<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Decision Support System &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<atom:link href="https://ceritahosting.com/tag/decision-support-system/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<description>Cerita Teknologi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Oct 2020 08:13:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.15</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-8437175d-f20a-4d92-9289-8b4d42b92879_200x200.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Decision Support System &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175363151</site>	<item>
		<title>Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2020 08:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Decision Support System]]></category>
		<category><![CDATA[DSS]]></category>
		<category><![CDATA[materi perkuliahan sistem informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Management]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Pendukung Keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[SPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1077</guid>

					<description><![CDATA[<p>  Hi Guys salam jumpa Pada materi kali ini kita akan memberikan materi Sistem Pendukung Keputusan(SPK) , yang lebih asik di dengar dengan nama &#8220;Decision Support System(DSS). Definisi Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/">Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>
 </p>
<p><span style="font-size:14pt">Hi Guys salam jumpa<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:14pt">Pada materi kali ini kita akan memberikan materi Sistem Pendukung Keputusan(SPK) , yang lebih asik di dengar dengan nama <strong>&#8220;Decision Support System(DSS).<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:14pt"><strong>Definisi<br />
</strong></span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Sistem pendukung keputusan</strong> (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">Inggris</a>: <em>decision support systems</em> disingkat <strong>DSS</strong>) adalah bagian dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi">sistem</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi"><br />
				</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi">informasi</a> berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan">manajemen</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan"><br />
				</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_pengetahuan">pengetahuan</a>)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan">perusahaan</a>.<br />
</span></li>
</ul>
<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan"><span style="font-size:12pt">https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan</span></a><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt">Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditunjukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur (Dewanto, 2015).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Turban, Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sistem informasi yang berbasis komputer yang fleksibel, interaktif dan dapat diadaptasi, yang dikembangkan untuk mendukung solusi untuk masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur. Sistem Pendukung Keputusan menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah dan dapat menggabungkan pemikiran pengambilan keputusan (Turban, Sharda &amp; Delen, 2011).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Little, Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model (Little, 2004).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Kusrini, Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem informasi yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data (Kusrini, 2007).<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menurut Hermawan, Sistem Pendukung Keputusan didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu (Hermawan, 2005). Sistem Pendukung Keputusan digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang didesain untuk membantu manajer memecahkan masalah tertentu (Mcloed &amp; Schell, 2008). Dari beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem informasi yang mendukung manajemen level menengah dalam mengambil keputusan semiterstruktur dengan menggunakan pemodelan analitis dan data yang ada.<br />
</span></li>
</ul>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">https://slideplayer.info/slide/13879939/<br />
</span></p>
<p style="text-align: center"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu2.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">https://slideplayer.info/slide/13879939/<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt; text-decoration:underline"><strong>Tahapan Pengambilan Keputusan:<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>1. Fase Inteligensi<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Intelegensi dalam pengambilan keputusan meliputi scanning (Pemindaian) lingkungan, entah secara intermiten ataupun terus-menerus. Inteligensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang-peluang masalah.Tahapan dalam fase intelegensi antara lain identifikasi masalas (peluang), klasifikasi masalah, dan kepemilikan masalah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>2. Fase Desain<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara lain memilih sebuah prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan mengukur hasil akhir.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>3.    Fase Pilihan<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Pilihan merupakan tindakan pengambilan keputusan yang kritis. Fase pilihan adalah fase di mana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk mengikuti suatu tindakan tertentu. Batas antara fase pilihan dan desain sering tidak jelas karena aktivitas tertentu dapat dilakukan selama kedua fase tersebut dank arena orang dapat sering kembali dari aktivitas pilihan ke aktivitas desain.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Sebagai contoh, seseorang dapat menghasilkan alternatif baru selagi mengevaluasi alternatif yang ada. Fase pilihan meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi terhadap suatu solusi yang tepat untuk model. Sebuha solusi untuk sebuah model adalah sekumpulan nilai spesifik untuk variabel-variabel keputusan dalam suatu alternatif yang telah dipilih.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>4. Fase Implementasi<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Pada hakikatnya implementasi suatu solusi yang diusulkan untuk suatu masalah adalah inisiasi terhadap hal baru, atau pengenalan terhadap perubahan. Definisi implementasi sedikit rumit karena implementasi merupakan sebuah proses yang panjang dan melibatkan batasa-batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti membuat suatu solusi yang direkomendasikan bisa bekerja, tidak memerlukan implementasi suatu sistem komputer.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt">Menurut <strong>Turban, Sharda, &amp; Delen (2011)</strong>, terdapat empat fase dalam pembangunan sistem pendukung keputusan seperti yang ditunjukkan pada Gambar<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">1<strong>. Intelligence</strong> Pada fase Intelligence, masalah diidentifikasi, ditentukan tujuan dan sasarannya, penyebabnya, dan besarnya. Langkah ini sangat penting karena sebelum suatu tindakan diambil, persoalan yang dihadapi harus dirumuskan secara jelas terlebih dahulu. Masalah dijabarkan secara lebih rinci dan dikategorikan apakah termasuk programmed atau non-programmed.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">2<strong>. Design </strong>Pada fase Design, dikembangkan tindakan alternatif, menganalisis solusi yang potensial, membuat model, membuat uji kelayakan, dan memvalidasi hasilnya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">3. <strong>Choice</strong> Pada fase Choice, menjelaskan pendekatan solusi yang dapat diterima dan memilih alternatif keputusan yang terbaik. Pemilihan alternatif ini akan mudah dilakukan jika hasil yang diinginkan memiliki nilai kuantitas tertentu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">4. <strong>Implementation</strong>. Pada fase Implementation, solusi yang telah diperoleh pada fase Choice diimplementasikan. Pada tahap ini perlu disusun serangkaian tindakan yang terencana, sehingga hasil keputusan dapat dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan perbaikan-perbaikan.<br />
</span></p>
<p><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu3.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Komponen Sistem Pendukung Keputusan<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>Menurut Turban, Sharda &amp; Delen (2011), Decision Support System (Sistem Pendukung Keputusan)</strong> terdiri dari empat subsistem yang saling berhubungan yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Manajemen Data Subsistem manajemen data meliputi basis data yang terdiri dari data data yang relevan dengan keadaan dan dikelola oleh software yang disebut Database Management System (DBMS). Manajemen data dapat diinterkoneksikan dengan data warehouse perusahaan, suatu repositori untuk data perusahaan yang relevan untuk mengambil keputusan.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Manajemen Model Subsistem manajemen model berupa paket software yang berisi model-model financial, statistic, ilmu manajemen, atau model kuantitatif yang menyediakan kemampuan analisa dan manajemen software yang sesuai. Software ini disebut sistem manajemen basis model.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Dialog (User Interface Subsystem) Subsistem dialog (User Interface Subsystem) merupakan subsistem yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem  dan juga member perintah SPK. Web browser memberikan struktur antarmuka pengguna grafis yang familiar dan konsisten. Istilah antarmuka pengguna mencakup semua aspek komunikasi antara pengguna dengan sistem.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Subsistem Manajemen Berbasis Pengetahuan (Knowledge-Based Management Subsystem) Subsistem manajemen berbasis pengetahuan merupakan subsistem yang dapat mendukung subsistem lain atau berlaku sebagai komponen yang berdiri sendiri (independent).<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Komponen-komponen tersebut membentuk sistem aplikasi sistem pendukung keputusan yang bisa dikoneksikan ke intranet perusahaan, ekstranet atau internet.<br />
</span></p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu4.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Arsitektur Sistem Pendukung Keputusan (Turban, Sharda &amp; Delen, 2011)<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Pengembangan SPK / DSS<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong><em>Decision Support System</em><br />
			</strong>adalah seperangkat sistem yang mampu memecahkan masalah secara efisien dan efektif, yang bertujuan untuk membantu pengambil keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh/tersedia dengan menggunakan model-model pengambilan keputusan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><em>    </em>Terdapat 5 pihak yang berperan dalam pengembangan SPK, kelima peran tersebut adalah:<br />
</span></p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong><em>Manajer </em>atau<em> Pemakai</em></strong><em>, </em>yaitu pihak yang terlibat langsung dengan proses pengambilan keputusan, pihak yang harus mengambil tindakan dan bertanggung jawab terhadap hasil tindakannya.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><em><strong>Penghubung</strong>, </em>yaitu pihak yang membantu pemakai, mungkin seorang asisten yang bertugas menjalankan terminal, atau lebih dari sekedar itu.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><strong><em>Pembangun SPK </em>atau <em>Fasilitator</em></strong><em>,</em> yaitu pihak yang mengembangkan SPK khusus dari pembangkit SPK<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><em><strong>Pendukung Teknik</strong>,</em> yaitu pihak yang mengembangkan tambahan kemampuan atau komponen sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan pembangkit SPK. Database-database baru, model-model analisis baru, dan tambahan format tampilan data merupakan hasil kerja pendukung teknik.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt"><strong><em>Pengembang Peralatan</em></strong>, yaitu pihak yang mengembangkan teknologi baru (baik hardware maupun software), dan meningkatkan efisiensi hubungan antara subsistem dalam SPK.<br />
</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Ciri-ciri <em>Decision Support System</em> yang baik yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt">Sederhana<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Dapat diandalkan<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Mudah dikendalikan<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Menyesuaikan<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Lengkap pada masalah penting<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Mudah berkomunikasi dengannya<br />
</span></li>
</ol>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Jenis-jenis Sistem Pendukung Keputusan:<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Dalam sistem pendukung keputusan terdapat tiga jenis keputusan, yaitu :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Keputusan Terstruktur</strong><br />
			</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Keputusan terstruktur adalah keputusan yang dilakukan secara berulang-ulang dan bersifat rutin. Informasi yang dibutuhkan spesifik, terjadwal, sempit, interaktif, <em>real</em><br />
			<em>time</em>, <em>internal</em>, dan detail. Prosedur yang dilakukan untuk pengambilan keputusan sangat jelas. Keputusan ini terutama dilakukan pada manajemen tingkat bawah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang; menentukan kelayakan lembur, mengisi persediaan, dan menawarkan kredit pada pelanggan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>2. Keputusan Semiterstruktur</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Keputusan semiterstruktur adalah keputusan yang mempunyai sifat yakni sebagian keputusan dapat ditangani oleh komputer dan yang lain tetap harus dilakukan oleh pengambil keputusan. Informasi yang dibutuhkan spesifik, interaktif, internal, <em>real time</em>, dan terjadwal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: Pengevaluasian kredit, penjadwalan produksi dan pengendalian persediaan, merancang rencana pemasaran, dan mengembangkan anggaran departemen.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>3. Keputusan Tidak Terstruktur</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Keputusan tak terstruktur adalah keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. Keputusan ini menuntut pengalaman dan berbagai sumber yang bersifat eksternal. Keputusan ini umumnya terjadi pada manajemen tingkat atas. Informasi yang dibutuhkan umum, luas, <em>internal</em>, dan <em>eksternal</em>.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: Pengembangan teknologi baru, keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain, perekrutan eksekutif.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Tipe SPK/DSS<br />
</strong></span></p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Permodelan Sistem Pendukung Keputusan/<em>Decision Support System</em></strong><br />
			</span></li>
</ol>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Model <em>Iconic</em> (skala)<br />
</strong></span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">Adalah sebuah replika (tiruan nyata) secara fisik dari sistem dan biasanya berdasarkan pada skala yang lebih kecil dari aslinya. Model ini mungkin muncul secara skala dalam tiga dimensi. Ini sering dapat dikatakan sebagai maket. Suatu foto merupakan model <em>iconic</em> yang berdimensi dua, juga <em>graphical user interface </em>dan <em>object-oriented programming</em> menggunakan model jenis ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>b. Model Analog</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Model ini tidak mirip sistem aslinya, tetapi berkarakteristik seperti aslinya. Model ini lebih abstrak daripada model sebelumnya dan dianggap sebagai penyajian secara simbolik dari suatu realitas. Model analog biasanya memakai diagram/<em>chart</em> dua dimensi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh : <em>chart</em> organisasi yang memuat struktur organisasi.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>c. Model Matematika (Kuantitatif)</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Makin besar problema yang dihadapi, maka makin kompleks solusi yang dapat ditemukan. Namun, kadang-kadang kompleksitas dari relasi dalam sistem organisasi tidak dapat dipresentasikan dengan <em>icon</em> atau analog. Model yang dapat digunakan maka adalah model matematika. Analisis DSS terbanyak dieksekusi secara <em>numeric</em> dengan bantuan matematika atau model kuantitatif seperti ini. Menggunakan notasi-notasi dan persamaan-persamaan matematika untuk merepresentasikan sistem. Pada model matematika, atribut-atribut dinyatakan dengan variabel-variabel, dan aktivitas-aktivitas dinyatakan dengan fungsi matematika yang menjelaskan hubungan antar variabel-variabel tersebut.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>d. Model Statis</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Digunakan bila jangka waktu variabel dianggap konstan dan interelasi unsur-unsur model dinyatakan sebagai persamaan yang tidak berubah dengan waktu. Sebagian besar situasi pengambilan keputusan statis diperkirakan berulang dengan kondisi yang identik.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: satu keputusan mengenai membuat sendiri atau membeli satu produk.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>e. Model Dinamis</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Menempatkan waktu sebagai variabel bebas, sehingga model jenis ini menggambarkan dinamika suatu sistem sebagai fungsi dari waktu. Untuk memperoleh hasil, perhitungan dilakukan secara berulang-ulang (iterasi) sampai tercapai nilai kesalahan (<em>error</em>) yang minimal.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Contoh: proyeksi rugi-laba 5 tahun dimana data input seperti biaya, harga, dan kuantitas berubah dari tahun ke tahun.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:18pt"><strong>Implementasi<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Informasi yang biasanya dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan akan melakukan :<br />
</span></p>
<ol>
<li><span style="font-size:12pt">Mengakses semua aset informasi terkini, termasuk data legasi dan relasional, kumpulan data, gudang data, dan kumpulan jumlah besar data.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Angka-angka penjualan antara satu periode dengan periode lainnya.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Angka-angka pendapatan yang diperkirakan, berdasarkan pada asumsi penjualan produk baru.<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Konsekuensi pilihan-pilihan pengambilan keputusan yang berbeda, dengan pengalaman dalam suatu konteks yang dirinci ulang.<br />
</span></li>
</ol>
<p>
 </p>
<ol style="margin-left: 72pt">
<li><span style="font-size:12pt"><strong>Implementasi Sistem Pendukung Keputusan/<em>Decision Support System</em></strong><br />
			</span></li>
</ol>
<p><span style="font-size:12pt">          DSS merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer, termasuk sistem berbasis pengetahuan, sehingga DSS sangat popular di kalangan manajemen perusahaan. Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan, dimana sistem informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS).<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Berikut ini adalah beberapa contoh dari penerapan <em>Decision Support System</em> di dalam perusahaan :<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>1. DSS untuk proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir pada PT. X</strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Salah satu contoh yang akan disorot dalam hal ini adalah cara pemilihan karyawan yang sesuai dengan kriteria yang ada pada suatu jabatan tertentu. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk proses <em>profile matching</em> dan analisis gap yang dibuat berdasarkan data dan norma-norma SDM yang terdapat di PT. X.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Proses <em>Profile Matching</em> dilakukan untuk menentukan rekomendasi karyawan dalam Sistem Kenaikan Jabatan dan Perencanaan Karir berdasar pada 3 aspek yaitu Kapasitas Intelektual, Sikap Kerja dan Perilaku. Hasil dari proses ini berupa <em>ranking</em> karyawan sebagai rekomendasi bagi pengambil keputusan untuk memilih karyawan yang cocok pada jabatan yang kosong tersebut. <em>Software</em> ini dibuat dengan menggunakan Microsoft Access 2000 untuk database dan Borland Delphi 5 sebagai <em>compiler</em>-nya. <br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">    Dari hasil implementasi sistem, disimpulkan bahwa dengan penggunaan <em>software</em> ini dapat membantu proses pengambilan keputusan terhadap <em>profile matching</em> proses kenaikan jabatan dan perencanaan karir di PT. X.<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt"><strong>2. Sistem Pendukung Keputusan Untuk menentukan Pembelian Rumah Dengan Menggunakan Metode Fuzzy C-Means (FCM) Clustering (Bastiah, 2013) </strong><br />
		</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Penelitian ini menentukan tipe rumah yang berdasarkan kriteria atau kelompok rumah yang terdiri dari uang muka, jumlah kamar tidur, dan gaji/cicilan yang mampu dibayar. Menentukan harga rumah tersebut berdasarkan tipe rumah yang telah dikelompokkan, menentukan angsuran rumah berdasarkan uang muka yang telah diberikan sebanyak 30% dari harga rumah., dan kemudian merancang sistem pendukung keputusan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Sistem informasi perumahan dibangun secara online berbasis sistem pendukung keputusan yang memungkinkan konsumen bisa memilih tipe rumah sesuai dengan dana yang tersedia serta visualisasi model jenis rumah. Sistem dibuat dengan menggunakan algoritma clustering dalam penentuan uang muka dan angsuran per bulan. Dimana metode Fuzzy CMeans (FCM) yang digunakan ini akan melakukan perhitungan pada acuan pembelian ke setiap sample rumah dan mencari nilai mendekati dengan data keuangan maupun data acuan yang dimiliki pembeli.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:16pt"><strong>Metode SPK<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:12pt">Metode Sistem Pakar<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode Regresi Linier<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode Logika Fuzzy<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode B/C Ratio<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode AHP<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode IRR<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode NPV<br />
</span></li>
<li><span style="font-size:12pt">Metode FMADM<br />
</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt">(Detail akan kita sajikan di lain waktu)<br />
</span></p>
<p><span style="font-size:12pt">Salam Sukses Untuk Semua<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/10/102020_0810_SistemPendu5.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1"/><span style="font-size:12pt"><br />
		</span></p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-size:12pt"><br />
		</span> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/">Sistem Pendukung Keputusan(SPK) – Decision Support System(DSS)</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/10/20/sistem-pendukung-keputusanspk-decision-support-systemdss/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1077</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
