<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Modul Konsep system Informasi &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<atom:link href="https://ceritahosting.com/tag/modul-konsep-system-informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<description>Cerita Teknologi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2020 00:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.15</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-8437175d-f20a-4d92-9289-8b4d42b92879_200x200.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Modul Konsep system Informasi &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175363151</site>	<item>
		<title>Sistem Informasi Management-Dukungan SIM terhadap kualitas produk dan jasa</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/11/16/sistem-informasi-management-dukungan-sim-terhadap-kualitas-produk-dan-jasa/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/11/16/sistem-informasi-management-dukungan-sim-terhadap-kualitas-produk-dan-jasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2020 00:39:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan sim terhadap kualitas produk dan jasa]]></category>
		<category><![CDATA[materi perkuliahan sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Konsep system Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[modul SIM]]></category>
		<category><![CDATA[TQM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1166</guid>

					<description><![CDATA[<p>TOPIK PERKULIAHAN: Dukungan SIM terhadap kualitas produk dan jasa Definisi: Pengertian Kualitas Produk  Kualitas produk adalah kondisi fisik, fungsi dan sifat suatu produk baik barang atau jasa berdasarkan tingkat mutu yang diharapkan seperti durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, reparasi produk serta atribut produk lainnya dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen atau pelanggan. Menurut Kotler [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/16/sistem-informasi-management-dukungan-sim-terhadap-kualitas-produk-dan-jasa/">Sistem Informasi Management-Dukungan SIM terhadap kualitas produk dan jasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TOPIK PERKULIAHAN:
</p>
<p><strong>Dukungan SIM terhadap kualitas produk dan jasa<br />
</strong></p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Definisi:<br />
</strong></span></p>
<p><strong>Pengertian Kualitas Produk </strong>
	</p>
<p>Kualitas produk adalah kondisi fisik, fungsi dan sifat suatu produk baik barang atau jasa berdasarkan tingkat mutu yang diharapkan seperti durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, reparasi produk serta atribut produk lainnya dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen atau pelanggan.
</p>
<ul>
<li><strong>Menurut Kotler dan Armstrong (2012), </strong>kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal ini termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk, juga atribut produk lainnya. 
</li>
<li><strong>Menurut Nasution (2005), </strong>kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, manusia/tenaga kerja, proses dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan konsumen. 
</li>
<li><strong>Menurut Tjiptono (2012), </strong>kualitas produk adalah tingkat mutu yang diharapkan dan pengendalian keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 
</li>
<li><strong>Menurut Prawirosentono (2002), </strong>kualitas produk adalah keadaan fisik, fungsi dan sifat suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan konsumen dengan memuaskan sesuai nilai uang yang dikeluarkan. 
</li>
<li><strong>Menurut Kotler dan Keller (2012), </strong>kualitas produk adalah kemampuan suatu barang untuk memberikan hasil atau kinerja yang sesuai bahkan melebihi dari apa yang diinginkan pelanggan.
</li>
<li><strong>Informasi adalah</strong><br />Sistem informasi &#8216;menangkap&#8217; data, menyimpannya, menggabungkannya, meringkasnya, dan mengelompokkannya menjadi informasi yang berarti bagi pimpinan untuk membuat keputusan. Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang telah memiliki arti bagi para penerimanya.
</li>
</ul>
<p>
 </p>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/111620_0039_SistemInfor1.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/>
	</p>
<p style="text-align: center">
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Manfaat Kualitas Produk </strong><br />
		</span></p>
<ol>
<li>Menurut Ariani (2003), terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dengan menciptakan kualitas produk yang baik, yaitu:<br /><strong>Meningkatkan reputasi perusahaan</strong>. Perusahaan atau organisasi yang telah menghasilkan suatu produk atau jasa yang berkualitas akan mendapatkan predikat sebagai organisasi yang mengutamakan kualitas, oleh karena itu, perusahaan atau organisasi tersebut dikenal oleh masyarakat luas dan mendapatkan nilai lebih di mata masyarakat.
</li>
<li><strong>Menurunkan biaya</strong>. Untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas perusahaan atau organisasi tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi. Hal ini disebabkan perusahaan atau organisasi tersebut berorientasi pada (customer satisfaction), yaitu dengan mendasarkan jenis, tipe, waktu, dan jumlah produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan dan kebutuhan konsumen.
</li>
<li><strong>Meningkatkan pangsa pasar</strong>. Pangsa pasar akan meningkat bila minimasi biaya tercapai, karena organisasi atau perusahaan dapat menekan harga, walaupun kualitas tetap menjadi yang utama. 
</li>
<li><strong>Dampak internasional</strong>. Bila mampu menawarkan produk atau jasa yang berkualitas, maka selain dikenal di pasar lokal, produk atau jasa tersebut juga akan dikenal dan diterima di pasar internasional. 
</li>
<li><strong>Adanya tanggung jawab produk</strong>. Dengan semakin meningkatnya persaingan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, maka organisasi atau perusahaan akan dituntut untuk semakin bertanggung jawab terhadap desain, proses, dan pendistribusian produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 
</li>
<li><strong>Untuk penampilan produk</strong>. Kualitas akan membuat produk atau jasa dikenal, dalam hal ini akan membuat perusahaan yang menghasilkan produk juga akan dikenal dan dipercaya masyarakat luas. 
</li>
<li><strong>Mewujudkan kualitas yang dirasakan penting</strong>. Persaingan yang saat ini bukan lagi masalah harga melainkan kualitas produk, hal inilah yang mendorong konsumen untuk mau membeli produk dengan harga tinggi namun dengan kualitas yang tinggi pula.
</li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Dimensi Kualitas Produk </strong><br />
		</span></p>
<p>Menurut Gaspersz (2008), dimensi kualitas produk adalah sebagai berikut:<br /><strong>a. Kinerja (performance) </strong>
	</p>
<p>Kinerja adalah karakteristik operasi pokok dari produk inti dan dapat didefinisikan sebagai tampilan dari sebuah produk sesungguhnya. Performance sebuah produk merupakan pencerminan bagaimana sebuah produk itu disajikan atau ditampilkan kepada konsumen. Tingkat pengukuran Performance pada dasarnya mengacu pada tingkat karakteristik dasar produk itu beroperasi. Sebuah produk dikatakan memiliki Performance yang baik bilamana dapat memenuhi harapan. Bagi setiap produk/jasa, dimensi performance bisa berlainan, tergantung pada functional value yang dijanjikan oleh perusahaan. Untuk bisnis makanan, dimensi performance adalah rasa yang enak.<br /><strong><br />
		</strong></p>
<p><strong>b. Keandalan (reliability) </strong>
	</p>
<p>Keandalan adalah tingkat kendala suatu produk atau konsistensi keandalan sebuah produk didalam proses operasionalnya di mata konsumen. Reliability sebuah produk juga merupakan ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalam suatu periode waktu tertentu. Sebuah produk dikatakan memiliki reliability yang tinggi bilamana dapat menarik kepercayaan dari konsumen terkait kualitas keandalan sebuah produk. Dimensi performance dan reliability sekilas hampir sama tetapi mempunyai perbedaan yang jelas. Reliability lebih menunjukkan probabilitas produk menjalankan fungsinya.<br /><strong><br />
		</strong></p>
<p><strong>c. Keistimewaan tambahan (feature) </strong>
	</p>
<p>Keistimewaan adalah karakteristik sekunder atau pelengkap dan dapat didefinisikan sebagai tingkat kelengkapan atribut-atribut yang ada pada sebuah produk. Pada titik tertentu, performance dari setiap merek hampir sama tetapi justru perbedaannya terletak pada fiturnya. Ini juga mengakibatkan harapan konsumen terhadap dimensi performance relatif homogen dan harapan terhadap fitur relatif heterogen.<br /><strong><br />
		</strong></p>
<p><strong>d. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specifications) </strong>
	</p>
<p>Kesesuaian adalah sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya dan dapat didefinisikan sebagai tingkat dimana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan. Definisi diatas dapat dijelaskan bahwa tingkat conformance sebuah produk dikatakan telah akurat bilamana produk-produk yang dipasarkan oleh produsen telah sesuai perencanaan perusahaan yang berarti merupakan produk-produk yang mayoritas diinginkan konsumen.
</p>
<p>
 </p>
<p><strong>e. Daya tahan (durability) </strong>
	</p>
<p>Daya tahan berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan dan dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya tahan produk.<br /><strong><br />
		</strong></p>
<p><strong>f. Kemampuan melayani (service ability) </strong>
	</p>
<p>Kemampuan melayani meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi, serta penanganan keluhan yang memuaskan dan dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran kemudahan memperbaiki suatu produk yang rusak atau gagal. Disini artinya bilamana sebuah produk rusak atau gagal maka kesiapan perbaikan produk tersebut dapat diandalkan, sehingga konsumen tidak merasa dirugikan.<br /><strong><br />
		</strong></p>
<p><strong>g. Estetika (Aesthethics) </strong>
	</p>
<p>Estetika adalah keindahan produk terhadap panca indera dan dapat didefinisikan sebagai atribut-atribut yang melekat pada sebuah produk, seperti warna, model atau desain, bentuk, rasa, aroma dan lain-lain. Pada dasarnya Aesthetics merupakan elemen yang melengkapi fungsi dasar suatu produk sehingga kinerja sebuah produk akan menjadi lebih baik dihadapan konsumen.<br /><strong><br />
		</strong></p>
<p><strong>h. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) </strong>
	</p>
<p>Kualitas yang dipersepsikan merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya.
</p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Dimensi Kualitas Jasa</strong><br />
		</span></p>
<p>Suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Kualitas jasa terdiri atas lima dimensi antara lain, yaitu (Tjiptono, 2008).
</p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><strong>Reliabilitas (<em>Reliability</em>). </strong>Reliabilitas adalah berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk menyampaikan layanan yang dijanjikan secara akurat sejak pertama kali. 
</li>
<li><strong>Daya tanggap (<em>Responsiveness</em></strong>). Daya tanggap adalah berkenaan dengan kesediaan dan kemampuan penyedia layanan untuk membantu para pelanggan dan merespon permintaan konsumen dengan segara. 
</li>
<li><strong>Empati (<em>Empathy</em></strong>). Empati adalah berarti bahwa perusahaan memahami masalah para pelanggannya dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personal kepada para pelanggan dan memiliki jam operasi yang nyaman. 
</li>
<li><strong>Jaminan (<em>Assurance</em></strong>). <a href="http://tekug.blogspot.com/2016/09/jenis-jenis-mutu-menurut-perspektif.html">Jaminan</a> adalah berkenaan dengan pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka dalam menumbuhkan rasa percaya dan keyakinan pelanggan. 
</li>
<li><strong>Bukti fisik (<em>Tangibles</em></strong>). Bukti fisik adalah berkenaan dengan penampilan fisik fasilitas layanan, peralatan atau perlengkapan, sumber daya manusia, dan materi komunikasi perusahaan.
</li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>TQM<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li><strong>TQM</strong> adalah singkatan dari Total Quality Management—manajemen kualitas total.
</li>
</ul>
<p>Definisi inti dari prinsip ini menjelaskan pendekatan manajemen untuk kesuksesan jangka panjang melalui fokus kepada kepuasan pelanggan. Dalam upaya TQM, semua anggota organisasi berpartisipasi dalam meningkatkan proses, produk, layanan, dan budaya di perusahaan.
</p>
<ul>
<li><strong>Menurut Dan Ciampa dalam bukunya <em>Total Quality: A User&#8217;s Guide for Implementation</em>,</strong> TQM adalah upaya yang dijalankan seluruh organisasi untuk &#8220;menetapkan dan menciptakan iklim permanen, di mana karyawan terus meningkatkan kemampuan mereka untuk menyediakan produk dan layanan yang diminta oleh pelanggan yang akan menemukan nilai tertentu.&#8221;
</li>
<li><strong>&#8220;Total&#8221; </strong>menekankan bahwa departemen selain produksi (misalnya penjualan dan pemasaran, akuntansi dan keuangan, teknik dan desain) wajib meningkatkan operasi mereka.
</li>
<li><strong>&#8220;Manajemen&#8221; </strong>menekankan bahwa eksekutif berkewajiban untuk secara aktif mengelola kualitas melalui pendanaan, pelatihan, penempatan staf, dan penetapan tujuan.
</li>
<li>TQM biasanya menggunakan <strong><em>tools</em></strong> dan teknik kontrol kualitas yang dikembangkan sebelumnya, seperti Lean Manufacturing, PDCA atau Six Sigma.
</li>
</ul>
<p>Manfaat jangka panjang utama dari Total Quality Management berkaitan dengan kepuasan pelanggan.
</p>
<p style="margin-left: 36pt">TQM bertujuan untuk meningkatkan kualitas, dan mengidentifikasi ukuran kualitas terbaik sesuai harapan pelanggan dalam hal layanan, produk, dan pengalaman pelanggan. Hal ini tentu juga akan meningkatkan <em>competitive advantage</em> perusahaan di mata pelanggan dibandingkan dengan para kompetitor.
</p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Manfaat TQM</strong><br />
		</span></p>
<p><strong>1) Penghematan Biaya (Cost Reduction)</strong>
	</p>
<p>Ketika diterapkan secara konsisten dari waktu ke waktu, TQM dapat mengurangi biaya di seluruh organisasi, terutama di bidang <em>scrap</em>, <em>rework</em>, layanan lapangan, dan pengurangan biaya garansi. Karena pengurangan biaya ini mengalir langsung kepada laba <em>bottom-line</em> tanpa biaya tambahan yang dikeluarkan, TQM kemungkinan akan memberikan peningkatan profitabilitas yang mengejutkan.
</p>
<p> <br />
 </p>
<p><strong>2) Kepuasan pelanggan</strong>
	</p>
<p>Karena perusahaan memiliki produk dan layanan yang lebih baik dibandingkan kompetitor, dan interaksinya dengan pelanggan relatif bebas dari kesalahan, seharusnya ada lebih sedikit keluhan pelanggan. Lebih sedikit keluhan juga dapat berarti bahwa sumber daya yang ditujukan untuk layanan pelanggan dapat dikurangi.
</p>
<p>Tingkat kepuasan pelanggan yang lebih tinggi juga dapat menyebabkan peningkatan pangsa pasar, karena pelanggan yang ada bisa jadi bertindak atas nama perusahaan untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan. Anda tentu tahu, penjualan melalui <em>words of mouth</em> pelanggan yang puas akan lebih efektif dibandingkan upaya penjualan konvensional yang dilakukan perusahaan.
</p>
<p> <br />
 </p>
<p><strong>3) Mengurangi Cacat (Defect) </strong>
	</p>
<p>TQM memiliki penekanan kuat pada peningkatan kualitas dalam suatu proses, daripada memeriksa kualitas menjadi suatu proses. Ini tidak hanya mengurangi waktu yang diperlukan untuk memperbaiki kesalahan, tetapi membuatnya kurang perlu untuk mempekerjakan tim personel jaminan kualitas.
</p>
<p> <br />
 </p>
<p><strong>4) Peningkatan Moral Karyawan</strong>
	</p>
<p>Keberhasilan TQM yang terus dirasakan dan terbukti—khususnya karena partisipasi karyawan dalam keberhasilan itu—dapat mengarah pada peningkatan yang nyata dalam moral karyawan. Hal ini pada gilirannya mengurangi pergantian karyawan, dan karenanya mengurangi biaya untuk mempekerjakan dan melatih karyawan baru.
</p>
<p> <br />
 </p>
<p><strong>5) Membuat Perusahaan Kuat Menghadapi Kompetisi</strong>
	</p>
<p>TQM sangat membantu dalam memahami persaingan dan juga mengembangkan strategi yang efektif dalam menghadapi kompetisi. Karena kompetisi yang ketat, kelangsungan hidup banyak organisasi telah menjadi masalah yang sangat vital. TQM membantu dalam memahami pelanggan serta pasar. Ini memberikan kesempatan kepada organisasi untuk memenuhi kompetisi dengan menggunakan teknik TQM.
</p>
<p> <br />
 </p>
<p><strong>6) Mengembangkan Sistem Komunikasi Memadai</strong>
	</p>
<p>Sistem komunikasi yang salah dan tidak memadai serta prosedur yang tidak tepat adalah hambatan pengembangan organisasi ke arah yang benar. Hambatan komunikasi menghasilkan kesalahpahaman, produktivitas rendah, kualitas buruk, duplikasi upaya dan semangat kerja rendah. Teknik TQM mengikat staf dari berbagai bagian, departemen dan tingkat manajemen untuk membentuk komunikasi dan interaksi yang efektif.
</p>
<p> <br />
 </p>
<p><strong>7) Progress yang Selalu Ditinjau</strong>
	</p>
<p>TQM membantu untuk meninjau proses yang diperlukan untuk mengembangkan strategi perbaikan tanpa henti. Upaya peningkatan kualitas harus dilakukan terus menerus untuk memenuhi tantangan yang dinamis. Dari berbagai pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa TQM menghasilkan keuntungan baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
</p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Tools TQM</strong><br />
		</span></p>
<p>
 </p>
<ul>
<li><strong>TQM</strong> memiliki beberapa metode dan teknik dalam pemecahannya, diantaranya adalah sebagai berikut:<br />Metode siklus<em><br />
				<a href="https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/07/pdca-adalah.html">Plan Do Check Action (PDCA)</a>, </em>yaitu proses perbaikan berkesinambungan, proses yang dilakukan terus menerus.
</li>
<li><strong><em>Just In Time</em> (JIT</strong>), yaitu sistem produksi yang dirancang untuk menurunkan waktu produksi seefisien mungkin dengan menghilangkan segala macam pemborosan yang terdapat pada proses produksi sehingga penyerahan produk pada pelanggan menjadi tepat waktu.
</li>
<li><a href="https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/09/qfd-adalah.html"><strong>Quality Function Deployment (QFD)</strong></a><strong>, </strong>yaitu suatu rancangan yang membantu perencana pembuat produk fokus pada karakteristik dari produk yang diminta oleh pelanggan, lebih jelasnya mengubah keinginan pelanggan menjadi sebuah karakteristik produk.
</li>
<li><strong><em>Benchmarking</em></strong>, yaitu suatu proses membandingkan aktivitas dengan praktik terbaik yang ada sehingga akan didapatkan tahapan pada proses mana yang harus diterapkan atau dihilangkan.
</li>
<li><em><strong>Value-Engineering (VE)</strong>, </em>yaitu sebuah proses yang mengubah nilai atau fungsi pokok dari suatu produk dengan efesiensi biaya seminimal mungkin.
</li>
<li>
<div><strong><em>Business Re-engineering</em></strong>, yaitu suatu proses perancangan ulang bisnis untuk mendukung pengurangan biaya dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
</div>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Manfaat:</strong><br />
				</span></p>
</li>
</ul>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/111620_0039_SistemInfor2.jpg?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/>
	</p>
<p>Dilihat dari diagram alir di atas, maka manfaat TQM yang diperoleh perusahaan terdapat dua (2) hal, yaitu:<br />1. <strong>Perbaikan dari posisi persaingan</strong>. Perusahaan yang menghasilkan mutu produk yang lebih baik akan mendapatkan citra positif dari konsumen yang akan berdampak positif pada pemasaran yang semakin luas, bahkan sampai ke posisi ekspor. 
</p>
<p>2. <strong>Peningkatan produk bebas cacat yang dihasilkan</strong>. Jika produk cacat dapat diminimumkan, maka biaya mutu (produk gagal, pekerjaan ulang, pemeriksaan dan pengembalian dari konsumen) akan berkurang, dan lebih jauh lagi mengurangi total biaya produksi.
</p>
<p>Jika kedua hal di atas dapat diraih, maka perusahaan dapat dengan mudah untuk menaikan harga produk sehingga laba atau keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar.</p>
<p>Sedangkan penerapan TQM akan memberikan dampak yang positif bagi pegawai, yaitu :<br />Pegawai akan menjadi lebih loyal kepada organisasi atau perusahaannya.
</p>
<ol>
<li>Pegawai akan bekerja dengan menunjukkan pekerjaan mutu.
</li>
<li>Pegawai akan mendedikasikan dirinya secara sukarela untuk melakukan perbaikan dalam kinerjanya.
</li>
<li>
<div>Meskipun pegawasi baru, mereka akan dengan mudah mampu menyesuaikan diri pada budaya mutu yang telah terbentuk dalam organisasi atau perusahaan.
</div>
<p>Sumber: <a href="https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/07/total-quality-management-tqm-adalah.html">https://www.pengadaanbarang.co.id/2020/07/total-quality-management-tqm-adalah.html</a>
			</p>
<p>
 </p>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/111620_0039_SistemInfor3.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/>
			</p>
<p>
 </p>
</li>
</ol>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/16/sistem-informasi-management-dukungan-sim-terhadap-kualitas-produk-dan-jasa/">Sistem Informasi Management-Dukungan SIM terhadap kualitas produk dan jasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/11/16/sistem-informasi-management-dukungan-sim-terhadap-kualitas-produk-dan-jasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KONSEP SISTEM INFORMASI</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/10/06/konsep-sistem-informasi/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/10/06/konsep-sistem-informasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2020 08:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[e-business]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[implementasi e-business & e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Konsep system Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=979</guid>

					<description><![CDATA[<p>( E-BUSINESS &#38; E-COMMERCE ) Dalam buku Sistem Informasi Manajemen (Laudon C. Kenneth dan Laudon P. Jane, 2014) disebutkan bahwa teknologi informasi merupakan dasar bagi bisnis pada abad 21, seperti kantor, telepon, tampat penyimpanan berkas, berikut gedung tinggi yang dilengkapi dengan tangga berjalan yang efisien yang merupakan fondasi bagi bisnis pada adab 20. Hampir tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/10/06/konsep-sistem-informasi/">KONSEP SISTEM INFORMASI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>( E-BUSINESS &amp; E-COMMERCE )</strong></p>



<ul><li>Dalam buku Sistem Informasi Manajemen (Laudon C. Kenneth dan Laudon P. Jane, 2014) disebutkan bahwa teknologi informasi merupakan dasar bagi bisnis pada abad 21, seperti kantor, telepon, tampat penyimpanan berkas, berikut gedung tinggi yang dilengkapi dengan tangga berjalan yang efisien yang merupakan fondasi bagi bisnis pada adab 20.</li><li>Hampir tidak dapat dibayangkan kondisi seluruh sektor ekonomi tanpa adanya investasi secara khusus dibidang teknologi dan sistem informasi.</li><li>Tidak akan pernah ada perusahaan-perusahaan <em>e-commerce </em>seperti Amazon, eBay, Google, dan yang lainnya. Begitupun industri seperti jasa keuangan, asuransi, biro perjalanan, obat-obatan, pendidikan tidak akan bisa beroperasi&nbsp; tanpa sistem informasi.</li><li>Sama seperti perusahaan di sektor ritel, seperti Walmart, Sears, dan perusahaan manufaktur seperti General Motors, General Electric memerlukan teknologi dan sistem informasi untuk bertahan dan memajukan perusahaanya.</li></ul>



<p><strong>Definisi:</strong></p>



<ul><li><strong>Jaringan komputer</strong> (<strong>jaringan</strong>) adalah <strong>jaringan</strong> telekomunikasi yang memungkinkan antar <strong>komputer</strong> untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data. Tujuan dari <strong>jaringan komputer</strong> adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari <strong>jaringan komputer</strong> dapat meminta dan memberikan layanan (service).</li><li>Internet adalah suatu jaringan komunikasi yang menghubungkan satu media elektonik dengan media yang lainnya. Standar teknologi pendukung yang dipakai secara global adalah Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (disingkat sebagai istilah TCP/IP). TCP/IP ini merupakan protokol pertukaran paket (dalam istilah asingnya Switching Communication Protocol) yang bisa digunakan untuk miliaran lebih pengguna yang ada di dunia.</li><li>Pengertian Extranet (Ekstranet) adalah sebuah jaringan pengguna (pribadi) yang menggunakan protokol internet serta sistem telekomunikasi publik. Untuk dapat membagi sebagian informasi bisnis atau operasi itu dengan secara aman itu kepada penyalur(supplier), penjual(vendor),mitra(partner), pelanggan dan lain sebagainya.</li><li><strong>E-Business:</strong></li></ul>



<p><strong>1. Steven Alter</strong></p>



<p>Menurut ahli Steven Alterm e-business yakni satu kegiatan proses bisnis yang dimulai dari perencanaan, mengolah bahan, mengatur manufaktur, penjualan kepada konsumen, menyediakan pesanan, hingga servis melalui teknologi komunikasi, dan data yang sudah diolah melalui teknologi komputer.</p>



<p><strong>2. Sid L Huff dkk</strong></p>



<p>Menurut ahli dari Universitas Wellington ini, menjelaskan e-business adalah kegiatan bisnis yang mencangkup semua aspek yang dilakukan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, untuk melakukan kegiatan bisnis antar perusahaan maupun dari perusahaan ke konsumen.</p>



<p><strong>3. Samantha Shurety</strong></p>



<p>Menurut Samantha Shurety yang disampaikan dalam e-business with Net.Commerce Prentice Hall, e-business adalah penggunaan teknologi internet untuk membuat perubahan proses bisnis yang dilakukan.</p>



<ul><li><strong>E-Commerce:</strong></li></ul>



<p><em>Electronic commerce </em>atau selanjutnya disebut <em>E-commerce </em>merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi internet. Pengertian <em>E-commerce</em> itu sendiri adalah suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen, dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektonik. Dengan demikian pada prinsipnya bisnis dengan <em>E-commerce </em>adalah bisnis tanpa warkat <em>paperless</em> <em>trading. (</em>Munir Fuady, 2002).</p>



<ul><li>Bukunya Abdul Halim Barkatullah yang dikutip dari kamus <em>Black’s Law Dictionary Seventh Edition, E-commerce </em>didefinisikan :</li></ul>



<p><em>E-commerce : The practice of buying and selling goods and services</em> <em>trought online consumer service on the internet. The e, a shortened from of</em> <em>electronic, has become a popular prefix for other term associated with</em> <em>electronic transaction.</em>( <em>Ibid., </em>hlm. 12.)</p>



<p>Maksud dari pengertian <em>E-commerce </em>di atas adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa dengan menggunakan jasa konsumen <em>online </em>di internet. Model transaksi yang demikian disebut juga dengan <em>electronic</em> <em>transaction.</em></p>



<ul><li>Pembelian dan penjualan barang, jasa dan informasi dengan menggunakan jasa konsumen melalui jaringan Komputer yang melingkupi internet dan transaksi internal dalam sebuah organisasi. Sehingga <em>e-commerce </em>meliputi segala transaksi elektronik.</li></ul>



<p><strong>IT Infrastruktur</strong></p>



<ul><li><strong><em>Infrastruktur Teknologi Informasi</em> </strong>(TI) didefinisikan sebagai sumber daya teknologi bersama yang menyediakan platform untuk aplikasi sistem informasi perusahaan yang terperinci.</li><li>&nbsp;Infrastruktur TI meliputi investasi dalam <strong>perangkat keras</strong> (<em>hardware</em>), <strong>perangkat lunak</strong> (<em>software</em>), dan <strong>layanan</strong> (<em>service</em>).</li><li>&nbsp;Infrastruktur TI di dalam organisasi saat ini merupakan hasil dari evolusi selama lebih dari 50 tahun di dalam platform komputasi, mulai dari <strong>era mesin hitung</strong> di tahun 1930-an, sampai dengan era <strong><em>cloud/mobile computing</em></strong> saat ini.</li><li>Terdapat beberapa perkembangan penting yang mendukung pengembangan teknologi di bidang infrastruktur IT, diantaranya adalah pemberlakukan berbagai hukum (Moore, Metcalfe, penyimpanan berkapasitas besar, dan perkembangan teknologi mikroprosesor),</li><li>Penurunan biaya komunikasi dan pengaruh standar jaringan. Ekosistem infrastruktur IT mencakup platform perangkat keras, perangkat lunak, media penyimpanan, jaringan, internet serta layanan konsultasi dan integrasi sistem.</li></ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="456" height="480" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image.png?resize=456%2C480&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-981" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image.png?w=456&amp;ssl=1 456w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image.png?resize=285%2C300&amp;ssl=1 285w" sizes="(max-width: 456px) 100vw, 456px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Sumber: https://niluhjuliani91.wordpress.com/2018/01/11/infrastruktur-teknologi-informasi-bagian-3/</p>



<p><strong>E-Business</strong></p>



<p><strong>Manfaat E-Business</strong></p>



<p>Sebagai sebuah sistem, e-business pastinya mempunyai manfaat yang dapat dirasakan. Sama halnya dengan e-commerce juga mempunyai beberapa manfaat.</p>



<p>Berikut ini beberapa manfaat dari e-business.</p>



<p><strong>1. Memperluas Pasar</strong></p>



<p>Manfaat yang pertama yang dapat dirasakan dari e-business adalah dapat memperluar pasar. Dengan memanfaatkan e-business, pelaku bisnis dapat memperluas cakupan pasar dari nasional hingga internasional. Dengan adanya luasnya pasar, pelaku bisnis dapat menjangkau banyak konsumen di daerah tersebut.</p>



<p><strong>2. Menghemat Biaya</strong></p>



<p>Manfaat yang tidak kalah penting dari e-business yang tidak kalah penting adalah dapat menghemat biaya. Biaya yang dimaksud mencangkup biaya komunikasi, waktu transaksi, serta waktu penerimaan.</p>



<p><strong>3. Praktis</strong></p>



<p>Manfaat dari e-business yang ketiga yakni praktis. Untuk para konsumen yang ingin membei barang atau jasa dapat melihat barang dan informasi lainnya melalui internet, Sehingga konsumen tidak perlu repot-repot untuk harus mendatang perusahaan tersebut.</p>



<p><strong>4. Meningkatkan Citra</strong></p>



<p>Manfaat e-business juga dapat meningkatkan kesan yang baik di mata para konsumen. Tentunya hal tersebut diikuti dengan pelayanan yang baik, sebab dengan media internet informasi dapat dengan cepat tersebar.</p>



<p><strong>Kelemahan E-Business:</strong></p>



<p><strong>1. Tidak Ada Tatap Muka</strong></p>



<p>Karena e-business berbabis elektronik dan menggunakan jaringan internet, maka dari itu tidak ada tatap muka antar produsen dan konsumen. Oleh sebab itu, hal ini dapat menimbulkan jalur akses yang sangat terbatas antara pembisnis dengan konsumen dalam hal bertemu langsung. Apabila ingin bertemu harus membuat kesepakatan terlebih dahulu sesuai kesepakatan.</p>



<p><strong>2. Risiko Penipuan</strong></p>



<p>Kegiatan bisnis ini tidak ada pertemuan secara langsung maka beresiko untuk terjadinya penipuan. Terutama untuk pelaku bisnis yang baru pertama kali berkecipung di e-business, yang masih minim pengetahuan mengenai bisnis di internet. Namun penipuan dapat dihindari dengan cara transaksi menggunakan rekening bersama, sehingga transaksi akan lebih aman.</p>



<p><strong>Jenis E-Business</strong></p>



<p><strong>1. </strong><strong>Busines To Busines (B2B)</strong></p>



<p>Kegiatan e-business business to business ini merupakan jenis usaha yang melibatkan antara dua perusahaan atau lebih. Perusahaan tersebut juga tidak terbatas pada jeni usaha yang digeluti.</p>



<p>Dan yang paling mendasar adalah semua transaksi dilakukan menggunakan jaringan internet.</p>



<p><strong>2. Busines To Consumer (B2C)</strong></p>



<p>Jenis e-business ini adalah jenis kegiatan bisnis yang dilakukan oleh satu perusahaan yang akan menjual langsung produk ke calon konsumen.</p>



<p>Produk yang ditawarkan tentu mempunyai kualitasnya yang baik dan dengan banderol yang murah. Bagian pelayanannya juga harus baik sehingga mampu menghasilkan keuntungan yang cukup baik pula.</p>



<p><strong>3. Consumen To Consumen (C2C)</strong></p>



<p>Kegiatan e-business ini yang dilibatkan adalah sesama konsumen namun berbeda status. Seorang konsumen suatu produk akan menjual kembali ke konsumen lainnya.</p>



<p>Pada jenis ini satu konsumen bisa berperan sebagai suplier atau distributor.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="301" height="336" src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-1.png?resize=301%2C336&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-982" srcset="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-1.png?w=301&amp;ssl=1 301w, https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-1.png?resize=269%2C300&amp;ssl=1 269w" sizes="(max-width: 301px) 100vw, 301px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p><strong>4</strong><strong>. Consumen To Busines (C2B)</strong></p>



<p>Jenis keempat ini, adalah kegiatan bisnis yang konsumen atau pelanggan memberikan penjelasan mengenai produk baik barang atau jasa apa yang dibutuhkan.Kemudian para produsen atau perusahaan akan berlomba-lomba untuk menyediakan apa yang konsumen tadi butuhkan atau yang diinginkan.</p>



<p><strong>E-Commerce</strong></p>



<ul><li><strong><em>Business to Business (B2B)</em></strong><strong></strong></li></ul>



<p><em>Business to business e-commerce </em>umumnya menggunakan mekanisme <em>Electronic Data Interchange (EDI). </em>Sistem ini relatif masih sangat mahal dan standar yang digunakan seringkali menyulitkan interkomunikasi atas pelaku bisnis.</p>



<ul><li><strong><em>Business to Customer (B2C)</em></strong></li></ul>



<p><em>Business to Customer e-commerce </em>memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati pelanggan pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti dengan menggunakan konsep portal.</p>



<p><strong>Keuntungan-Keuntungan <em>E-commerce</em></strong></p>



<p>Beberapa bentuk keuntungan <em>e-commerce </em>yang didapatkan dari penggunaannya yaitu:</p>



<ol type="1"><li>Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.</li><li>Dapat meningkatkan Market Exposure.</li><li>Menurunkan tingkat biaya operasional (Operating Cost).</li><li>Melebarkan jangkauan perusahaan (Global Reach).</li><li>Meningkatkan Customer Loyality.</li><li>Meningkatkan Supplier Management.</li><li>Memperpendek waktu produksi.</li><li>Meningkatkan Value Chain (Mata rantai pendapatan).</li></ol>



<p><strong>Kerugian</strong></p>



<ul><li>Meskipun <em>e-commerce </em>merupakan sistem yang menguntungkan karena dapat mengurangi biaya transaksi bisnis dan dapat memperbaiki kualitas pelayanan, namun sisitem <em>e-commerce </em>ini beserta semua infrastruktur pendukungnya mudah sekali untuk disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Bisa jadi kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul melalui berbagai cara kerusakan hebat yang terjadi pada semua element yang berkaitan dengan sistem. Dari segi pandangan bisnis, penyalahgunaan dari kegagalan sistem yang terjadi terdiri atas :<ul><li>Kehilangan segi financial secara langsung karena kecurangan, pencurian informasi rahasia yang berharga, kehilangan kesempatan bisnis karena ganguan pelayanan, penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak, kehilangan kepercayaan dari para konsumen, dan kerugian kerugian yang tak terduga.</li></ul></li></ul>



<p><strong>Aplikasi E-Commerce</strong></p>



<p>Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan <em>e-Commerce</em> adalah:</p>



<ul><li>E-mail dan Messaging</li><li>Content Management Systems</li><li>Dokumen, spreadsheet, database</li><li>Akunting dan sistem keuangan</li><li>Informasi pengiriman dan pemesanan</li><li>Pelaporan informasi dari klien dan enterprise</li><li>Sistem pembayaran domestik dan internasional</li><li>Newsgroup</li><li>On-line Shopping</li><li>Conferencing</li><li>Online Banking</li></ul>



<p><strong>Manfaat E-Commerce</strong></p>



<ul><li>Konsumen dapat berbelanja dengan lebih mudah selama 24 jam sehari sepanjang tahun</li><li>Konsumen dapat melihat berbagai pilihan produk yang dianggap terbaik dengan harga yang paling sesuai</li><li>Konsumen dapat membeli produk dan jasa dengan biaya yang lebih mudah setelah melakukan perbandingan dengan berbagai e-commerce.</li></ul>



<p><strong>Perbedaan E-Commerce dan E-Business</strong></p>



<ul><li>Satu hal yang paling berbeda antara e-commerce dan e-business ada pada segi tujuan yang dicapai. Dalam <a href="https://www.selamatpagi.id/pengertian-e-commerce/">e-commerce</a> mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan, Sedangkan e-business bertujuan pada kepentingan dengan waktu yang panjang. Selain itu tujuan yang dicapai e-business juga tidak berbentuk atau nyata. Sebagai contoh kepercayaan konsumen, pelayanan, aturan dalam kerja, hubungan mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya.</li><li>Sebagai sarana memajukan perusahaan yang tidak dimiliki pada e-commerce, yakni sebagai berikut :<ul><li>Kegiatan e-business&nbsp;mempunyai cakupan yang lebih dibandingkan dengan&nbsp;e-commerce. Cakupan tersebut terdiri atas modal, sumber daya manusia, proses penjualan produk baik barang atau jasa. Bahkan hingga resiko yang muncul setelah pembelian barang maupun jasa. Sedang&nbsp;e-commerce,&nbsp; hanya terbatas pada praktik jual-beli jasa atau barang menggunakan jaringan internet</li></ul></li><li>Kegiatan e-business&nbsp;lebih ke arah pembelajaran dan juga menjaga agar konsumen lebih memahami akan kegunaan dari produk tersebut dan didapat dari sebuah transakasi&nbsp;online. Sedangkan e-commerce&nbsp;hanya melaksanakan fungsinga sebagai wadah transaksi jual beli secara&nbsp;online&nbsp;saja.</li><li>E-commerce merupakan bagian kecil dari kegiatan&nbsp;e-business. Hal tersebut karena e-business adalah sebuah jaringan yang mempuyai komponen yang sangat lengkap. Terdiri dari bagian yang mendukung jalannya sebuah kegiatan bisnis menggunakan jaringan internet.</li><li>Sistem yang diperlukan untuk membangun sebuah e-business&nbsp;jauh lebih rumit dan banyak yang terdiri dari setiap bagian dari atas hingga bawah sebuah bisnis. Namun e-commerce&nbsp;cukup membutuhkan sistem penjualan yang terdiri dari rincian dan juga analisis dalam segi penjualan barang atau jasa saja.</li></ul>



<p><strong>Hambatan Implementasi&nbsp; E-Business &amp; E-Commerce</strong></p>



<ol type="1"><li><strong>Generic Barrriers to e-Business</strong></li></ol>



<p>Hambatan general e-bisnis dibagi menjadi tiga kategori, yaitu isu yang berhubungan dengan infrastructure, kepercayaan dan realibilitas, dan regulasi</p>



<p><strong>2. Construction-spesific barriers</strong></p>



<p>– Information management system</p>



<p>– Organizational Policies and management</p>



<p>– Human resources and culture : suatu organisasi</p>



<p><strong>Implementasi E-Business &amp; E-Commerce</strong></p>



<p>Berbicara mengenai transformasi digital yang menjadi trend terkini, seperti adanya Aplikasi Mobile yang sudah ter-impelementasikan oleh banyak sector dari UKM hingga perusahaan besar. Mau pesan atau order makanan ada Gojec, tinggal buka aplikasi mobile, kita pesan, bayar dan siap antar dalam hitungan menit.</p>



<p>Pembayaran online, beli pulsa, bayar listrik, transfer ada Dana, Link aja, Mobile BCA, dengan mudah kita lakukan dari device mobile phone kita. Semua terbantukan dengan adanya mobile Aplikasi, apalagi saat pandemic Covid-19.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="304" height="218" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-2.png?resize=304%2C218&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-983" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-2.png?w=304&amp;ssl=1 304w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-2.png?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 304px) 100vw, 304px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="204" height="356" src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-3.png?resize=204%2C356&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-984" srcset="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-3.png?w=204&amp;ssl=1 204w, https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-3.png?resize=172%2C300&amp;ssl=1 172w" sizes="(max-width: 204px) 100vw, 204px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="268" height="461" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-4.png?resize=268%2C461&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-985" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-4.png?w=268&amp;ssl=1 268w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-4.png?resize=174%2C300&amp;ssl=1 174w" sizes="(max-width: 268px) 100vw, 268px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p><strong>PUSTAKA</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="624" height="344" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-5.png?resize=624%2C344&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-986" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-5.png?w=624&amp;ssl=1 624w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/image-5.png?resize=300%2C165&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" data-recalc-dims="1" /></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/10/06/konsep-sistem-informasi/">KONSEP SISTEM INFORMASI</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/10/06/konsep-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">979</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
