagai model untuk tujuan demonstrasi atau sebagai bagian dari proses pengembangan atau pembuatan sebuah software.</p>



<p style="font-size:18px"><strong><u>Prototyping</u></strong> adalah proses pembuatan model sederhana software yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Prototyping memberikan fasilitas bagi pengembang dan pemakai untuk saling berinteraksi selama proses pembuatan, sehingga pengembang dapat dengan mudah memodelkan perangkat lunak yang akan dibuat. Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan.</p>



<p style="font-size:18px">Model tersebut dapat berupa tiga bentuk :</p>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<ol><li>Prototipe kertas atau model berbasis komputer yang menjelaskan bagaimana interaksi antara pemakai dan komputer.</li><li>Prototipe yang mengimplementasikan beberapa bagian fungsi dari perangkat lunak  yang sesungguhnya. Dengan cara ini pemakai akan lebih mendapatkan gambaran tentang program yang akan dihasilkan, sehingga dapat menjabarkan lebih rinci kebutuhannya.</li><li>Menggunakan perangkat lunak yang sudah ada. Seringkali pembuat software memiliki beberapa program yang sebagian dari program tersebut mirip dengan program yang akan dibuat.</li></ol>
</div></div>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="320" height="240" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-88.png?resize=320%2C240&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-460" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-88.png?w=320&amp;ssl=1 320w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-88.png?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px">Proses-proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>



<p style="font-size:18px"><strong>1. Pengumpulan kebutuhan: </strong>developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. &nbsp;Perancangan: </strong>perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>3.&nbsp; &nbsp;Evaluasi Prototype: </strong>klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.</p>



<p style="font-size:18px">Terdapat tiga pendekatan utama prototyping, yaitu:</p>



<p style="font-size:18px">1. &nbsp; <strong>&nbsp; &nbsp;THROW-AWAY</strong></p>



<p style="font-size:18px">Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype digunakan untuk membuat produk akhir (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai).</p>



<p style="font-size:18px">2<strong>. &nbsp; &nbsp; &nbsp;INCREMENTAL</strong><strong></strong></p>



<p style="font-size:18px">Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan haya ada satu tetapi dibagi dalam komonen-komponen lebih kecil yang terpisah (independent).</p>



<p style="font-size:18px">3. &nbsp; &nbsp; <strong>&nbsp;EVOLUTIONARY</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.</p>



<p style="font-size:18px">Teknik-teknik prototyping meliputi:</p>



<p style="font-size:18px"><strong>1. &nbsp; &nbsp; &nbsp;Perancangan Model</strong></p>



<p style="font-size:18px">Perancangan awal software oleh pengembang untuk dimodelkan sebagai gambaran awal kepada user/pengguna.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. &nbsp; &nbsp; &nbsp;Perancangan Dialog</strong></p>



<p style="font-size:18px">Perancangan menu-menu pada software yang dibuat, dengan maksud agar user/pengguna dapat dengan mudah menggunkaannya.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>3. &nbsp; &nbsp; &nbsp;Simulasi</strong></p>



<p style="font-size:18px">Proses percobaan software kepada calon user sebelum software dinyatakan layak pakai.</p>



<p style="font-size:18px">Keunggulan dan Kelemahan Prototyping adalah sebagai berikut :</p>



<p style="font-size:18px"><strong><u>A. &nbsp; &nbsp;Keunggulan prototyping :</u></strong></p>



<ol><li>Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.</li><li>Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.</li><li>Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system.</li><li>Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system.</li><li>Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya</li></ol>



<p style="font-size:18px"><strong><u>B. &nbsp; &nbsp; Kelemahan prototyping :</u></strong></p>



<ol><li>Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.</li><li>Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .</li><li>Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.</li></ol>



<p class="has-text-align-center"><strong>PUSTAKA</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="602" height="252" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-91.png?resize=602%2C252&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-463" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-91.png?w=602&amp;ssl=1 602w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-91.png?resize=300%2C126&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" data-recalc-dims="1" /></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/">ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 6</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">451</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
