Cerita Hosting Administrator and Content Manager for ceritahosting.com

Knowledge Management System (KMS)

2 min read

Definisi

Cut Zurnali 2008 mengungkapkan istilah manajemen pengetahuan pertama kali digunakan oleh Wiigpada tahun 1986, saat menulis buku pertamanya pada topik Knowledge Management Foundations, yang diterbitkan pada tahun 1993.

  • Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “What”. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.
  • KMS adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang mendukung penciptaan, pengaturan, dan penyebaran dari pengetahuan bisnis kepada karyawan dan manajer dari sebuah perusahaan (Marakas, 2010)
  • Knowledge management adalah proses menciptakan, membagikan, menggunakan, dan mengelola suatu pengetahuan dan informasi dari sebuah organisasi.
  • Manajemen pengetahuan merupakan suatu disiplin ilmu yang digunakan untuk meningkatkan performa seseorang atau organisasi, dengan cara mengatur dan menyediakan sumber ilmu yang ada saat ini dan yang akan datang. … Dengan adanya manajemen pengetahuan maka akan terjamin kinerja yang baik dalam suatu organisasi.
  • KMS (Knowledge Management System) adalah sistem yang diciptakan untuk memfasilitasi penangkapan, penyimpanan, pencarian, pemindahandan penggunaan kembali pengetahuan.

Elemen Pokok Knowledge

  • People

Yang berarti Knowledge Management berasal dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk membentuk knowledge baru. Tanpa ada orang tidak akan ada knowledge.

  • Technology

Merupakan infrastruktur teknologi yang standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.

  • Processes

Yang terdiri dari menangkap, menyaring, mengesyahkan, mentransformasikan, dan menyebarkan knowledge ke seluruh perusahaan dilengkapi dengan menjalankan prosedur dan proses tertentu.

Siklus Knowledge Management

1. Tahap pertama, yaitu capturing, dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini: pemasukan data, pemindaian, wawancara, serta brainstorming.

2. Tahap organizing dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini: pembuatan katalog, pengindeksan, penyaringan, penghubungan, dan pengkodean.

3. Tahap refining dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini: kontekstualisasi, kerjasama, kompresi, serta pembuatan proyeksi.

4. Tahap transfer dapat meliputi salah satu atau beberapa di antara hal-hal berikut ini: pembagian dan peringatan.

Piramida Knowledge Management

1. Data adalah elemen yang paling dasar, bersifat diskrit, dan belum diproses, sehingga belum memiliki makna. Contoh: angka, kata, kode, tabel, dan basis data.

2. Informasi adalah elemen yang saling terhubung dan merupakan hasil pemrosesan terhadap data, sehingga memiliki suatu makna. Contoh: kalimat, paragraf, persamaan, konsep, ide, pertanyaan, dan cerita sederhana.

3. Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang terorganisir mengenai suatu bidang yang sudah dipahami. Contoh: teori, aksiom, kerangka kerja konseptual, cerita rumit, dan fakta.

4. Kebijaksanaan adalah hasil penerapan dari suatu pengetahuan yang dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Contoh: buku, paradigma, sistem, filosofi, puisi, sistem kepercayaan, tradisi, prinsip, dan kebenaran.

Why Knowledge Management?

Manajemen pengetahuan atau knowledge management sangat penting bagi sebuah perusahaan.

  • Knowledge management berfungsi sebagai pendekatan yang terencana dan juga sistematis agar menjamin penerapan pengetahuan organisasi yang baik. Sekaligus meningkatkan gagasan, inovasi, pemikiran, kompetensi dan keahlian.
  • Konsep manajemen pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis.
  • Menghemat waktu dan biaya. Dengan sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan itu untuk konteks lain, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
  • Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah terjadi.
  • Peningkatan produktfitas. Ada pengetahuan dapat digunakan kembali untuk proses atau produk yang akan dikembangkan, sehingga produktivitas perusahaan akan meningkat.

Secara umum, pengetahuan dapat digolongkan ke dalam 2 kategori, yakni:

1. Tacit (know-how)

Pengetahuan tacit adalah pengetahuan yang masih berupa pemikiran di kepala manusia. Pengetahuan ini agak sulit untuk dikomunikasikan, dipahami dan diterjemahkan ke dalam bentuk lain yang lebih terstruktur karena bersumberkan pada pengalaman atau intuisi pribadi serta bergantung pada konteks.

Contoh: Gagasan, persepsi, cara berpikir, wawasan, keahlian atau kemahiran.

2. Explicit (know-what)

Pengetahuan explicit adalah pengetahuan yang sudah direpresentasikan dalam media tertentu. Pengetahuan ini mudah untuk dikomunikasikan, dipahami, dan diterjemahkan ke dalam bentuk lain yang lebih terstruktur, sehingga dapat dikelola oleh Knowledge Management System (KMS).

Contoh: e-mail, surat, laporan, artikel, manual,buku, dokumen.

SECI Model of Knowledge Dimension

Ikujiro Nonaka dan Hirakata Takeuchi (1995) beranggapan bahwa pengetahuan merupakan suatu hal yang dinamis dan dapat berubah bentuk dari tacit menjadi explicit ataupun sebaliknya. Mereka kemudian mengusulkan suatu model proses penciptaan pengetahuan yang memungkinkan organisasi untuk mengelola proses tersebut secara efektif. Model yang mereka usulkan ini disebut dengan model dimensi pengetahuan SECI.

Langkah Strategik Implementasi Manajemen Pengetahuan

Langkah strategik implementasi manajemen pengetahuan, menurut Tiwana (2000) adalah sebagai berikut :

  1. Analisis Infrastruktur
  2. Mengaitkan Manajemen Pengetahuan dengan Strategi Bisnis
  3. Mendesain Infrastruktur Manajemen Pengetahuan
  4. Mengaudit Aset dan Sistem Pengetahuan yang Ada
  5. Mendesain Tim Manajemen Pengetahuan
  6. Menciptakan Blueprint Manajemen Pengetahuan
  7. Pengembangan Sistem Manajemen Pengetahuan
  8. Prototype dan Uji Coba
  9. Perubahan, Kultur, dan Struktur Penghargaan
  10. Evaluasi Kinerja, Mengukur ROI, dan Perbaikan Sistem Manajemen Pengetahuan

langkah-langkah dalam menerapkan Knowledge Management dalam Organisasi :

Langkah 1: Mengidentifikasi Masalah Bisnis.

Langkah 2: Mempersiapkan untuk Perubahan.

Langkah 3: Membuat Team.

Langkah 4: Melakukan Audit Pengetahuan.

Langkah 5: Menentukan Fitur Utama.

Skill Knowledge Management

Keahlian apa yang dibutuhkan dalam pengembangan knowledge?

Keahlian dalam mengembangkan knowledge adalah:

  • Rasa ingin tahu terhadap menyelesaikan masalah,
  • Memiliki komunikasi yang baik untuk transfer knowledge. …
  • Penerima Pengetahuan, yaitu keinginan untuk menerima pengetahuan dari luar,
  • Kemampuan menyerap pengetahuan dan kemampuan menyimpan pengetahuan yang rendah.

Manfaat:

Implementasi:

PUSTAKA

https://medium.com/@stevanihalim/manajemen-pengetahuan-d69851468a23
https://www.dosenpendidikan.co.id/manajemen-pengetahuan/

Avatar
Cerita Hosting Administrator and Content Manager for ceritahosting.com

Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)

  Hi Guys salam jumpa Pada materi kali ini kita akan memberikan materi Sistem Pendukung Keputusan(SPK) , yang lebih asik di dengar dengan nama...
Avatar Cerita Hosting
7 min read

Teknologi Informasi sebagai keunggulan kompetitif

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT (Teknologi Informasi sebagai keunggulan kompetitif) PENGANTAR Tujuan dari teknologi informasi adalah menyelesaikan masalah, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi didalam melaksanakan...
Avatar Cerita Hosting
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *