Testing & Implementasi:

Bagaimana Template & Model Pengujian Aplikasi Perusahaan

Materi:

  • Mengetahui templates dan model pengujian yang digunakan perusahaan untuk pengujian

Semangat Pagi.

HI mahasiswa system & Teknologi Informasi Indonesia. Saat anda sudah bekerja di sebuah IT Dept atau IT Company, seluruh product yang anda buat akan dihadapkan dalam sebuah pengujian , agar aplikasi yang anda buat tersebut layak digunakan atau istilah ter-implementasikan .

Waterfall, SDLC, Agile Development & QA testing sudah menjadi rujukan baku yang sering digunakan di dunia IT.

Sample SDLC Project

Dalam pengembangan sistem informasi terdapat proses yang disebut dengan Pengujian (testing).

  • Proses testing tersebut yaitu suatu proses menjalankan program atau sistem yang bertujuan untuk menemukan kesalahan/kegagalan pada perangkat lunak/aplikasi.
  • Testing juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang berfokus untuk melakukan evaluasi terhadap kemampuan sebuah program atau sistem dan memastikan bahwa program atau sistem tersebut sudah memenuhi kebutuhan.

Kapan Proses Pengujian berakhir?

Proses pengujian dapat dikatakan berakhir yaitu ketika :

  • Pengujian dari sistem sudah tidak dapat dilakukan, dikarenakan biaya yang dibutuhkan terlalu besar.
  • Sumber daya pengujian sudah habis.
  • Perangkat lunak yang dihasilkan sudah memenuhi kebutuhan.
  • Keuntungan dalam melanjutkan suatu proses pengujian sudah tidak dapat dilakukan justifikasi terhadap biaya tambahan yang dibutuhkan.

Tahapan Testing


Tahapan Pengujian (Test Phases) terdiri dari :

  • Pengujian Unit (Unit Testing) Pengujian terhadap unit terkecil pembangun sistem seperti class, function, dan kode program. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan sebelum digabungkan menjadi unit yang lebih besar. Pengujian ini biasanya dilakukan oleh programmer untuk menguji kode program yang dibuatnya
  • Pengujian Komponen atau Sub Sistem (Component or Subsystem Testing) Tahap berikutnya yaitu menguji subsistem / modul-modul kecil dari suatu sistem yang dibangun secara masing-masing atau tersendiri sebelum modul-modul tersebut digabungkan.

    Dalam hal ini contohnya yaitu menguji modul Logistic pada sistem ERP yang dibangun atau menguji modul Production.

  • Pengujian Pilot (Pilot Test) Pada tahap terakhir dari testing yaitu menguji sistem pada lingkungan sesungguhnya yaitu dengan cara menjalankan aktivitas operasional sehari-hari menggunakan sistem baru tersebut pada komputer masing-masing. Hal ini perlu dilakukan agar sistem benar-benar siap untuk mensupport kegiatan operasional sesungguhnya.

Keuntungan:

  • Pengujian secara struktural akan menjamin stabilitas dari produk.
  • Pengujian komponen/per bagian dapat dilakukan terlebih dahulu.
  • Memungkinkan bug / error dapat ditemukan secara dini.
  • Dapat menghasilkan matrik yang lebih baik dan dapat menggunakan teknik best- practise dalam proses pengujian yang dilakukan.
  • Mampu menyediakan milestones yang nyata sehingga pengukuran waktu  penyelesaian dari pengujian dapat dilakukan.

Dalam pembahasan kali ini, kami berikan Test Plan Template
didalam pengujian, seperti apa, mari kita ikuti:

Template Pengujian(Sample):

TEST PLAN TEMPLATE:

  • Overview
  • Bounds
  • Scope
  • Definitions
  • Setting
  • Quality Risks
  • Proposed Schedule of Milestones
  • Transitions
  • Entry Criteria
  • Stopping Criteria
  • Exit Criteria
  • Test Configurations & Environments
  • Test System Development
  • Test Execution
  • Key Participants
  • Test Case & Bug Tracking
  • Bug Isolation & Classification
  • Release Management
  • Test Cycles
  • Test Hours
  • Risk & Contingencies
  • Change History
  • Referenced Documents
  • Frequently Asked Questions

  • Test Plan adalah sebuah rencana pengujian untuk menentukan kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada saat testing sebagai panduan atau acuan agar proses testing dapat memastikan bahwa sistem yang dibuat sesuai dengan requirement. Kemudian test plan juga dapat membantu agar proses pengujian dapat sesuai jadwal agar sistem yang dibuat dapat selesai tepat waktu .

    Catatan:

Template rencana pengujian tersebut hanya sebagai panduan dan tidak selalu harus menggunakan seluruh bagian template, tetapi digunakan sesuai dengan kebutuhan, dan dapat juga bisa ditambahkan atau dikurangi

  • Overview

    Penjelasan mengenai rencana pengujian yang akan dilaksanakan, tujuan  pengujian, metodologi yang digunakan, dan obyek pengujian.

  • Bounds

    Menjelaskan tentang apa saja yang akan diuji dan yang tidak diuji serta memberikan definisi istilah-istilah yang berhubungan dengan proses pengujian yang akan dilakukan.

  • Scope Batasan mengenai apa saja yang akan diperhatikan dan apa yang tidak akan diperhatikan selama proses pengujian.
  • Definition Penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan
  • Setting (Lokasi) Penjelasan mengenai lokasi pengujian

  • Quality Risk

    Rangkuman dari hasil analisa kualitas resiko yang dilakukan sebelumnya atau memberikan referensi ke pembaca untuk melihat ke dokumen analisa resiko kualitas.

  • Proposed Schedule of Milestone

    Berisikan jadwal dari setiap kegiatan utama yang dilakukan pada saat pengujian. Daftar kegiatannya dapat digali dari work-breakdown-structure .

  • Transition

    Bagian ini berisi kriteria yang penting untuk mengetahui mulai dan akhir dari  berbagai tahap-tahap pengujian.

    Kriteria-kriteria ini adalah:

    entry, exit, dan continuation criteria  atau entry, stopping  , dan  suspension/resumption criteria.

    Entry Criteria

    Kriteria masuk menjelaskan mengenai persyaratan yang harus terpenuhi oleh sebuah sistem sebelum berpindah ke dalam tahapan pengujian.

    • Continuation Criteria

    Mendefinisikan kondisi dan situasi yang harus dipenuhi dalam proses  pengujian supaya proses pengujian dapat dilanjutkan secara efektif dan efisien.

    Exit Criteria

    Kriteria yang menyatakan bahwa suatu pengujian telah lengkap.

  • Test Configurations and Environments

    Dokumentasi mengenai perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),  jaringan (network), dan juga lokasi testing yang akan digunakan dalam pengujian.

  • Test System Development

    Dalam proses pengujian diperlukan test cases, test tools, test procedures, test suites, automated test scripts, dan lain-lain sebagai satu kesatuan yang disebut test systems (sistem pengujian). Semua komponen tersebut harus dikembangkan/dibuat sebelum dilakukan proses pengujian.

    Proses pembuatan /  pengembangan komponen test system disebut test system development

  • Test Execution

    Pelaksanaan proses pengujian akan dipengaruhi oleh beberapa faktor :

    Key Participants Menjelaskan anggota tim pengujian dan peranannya masing-masing.

    Test Case and Bug Tracking Menjelaskan sistem yang digunakan untuk mengelola dan menulusuri error dan bug yang muncul pada test case atau kasus pengujian. Penelusuran kasus pengujian dapat menggunakan  spreadsheet  atau database yang digunakan untuk mengelola dan mengontrol seluruh kasus  pengujian dalam test suites.

    Bug tracking digunakan dalam proses  pengelolaan bug (kesalahan) yang diperoleh selama pengujian.

    • Bug Isolation and Classification

    Bagian dari rencana pengujian ini menjelaskan bagaimana mengklasifikasikan laporan kesalahan. Klasifikasi tersebut akan dikelompokan menjadi beberapa kategori yang mengindikasikan  bagaimana kesalahan harus dikomunikasikan dan ditangani

    – Test Release Management Pengelolaan dokumen mengenai revisi, hasil, atau komponen yang diberikan pengembang kepada tim pengujian untuk dilakukan proses  pengujian. Penyerahan dokumen tersebut penting untuk dikelola dengan  baik untuk menghindari terjadinya kekacauan.

    – Test Cycle Menjalankan satu, beberapa, atau seluruh test suite yang sudah direncanakan pada suatu fase pengujian sebelumnya.

    Test Hours Dalam beberapa kasus dibutuhkan untuk menentukan waktu dari  pengujian secara spesifik.

  • Risks and Contingency

    Mendeskripsikan potensi atau kejadian yang dapat membuat suatu rencana  pengujian menjadi sulit dilakukan atau bahkan tidak mungkin untuk dijalankan.

  • Change History

    Dokumen yang mencatat setiap proses perubahan yang dilakukan terhadap rencana pengujian.

  • Referenced Documents

Memberikan referensi kepada setiap dokumen seperti spesifikasi rancangan, kebutuhan, rangkaian pengujian (test suites) dan juga dokumen lainnya, untuk menghindari terjadinya duplikasi atau pengulangan.

  • Frequently Asked Questions (FAQ)

    Memasukan FAQ untuk membantu proses pengujian yang melibatkan orang-orang yang baru terlibat

Demikian pembelajaran kita hari ini, semoga bermanfaat

Salam Sukses

PUSTAKA