<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Waterfall vs Agile &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<atom:link href="https://ceritahosting.com/tag/waterfall-vs-agile/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<description>Cerita Teknologi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2020 21:52:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.15</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-8437175d-f20a-4d92-9289-8b4d42b92879_200x200.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Waterfall vs Agile &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175363151</site>	<item>
		<title>ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 6</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2020 09:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Agile]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[fight covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Prototype IT]]></category>
		<category><![CDATA[Prototyping]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall vs Agile]]></category>
		<category><![CDATA[Why Agile]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indikator Materi: Mengetahui penggunaan Agile modelling &#38; Prototyping Pengantar Agile Agile Value dan Agile Principles&#160; Agile Manifesto ditemukan pada 11-13 Februari 2001 di The Lodge, salah satu resort di Utah, Amerika Serikat yang terdiri dari 4 values dan 12 principles.&#160; Agile adalah sebuah mindset untuk dapat bertindak cepat, adaptif dan fleksibel yang terdiri dari 4 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/">ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 6</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p style="font-size:18px"><strong><u>Indikator Materi:</u></strong></p>



<ul><li>Mengetahui penggunaan Agile modelling &amp; Prototyping</li></ul>



<p class="has-medium-font-size"><strong>Pengantar Agile</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong><em><u>Agile Value dan Agile Principles&nbsp;</u></em></strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>Agile Manifesto </strong>ditemukan pada 11-13 Februari 2001 di The Lodge, salah satu resort di Utah, Amerika Serikat yang terdiri dari 4 <em>values </em>dan 12 <em>principles</em>.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Agile </strong>adalah sebuah <strong>mindset </strong>untuk dapat bertindak <strong>cepat, adaptif </strong>dan <strong>fleksibel </strong>yang terdiri dari 4 <em>values </em>dan 12 <em>principles</em>.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Pentingnya Agile bagi <em>Business User&nbsp;</em></strong></p>



<ol><li>Time to Market </li><li>Ability to Change </li><li>Accelerate Product Delivery &amp; Feasibility </li><li>Customer Satisfaction </li><li>Business Existency </li></ol>



<p style="font-size:18px"><strong>Pentingnya Agile bagi <em>Project Team&nbsp;</em></strong></p>



<ol><li>Collaboration IT &amp; Business </li><li>Removed Silo Mindset </li><li>Self Organized </li></ol>



<p style="font-size:18px"><strong>4 Agile <em>Value&nbsp;</em></strong>terdiri dari:</p>



<ol><li>Individuals and interactions over processes and tools </li><li>Working software over comprehensive documentation </li><li>Customer collaboration over contract negotiation </li><li>Responding to change over following a plan </li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="292" height="266" src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-82.png?resize=292%2C266&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-454" data-recalc-dims="1"/></figure></div>



<p class="has-text-align-center"><strong>Gambar. Agile Value</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>12 Principles Agile</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="459" height="594" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-84.png?resize=459%2C594&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-456" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-84.png?w=459&amp;ssl=1 459w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-84.png?resize=232%2C300&amp;ssl=1 232w" sizes="(max-width: 459px) 100vw, 459px" data-recalc-dims="1" /><figcaption><br><br><br>Penjelasan secara mudah sebagai berikut dari sumber <a href="https://medium.com/au-ppl/bedah-12-prinsip-agile-98c756ecf0e4">https://medium.com/au-ppl/bedah-12-prinsip-agile-98c756ecf0e4</a></figcaption></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong>1. Prioritaskan Kepuasan Klien</strong></p>



<p style="font-size:18px">Ada klien meminta dibuatkan perangkat lunak yang sesuai dengan keinginan klien. Bagaimana cara tahu produk yang dibuat itu sesuai? Tentu saja meihat apakah kliennya puas atau tidak.</p>



<p style="font-size:18px"><em>Sounds simple, right</em>? <em>Not really</em>. Terkadang apa yang diinginkan klien pada awal perencanaan, dapat berubah ketika ia melihat produk kita. Nah, kalau sampai begitu, harus kerja lagi, deh.</p>



<p style="font-size:18px">Lantas, bagaimana menyikapinya? Kita harus melakukan delivery product secara rutin, agar kita mendapat feedback dari klien untuk pengembangan kedepan, sehingga hasil akhir product benar-benar akan memuaskan pelanggan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. Menerima Perubahan Kebutuhan</strong></p>



<p style="font-size:18px">Seperti yang dijelaskan pada prinsip nomer 1, klien terkadang merubah kebutuhan produk setelah mencoba hasil produk yang dikembangkan. Dalam hal ini, tim developer harus siap menerima pekerjaan tambahan, dan merubah rencana pengembangan jika dirasa perlu. <em>Well, Customer always right</em>.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>3. Rilis Produk Secara Rutin</strong></p>



<p style="font-size:18px">Untuk mendapatkan <em>feedback</em> dari klien, kita harus mengirim produk secara berkala untuk klien. Nah, pengiriman produk tersebut tidak bisa hanya ketika memang butuh <em>feedback</em>, harus dilakukan secara rutin. Semakin pendek jangka waktunya, akan semakin baik.</p>



<p style="font-size:18px">Selain berguna untuk proses pengembangan perangkat lunak, rilis produk secara rutin juga meningkatkan kepercayaan klien pada tim <em>developer</em>. Kalaupun memang hasil rilisnya tidak sebagus yang diharapkan, setidak klien mengetahui kalau tim <em>developer</em> memang mengerjakan proyek yang diminta dengan konstan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>4. Kolaborasi</strong></p>



<p style="font-size:18px">Meskipun klien bukan bagian dari tim developer, klien tetap merupakan bagian dari tim proyek. Oleh karena itu, tim developer tetap harus mengikutsertakan klien dalam proses pengembangan perangkat lunak, karena toh, produk yang dikembangkan dalam proyek juga diperuntukkan kepada klien.</p>



<p style="font-size:18px">Caranya? Seringlah bertanya kepada klien tentang apa yang ia butuhkan secara detil, setiap kali developer meminta feedback kepada klien. Feedback dari klien terkadang masih bersifat umum, sehingga perlu ditanyakan kembali, apa yang sebenarnya kurang secara detil.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>5. Bekerja dengan Individu yang Bersemangat</strong></p>



<p style="font-size:18px">Kenapa anda tekun dalam main <em>game</em>? Karena anda suka main <em>game</em>! Karena anda suka main <em>game</em>, jadinya anda bersemangat main <em>game</em>. …Oke mungkin tidak semua suka main game.</p>



<p style="font-size:18px">Terus hubungannya apa? Coba ganti kata <em>game </em>dengan bekerja. Kalau anda semangat bekerja, maka anda akan tekun bekerja. Jika anda tekun bekerja, maka produk akan semakin baik, karena anda benar-benar memperhatikan apa yang kurang dalam produk anda.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>6. Komunikasi Tatap Muka</strong></p>



<p style="font-size:18px">Banyak hal yang kalau dikomunikasikan secara tertulis akan sulit, atau bahkan ada yang tidak bisa dikomunikasikan tertulis sama sekali. Karena itu, komunikasi tatap muka lebih baik dan efisien dibanding komunikasi tertulis.</p>



<p style="font-size:18px">Pada Agile, tim developer dan klien sering melakukan sesi tatap muka untuk membahas produk yang dikembangkan. Dengan komunikasi seperti ini, terjalin kesepahaman yang lebih erat, sehingga produk yang dihasilkan lebih optimal.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>7. Kunci Keberhasilan adalah Produk yang Bekerja</strong></p>



<p style="font-size:18px">Ya, mungkin ini adalah prinsip yang agak kontroversial, namun memang kenyataannya begitu. Saya tidak akan membahas mengenai apakah ini berarti klien akan menerima produk selama produk yang dikembangkan bekerja.</p>



<p style="font-size:18px">Yang ingin saya bahas adalah, dalam pengembangan perangkat lunak, kita tidak dapat memaksakan cara pengembangan kode milik kita, dengan anggota lain. Setiap anggota memiliki cara koding masing-masing, dan hal itu sangat lumrah. Yang terpenting adalah bagaimanapun cara setiap anggota <em>ngoding</em>, produk tetap bekerja dengan optimal.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>8. Kecepatan yang Konstan</strong></p>



<p style="font-size:18px">Ada alasan mengapa perlu adanya rilis produk secara rutin. Rilis rutin akan memicu tim <em>developer</em> untuk mengembangkan proyek secara konstan, sehingga kecepatan pengembangnya pun konstan.</p>



<p style="font-size:18px">Kecepatan yang konstan akan mengurangi resiko ketidaktelitian, karena pekerjaan yang konstan akan memperhatikan setiap detil akan apa yang dikerjakan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>9. Perhatian terhadap Keunggulan Teknis dan Desain yang baik</strong></p>



<p style="font-size:18px">Salah satu tuntutan tim <em>developer</em> adalah mampu mengikuti perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi akan menyajikan desain dan teknis baru yang (biasanya) lebih baik.</p>



<p style="font-size:18px">Menjadi tugas bagi tim developer untuk belajar dan mengikuti pekermbangan teknologi, untuk hasil produk yang maksimal.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>10. Kesederhanaan itu Penting</strong></p>



<p style="font-size:18px">Tuntutan mengikuti teknologi, bekerja secara konstan, komunikasi tatap muka. Sangat banyak energi yang harus dikerahkan untuk mengembangkan perangkat lunak, belum lagi urusan di luar proyek yang tidak kalah memelelahkannya.</p>



<p style="font-size:18px">Saya tahu untuk beberapa orang yang perfeksionis, hal ini menimbulkan kontra, namun terkadang ada baiknya bekerja hanya sesuai keinginan klien, tidak perlu menambahkan fitur-fitur lain diluar hasil diskusi dengan klien. Ingat, anda bukan robot.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>11. Mengelola Diri Sendiri</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pada akhirnya kita hanya manusia biasa. Kita tidak dapat memperkirakan semuanya dari awal sampai akhir. Bahkan, sekalipun sudah berdiskusi dengan klien, terkadang belum jelas di benak kita, seperti apa produk yang diinginkan.</p>



<p style="font-size:18px">Untuk itulah tim <em>developer</em> mengembangkan produk secara progresif. Awalnya produk tidak terlalu baik, namun setelah mendapat <em>feedback </em>dan belajar lagi, produk yang dirilis semakin lama semakin baik.</p>



<p style="font-size:18px">Itulah cara kerja <em>Agile Development</em>. Kita tidak dituntut tahu semua dari awal sampai akhir, namun menemukan gambaran utuh sembari mengembangkan produk.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>12. Refleksi dan Penyesuaian</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pernah merasa serba salah ketika mengembangkan perangkat lunak? Atau mungkin anda ingin sesaat melihat kebelakang, apa yang sudah anda kerjakan? Saatnya berhenti sejenak dan merefleksikan apa yang sudah kita lakukan.</p>



<p style="font-size:18px">Manusia punya batasan, tidak dapat terus menerus belajar dan bekerja. Untuk itulah, terkadang kita perlu refleksi sejenak dan merenungkan apa yang telah kita lakukan. Apa yang baik dan buruk, yang harus diteruskan atau yang harus dihentikan.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Waterfall Versus Agile</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="306" height="198" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-86.png?resize=306%2C198&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-458" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-86.png?w=306&amp;ssl=1 306w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-86.png?resize=300%2C194&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 306px) 100vw, 306px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong><em>What is Waterfall?&nbsp;</em></strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong><em>Waterfall </em></strong>adalah metodologi pengembangan perangkat lunak pertama, yang diwarisi dari industri manufaktur dan konstruksi di mana <em>team project </em>tidak mampu untuk beralih ke tahap sebelumnya.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Perbedaan <em>Agile </em>dan <em>Waterfall&nbsp;</em></strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>1. Ability to Change&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: </em><strong>Tidak memberikan ruang </strong>untuk merubah scope.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: </em><strong>Memberikan ruang </strong>terhadap perubahan scope.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. Business Value&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: </em>Value hanya dapat <strong>dirasakan pada akhir projek.&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: </em>Value dapat <strong>dirasakan tiap akhir sprint.</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>3. Risk&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: </em><strong>Perencanaan jangka panjang </strong>lebih resiko.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: </em><strong>Perencanaan jangka pendek </strong>yang selalu <em>adapt </em>tiap sprint.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>4. Visibility&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Waterfall<em>: Business user </em><strong>hanya bisa mendapat laporan</strong>.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Agile<em>: Visibility </em>dapat <strong>terlihat tiap akhir sprint</strong>.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Kesimpulan: Kenapa Agile Now?</strong></p>



<p style="font-size:18px">Metode pengembangan perangkat lunak Agile tidak menjamin kesuksesan. Masalah masih bisa muncul dalam proses pengembangan. Komunikasi di antara anggota tim bisa salah. Alat teknologi bisa gagal. Pelanggan pada akhirnya tidak puas dengan produk.</p>



<p style="font-size:18px">Penting juga untuk diingat bahwa dengan Agile itu bukan proposisi satu ukuran untuk semua. Organisasi yang berbeda memiliki kebutuhan dan tantangan yang unik, baik secara internal maupun eksternal. Apa yang bekerja dengan baik untuk satu perusahaan mungkin tidak bekerja dengan baik untuk yang lain.</p>



<p style="font-size:18px">Tetapi potensi manfaat Agile tampaknya membuat metode ini layak dipertimbangkan untuk perusahaan mana pun yang memproduksi perangkat lunak. Sebagaimana dicatat dalam laporan tentang pasar Agile oleh Transparency Market Research, “mengingat perkembangan teknologi yang cepat terjadi, bisnis saat ini harus dinamis, dapat mencapai waktu-ke-pasar yang lebih cepat dan pada saat yang sama mengurangi biaya. Teknologi adalah faktor penting di mana kesuksesan bisnis bergantung. Ini panggilan untuk TI untuk menjadi inovatif, dapat diandalkan dan beradaptasi dengan perubahan persyaratan. &#8220;</p>



<p style="font-size:18px">Pengembangan tangkas &#8220;mempromosikan pendekatan disiplin untuk proses dan melibatkan pemeriksaan dan adaptasi pada berbagai tahap pengembangan perangkat lunak,&#8221; kata laporan itu. “Ini menuntut akuntabilitas dan hasil dalam mendorong penggunaan praktik-praktik teknik terbaik, yang menghasilkan pengiriman cepat perangkat lunak berkualitas dan pendekatan bisnis yang selaras dengan kebutuhan pelanggan.”</p>



<p style="font-size:18px">Dengan menjamurnya teknologi, perangkat, dan aplikasi, layanan di belakangnya sangat penting, Transparency Market mengatakan, mengakibatkan industri TI perlu semakin mengelola layanan yang disediakannya. Ini, dikombinasikan dengan persyaratan untuk memberikan nilai lebih, kemungkinan akan mendorong pertumbuhan layanan pengembangan Agile.</p>



<p style="font-size:18px">Semakin banyak organisasi bergerak menuju transformasi digital dan berupaya meningkatkan kemampuan manajemen data mereka, Agile kemungkinan akan memainkan peran yang lebih besar. Sebuah laporan oleh perusahaan konsultan McKinsey &amp; Company, &#8220;Menggunakan Agile untuk Mempercepat Transformasi Data Anda,&#8221; mencatat bahwa pendekatan Agile untuk migrasi dan manajemen data menyampaikan sejumlah manfaat penting, tidak sedikit dari yang menyatakan decutter lanskap informasi bisnis.</p>



<p style="font-size:18px">&#8220;Data dari banyak basis data, fungsi, dan unit bisnis dapat digabungkan dan diakses lebih mudah,&#8221; kata laporan itu. “Perusahaan dapat menyadari nilai langsung dari seringnya merilis solusi manajemen data yang minimal. Melalui penambangan data yang dimungkinkan oleh pengembangan danau data yang komprehensif, perusahaan juga dapat mengidentifikasi peluang bisnis baru. Dan jika unit bisnis terlibat dalam migrasi data sejak awal, mereka dapat memanfaatkan peluang yang muncul ini lebih cepat atau membantu organisasi TI memprioritaskan inisiatif transformasi data dan digital. ”</p>



<p style="font-size:18px">Agile tidak lagi hanya sebuah metodologi untuk pengembangan perangkat lunak atau manajemen operasi, perusahaan mengatakan: &#8220;Ini menjadi kemampuan penting bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mengelola data mereka secara lebih strategis dan memberikan pengalaman pelanggan multichannel yang mulus &#8211; yang, dalam era digitalisasi ini , adalah setiap perusahaan. &#8220;</p>



<p style="font-size:18px">Para pemimpin teknologi dan bisnis akan lebih bijaksana untuk membiasakan diri dengan Metode Agile, jika mereka belum melakukannya. Bagi banyak organisasi, ini merepresentasikan cara kerja dicapai dalam era transformasi digital.</p>



<p style="font-size:18px"><a href="https://www.planview.com/fr/resources/guide/agile-methodologies-a-beginners-guide/basics-benefits-agile-method/">https://www.planview.com/fr/resources/guide/agile-methodologies-a-beginners-guide/basics-benefits-agile-method/</a></p>



<p style="font-size:18px" class="has-text-align-center"><strong>Prototyping</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>Prototipe</strong> adalah model kerja dasar dari pengembangan sebuah program (software) atau perangkat lunak. <strong>Prototipe dalam</strong> Bahasa Inggris “<strong>prototype</strong>” disebut juga dengan purwarupa. <strong>Prototipe</strong> biasanya dibuat sebagai model untuk tujuan demonstrasi atau sebagai bagian dari proses pengembangan atau pembuatan sebuah software.</p>



<p style="font-size:18px"><strong><u>Prototyping</u></strong> adalah proses pembuatan model sederhana software yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Prototyping memberikan fasilitas bagi pengembang dan pemakai untuk saling berinteraksi selama proses pembuatan, sehingga pengembang dapat dengan mudah memodelkan perangkat lunak yang akan dibuat. Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan.</p>



<p style="font-size:18px">Model tersebut dapat berupa tiga bentuk :</p>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<ol><li>Prototipe kertas atau model berbasis komputer yang menjelaskan bagaimana interaksi antara pemakai dan komputer.</li><li>Prototipe yang mengimplementasikan beberapa bagian fungsi dari perangkat lunak  yang sesungguhnya. Dengan cara ini pemakai akan lebih mendapatkan gambaran tentang program yang akan dihasilkan, sehingga dapat menjabarkan lebih rinci kebutuhannya.</li><li>Menggunakan perangkat lunak yang sudah ada. Seringkali pembuat software memiliki beberapa program yang sebagian dari program tersebut mirip dengan program yang akan dibuat.</li></ol>
</div></div>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="320" height="240" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-88.png?resize=320%2C240&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-460" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-88.png?w=320&amp;ssl=1 320w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-88.png?resize=300%2C225&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px">Proses-proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:</p>



<p style="font-size:18px"><strong>1. Pengumpulan kebutuhan: </strong>developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. &nbsp;Perancangan: </strong>perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>3.&nbsp; &nbsp;Evaluasi Prototype: </strong>klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.</p>



<p style="font-size:18px">Terdapat tiga pendekatan utama prototyping, yaitu:</p>



<p style="font-size:18px">1. &nbsp; <strong>&nbsp; &nbsp;THROW-AWAY</strong></p>



<p style="font-size:18px">Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype digunakan untuk membuat produk akhir (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai).</p>



<p style="font-size:18px">2<strong>. &nbsp; &nbsp; &nbsp;INCREMENTAL</strong><strong></strong></p>



<p style="font-size:18px">Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan haya ada satu tetapi dibagi dalam komonen-komponen lebih kecil yang terpisah (independent).</p>



<p style="font-size:18px">3. &nbsp; &nbsp; <strong>&nbsp;EVOLUTIONARY</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.</p>



<p style="font-size:18px">Teknik-teknik prototyping meliputi:</p>



<p style="font-size:18px"><strong>1. &nbsp; &nbsp; &nbsp;Perancangan Model</strong></p>



<p style="font-size:18px">Perancangan awal software oleh pengembang untuk dimodelkan sebagai gambaran awal kepada user/pengguna.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>2. &nbsp; &nbsp; &nbsp;Perancangan Dialog</strong></p>



<p style="font-size:18px">Perancangan menu-menu pada software yang dibuat, dengan maksud agar user/pengguna dapat dengan mudah menggunkaannya.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>3. &nbsp; &nbsp; &nbsp;Simulasi</strong></p>



<p style="font-size:18px">Proses percobaan software kepada calon user sebelum software dinyatakan layak pakai.</p>



<p style="font-size:18px">Keunggulan dan Kelemahan Prototyping adalah sebagai berikut :</p>



<p style="font-size:18px"><strong><u>A. &nbsp; &nbsp;Keunggulan prototyping :</u></strong></p>



<ol><li>Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.</li><li>Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.</li><li>Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system.</li><li>Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system.</li><li>Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya</li></ol>



<p style="font-size:18px"><strong><u>B. &nbsp; &nbsp; Kelemahan prototyping :</u></strong></p>



<ol><li>Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.</li><li>Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .</li><li>Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.</li></ol>



<p class="has-text-align-center"><strong>PUSTAKA</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="602" height="252" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-91.png?resize=602%2C252&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-463" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-91.png?w=602&amp;ssl=1 602w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-91.png?resize=300%2C126&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" data-recalc-dims="1" /></figure>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/">ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 6</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/05/17/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-6/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 2</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2020 23:56:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Analisis dan perancangan sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[APSI]]></category>
		<category><![CDATA[ceritahosting digital transformation]]></category>
		<category><![CDATA[perancangan basis data]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan Analisa Perancangan Sistem Informasi UMB]]></category>
		<category><![CDATA[SDLC]]></category>
		<category><![CDATA[sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall]]></category>
		<category><![CDATA[Waterfall vs Agile]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indikator Materi: Menentukan scope dan tujuan pengembangan sistem informasi Mengetahui cara penyusunan awal pengembangan sistem informasi (initial stages), batasan dan tujuan pengembangan (statement of scope and objectives) dan systems investigation TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM 1. Pengembangan Sistem Pengembangan system (System Development) dapat berarti menyusun suatu system yang baru untuk menggantikan system yg lama secara keseluruhan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/">ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 2</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p style="font-size:18px"><strong><u>Indikator Materi:</u></strong></p>



<ul><li>Menentukan <em>scope </em>dan tujuan pengembangan sistem informasi</li><li>Mengetahui cara penyusunan awal pengembangan sistem informasi (<em>initial stages</em>), batasan dan tujuan pengembangan (<em>statement of scope and objectives</em>) dan s<em>ystems investigation</em></li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM</strong></p>



<p style="font-size:18px">1.<strong> Pengembangan Sistem</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong><u>Pengembangan system (System Development)</u></strong> dapat berarti menyusun suatu system yang baru untuk menggantikan system yg lama secara keseluruhan atau memperbaiki system yang telah ada.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>a. Alasan Pengembangan Sistem&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">1) Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa :&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>a) Ketidakberesan&nbsp;</strong><strong></strong></p>



<p style="font-size:18px">Ketidakberesan dalam system yang lama menyebabkan system yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Ketidakberesan ini dapat berupa :&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">&#8211; Kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">&#8211; Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">&#8211; Tidak efisiensinya operasi.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">&#8211; Tidak ditaatinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>b) Pertumbuhan Organisasi&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya system yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubahan ini, maka menyebabkan system yang lama tidak efektif lagi, sehingga system yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>c) Untuk meraih kesempatan-kesempatan(Opportunities)&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Perangkat keras computer, perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Dalam keadaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Bila pesaing dapat memanfaatkan teknologi ini, maka kesempatan-kesempatan akan jatuh ke tangan pesaing. Kesempatan-kesempatan ini dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan yang meningkat kepada pelanggan dan lain sebagainya.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px"><strong>d) Adanya instruksi-instruksi (derivatives)&nbsp;</strong></p>



<p style="font-size:18px">Penyusunan system yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah.&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Berikut ini dapat digunakan sebagai indicator adanya permasalahan-permasalahan dan kesempatan-kesempatan yang dapat diraih, sehingga menyebabkan system yang lama harus diperbaiki, ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya.</p>



<p style="font-size:18px">Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut :&nbsp;</p>



<ul><li>Keluhan dari langganan </li><li>Pengiriman barang yang sering tertunda </li><li>Pembayaran gaji yang terlambat </li><li>Laporan yang tidak tepat waktunya </li><li>Isi laporan yang sering salah </li><li>Tanggung jawab yang tidak jelas </li><li>Waktu kerja yang berlebihan </li><li>Ketidakberesan kas </li><li>Produktifitas tenaga kerja yang rendah </li><li>Banyaknya pekerja yang menganggur </li><li>Kegiatan yang tumpang tindih </li><li>Tanggapan yang lambat terhadap langganan </li><li>Kehilangan kesempatan kompetisi pasar </li><li>Kesalahan-kesalahan manual yang tinggi </li><li>Persediaan barang yang terlalu tinggi </li><li>Pemesanan kembali barang yang tidak efisien </li><li>Biaya Operasi yang tinggi </li><li>File-file yang kurang teratur </li><li>Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran </li><li>Bertumpuknya back order (tertundanya pengiriman karena kurangnya persediaan barang) </li><li>Investasi yang tidak efisien </li><li>Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat </li><li>Kapasitas produksi yang menganggur (idle capasites) </li><li>Pekerjaan manajer yang terlalu teknis </li><li>Dll. </li></ul>



<p></p>



<p></p>



<p></p>



<p></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="465" height="258" src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-34.png?resize=465%2C258&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-361" srcset="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-34.png?w=465&amp;ssl=1 465w, https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-34.png?resize=300%2C166&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 465px) 100vw, 465px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p class="has-text-align-center"><strong>Gambar.Proses Pengembangan Sistem</strong></p>



<p style="font-size:18px">Sebagai Analisa di dalam pengembangan system, dapat digunakan Analisa <strong>PIECES</strong>.</p>



<ul><li><strong>Performance (kinerja)</strong></li></ul>



<p style="font-size:18px">Peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) system yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time. Throughtput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Response time adalah rata-rata&nbsp; waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.&nbsp;</p>



<ul><li><strong>Information (informasi)</strong></li></ul>



<p style="font-size:18px">Peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.&nbsp;</p>



<ul><li><strong>Economy (ekonomis)</strong></li></ul>



<p style="font-size:18px">Peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.&nbsp;</p>



<ul><li><strong>Control (Pengendalian)</strong></li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>P</strong>eningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi.</p>



<ul><li><strong>Efficiency (efisiensi)</strong></li></ul>



<p style="font-size:18px">Peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum. Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya.&nbsp;</p>



<ul><li><strong>Services (pelayanan),</strong></li></ul>



<p style="font-size:18px">Peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh system.&nbsp;</p>



<p>1.<strong> Prinsip Pengembangan Sistem</strong></p>



<ul><li>Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajeman&nbsp;</li><li>Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar&nbsp;</li><li>Semua alternative yang ada harus diinvestigasi&nbsp;</li><li>Investasi yang terbaik harus bernilai&nbsp;</li><li>Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik&nbsp;</li><li>Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system.&nbsp;</li><li>Proses pengembangan system tidak harus urut&nbsp;Jangan takut membatalkan proyek&nbsp;</li><li>Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system&nbsp;</li></ul>



<ol type="1"><li><strong>Siklus hidup Pengembangan Sistem(System Life Cycle)</strong></li></ol>



<p style="font-size:18px">Daur atau siklus hidup&nbsp; dari pengembangan system merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan Langkah-langkah di dalam tahapan&nbsp; tersebut dalam proses pengembangannya.</p>



<p style="font-size:18px">Seperti contoh berikut:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="331" height="186" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-36.png?resize=331%2C186&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-363" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-36.png?w=331&amp;ssl=1 331w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-36.png?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 331px) 100vw, 331px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p class="has-text-align-center">Gambar HCM Modul SAP.</p>



<p style="font-size:18px">Untuk membuat menjadi suatu aplikasi yg utuh dan saling ter-integrasi, diperlukan tahapan-tahapan pembangunan yang akan diuraikan dalalm beberapa teori pengambangan system aplikasi( life Cycle Development).</p>



<p></p>



<ol type="1"><li><strong>Model Sekuensial Linier atau Waterfall Development Model</strong></li></ol>



<p style="font-size:18px">Model Sekuensial Linier atau sering disebut Model Pengembangan Air Terjun, merupakan paradigma model pengembangan perangkat lunak paling tua, dan paling banyak dipakai. Model ini mengusulkan sebuah pendekatan perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekunsial yang dimulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh tahapan analisis, desain , kode, pengujian, dan pemeliharaan.</p>



<p></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="319" height="158" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-37.png?resize=319%2C158&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-364" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-37.png?w=319&amp;ssl=1 319w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-37.png?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 319px) 100vw, 319px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong>Contoh Penerapan dari Pengembangan Model Sekuensial Linear / Waterfall Development Model</strong></p>



<p style="font-size:18px">Pembuatan program pendaftaran online ke suatu Instansi Pendidikan. Program ini akan sangat membantu dalam proses pendaftaran, karena dapat meng-efektifkan waktu serta pendaftar tidak perlu repot-repot langsung mendatangi Instansi Pendidikan.</p>



<p style="font-size:18px">Teknisnya adalah sebagai berikut :</p>



<p style="font-size:18px">Sistem program untuk pendaftaran dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan Sistem Database yang dibuat menggunakan MySQL, dan diterapkan (diaplikasikan) pada PC (personal computer) dengan sistem operasi berbasis Microsoft Windows, Linux, dan sebagainya.</p>



<p style="font-size:18px">Setelah program selesai dibuat dan kemudian dipergunakan oleh user, programmer akan memelihara serta menambah atau menyesuaikan program dengan kebutuhan serta kondisi user.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Kelebihan Model Sekuensial Linear / Waterfall Development Model :</strong></p>



<p style="font-size:18px">Tahapan proses pengembangannya tetap (pasti), mudah diaplikasikan, dan prosesnya teratur.</p>



<p style="font-size:18px">Cocok digunakan untuk produk software/program yang sudah jelas kebutuhannya di awal, sehingga minim kesalahannya.</p>



<p style="font-size:18px">Software yang dikembangkan dengan metode ini biasanya menghasilkan kualitas yang baik.</p>



<p style="font-size:18px">Documen pengembangan sistem sangat terorganisir, karena setiap fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya.</p>



<p style="font-size:18px"><strong>Kekurangan Model Sekuensial Linear / Waterfall Development Model :</strong></p>



<ul><li>Proyek yang sebenarnya jarang mengikuti alur sekuensial seperti diusulkan, sehingga perubahan yang terjadi dapat menyebabkan hasil yang sudah didapatkan tim pengembang harus diubah kembali/iterasi sering menyebabkan masalah baru.</li><li>Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses.</li><li>Sulit untuk mengalami perubahan kebutuhan yang diinginkan oleh customer/pelanggan.</li><li>Pelanggan harus sabar untuk menanti produk selesai, karena dikerjakan tahap per tahap, dan proses pengerjaanya akan berlanjut ke setiap tahapan bila tahap sebelumnya sudah benar-benar selesai.</li><li>Perubahan ditengah-tengah pengerjaan produk akan membuat bingung tim pengembang yang sedang membuat produk.</li><li>Adanya waktu kosong (menganggur) bagi pengembang, karena harus menunggu anggota tim proyek lainnya menuntaskan pekerjaannya.</li></ul>



<ol type="1"><li><strong>Metode System Development Life Circle(SDLC)</strong></li></ol>



<p style="font-size:18px">Sistem Development Life Cycle (SDLC) merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: perencanaan sistem, analisa, desain, implementasi , pengujian dan pengelolaan. Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. </p>



<p></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="224" height="225" src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-38.png?resize=224%2C225&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-365" srcset="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-38.png?w=224&amp;ssl=1 224w, https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-38.png?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w" sizes="(max-width: 224px) 100vw, 224px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong>Fase-fase Sistem Development Life Cycle (SDLC)</strong></p>



<p style="font-size:18px"><strong>1</strong>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Perencanaan Sistem (Systems Planning)</strong></p>



<p style="font-size:18px">Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem (feasibility study).</p>



<p style="font-size:18px">&nbsp;Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi :&nbsp;</p>



<ul><li>Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.&nbsp;</li><li>Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.&nbsp;</li><li>Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem.</li><li>Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.&nbsp;</li><li>Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.&nbsp;</li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>2</strong>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Analisis Sistem (Systems Analysis)</strong></p>



<ul><li>Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:<ul><li>Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.</li></ul><ul><li>Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.</li></ul><ul><li>Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.</li></ul><ul><li>Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.</li></ul><ul><li>Mendefinisikan kebutuhan sistem.</li></ul></li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>3</strong>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Perancangan Sistem (Systems Design)</strong>&nbsp;</p>



<p style="font-size:18px">Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:</p>



<ul><li>Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem.</li><li>Menganalisa data dan membuat skema database.</li><li>Merancang user interface.&nbsp;</li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>4</strong>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Implementasi Sistem (Systems Implementation)</strong></p>



<p style="font-size:18px">Tahap berikutnya adalah implementasi yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba. Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:&nbsp;</p>



<ul><li>Pembuatan database sesuai skema rancangan.</li><li>Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.</li><li>Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging).</li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>5</strong>.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>Pemeliharaan Sistem (Systems Maintenance)</strong></p>



<p style="font-size:18px">Dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.</p>



<p style="font-size:18px">&nbsp; <strong>Kelebihan dan Kekurangan Sistem Informasi Metode SDLC</strong></p>



<p style="font-size:18px">&nbsp; <strong>Kelebihan:</strong></p>



<p style="font-size:18px">Metode SDLC mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan-kelebihan dari&nbsp;metode ini adalah sebagai berikut ini:</p>



<ul><li>Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman mengembangkan sistem.</li><li>Akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan.</li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>Kekurangan:</strong></p>



<p style="font-size:18px">Metode SDLC juga mempunyai beberapa kekurangan. Kekurangan-kekurangan dari metode ini antara lain:</p>



<ul><li>Sistem ini hanya menyediakan tahapan-tahapan saja, tetapi tidak menyediakan metodologi (cara dan alat-alat) untuk mengembangkan sistem. Oleh karenanya, sistem ini harus digabungkan dengan metodologi yang ada, misalnya metodologi pengembangan sistem terstruktur.</li><li>Hasil dari SDLC sangat tergantung dari hasil di tahap analisis, sehingga jika terdapat kesalahan analisis akan terbawa terus dengan hasil sistem yang kurang memuaskan.</li><li>Pengembangan sistem SDLC membutuhkan waktu yang lama karena sistem harus dikembangkan sampai selesai semua terlebih dahulu.</li><li>Pengembangan sistem SDLC ini membutuhkan biaya investasi yang relatif lebih besar dengan metode lainnya.</li><li>Hasil dari sistem tidak fleksibel untuk dimodifikasi karena perlu dilakukan analisis kembali jika akan dimodifikasi.</li></ul>



<ol type="1"><li><strong>Model Prototype</strong></li></ol>



<p style="font-size:18px">Metode Prototype merupakan suatu paradigma baru dalam metode pengembangan perangkat lunak dimana metode ini tidak hanya sekedar evolusi dalam dunia pengembangan perangkat lunak, tetapi juga merevolusi metode pengembangan perangkat lunak yang lama yaitu sistem sekuensial yang biasa dikenal dengan nama SDLC atau waterfall development model.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="254" height="146" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-39.png?resize=254%2C146&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-366" data-recalc-dims="1"/></figure></div>



<p><strong>Contoh Penerapan Metode Prototype.</strong></p>



<p>Sebuah rumah sakit ingin membuat aplikasi sistem database untuk pendataan pasiennya. Seorang atau sekelompok programmer akan melakukan identifikasi mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh pelanggan, dan bagaimana model kerja program tersebut. Kemudian dilakukan rancangan program yang diujikan kepada pelanggan. Hasil/penilaian dari pelanggan dievaluasi, dan analisis kebutuhan pemakai kembali di lakukan.</p>



<p><strong>Kelebihan Model Prototype :</strong></p>



<ul><li>Pelanggan berpartisipasi aktif dalam pengembangan sistem, sehingga hasil produk pengembangan akan semakin mudah disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.</li><li>Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.</li><li>Mempersingkat waktu pengembangan produk perangkat lunak.</li><li>Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.</li><li>Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.</li><li>Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.</li></ul>



<p><strong>Kekurangan Model Prototype :</strong></p>



<ul><li>Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.</li><li>Biasanya kurang fleksibel dalam mengahadapi perubahan.</li><li>Walaupun pemakai melihat berbagai perbaikan dari setiap versi prototype, tetapi pemakai mungkin tidak menyadari bahwa versi tersebut dibuat tanpa memperhatikan kualitas dan pemeliharaan jangka panjang.</li><li>Pengembang kadang-kadang membuat kompromi implementasi dengan menggunakan sistem operasi yang tidak relevan dan algoritma yang tidak efisien.</li></ul>



<ol type="1"><li><strong>Model Rapid Application Development (RAD)</strong></li></ol>



<p style="font-size:18px">Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek (kira-kira 60 sampai 90 hari).</p>



<p style="font-size:18px">Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial linier dimana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="377" height="279" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-41.png?resize=377%2C279&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-368" srcset="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-41.png?w=377&amp;ssl=1 377w, https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-41.png?resize=300%2C222&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 377px) 100vw, 377px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>



<p style="font-size:18px"><strong>Kelebihan Model RAD :</strong></p>



<ul><li>Lebih efektif dari Pengembangan Model waterfall/sequential linear dalam menghasilkan sistem yang memenuhi kebutuhan langsung dari pelanggan.</li><li>Cocok untuk proyek yang memerlukan waktu yang singkat.</li><li>Model RAD mengikuti tahap pengembangan sistem seperti pada umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada sehingga pengembang tidak perlu membuatnya dari awal lagi sehingga waktu pengembangan menjadi lebih singkat dan efisien.</li></ul>



<p style="font-size:18px"><strong>Kekurangan Model RAD :</strong></p>



<ul><li>Model RAD menuntut pengembangan dan pelanggan memiliki komitmen di dalam aktivitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada, proyek RAD akan gagal.</li><li>Tidak semua aplikasi sesuai untuk RAD, bila system tidak dapat dimodulkan dengan teratur, pembangunan komponen penting pada RAD akan menjadi sangat bermasalah.</li><li>RAD tidak cocok digunakan untuk sistem yang mempunyai resiko teknik yang tinggi.</li><li>Membutuhkan Tenaga kerja yang banyak untuk menyelesaikan sebuah proyek dalam skala besar.</li><li>Jika ada perubahan di tengah-tengah pengerjaan maka harus membuat kontrak baru antara pengembang dan pelanggan.</li></ul>



<p class="has-text-align-center"><strong>PUSTAKA</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="602" height="252" src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-43.png?resize=602%2C252&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-370" srcset="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-43.png?w=602&amp;ssl=1 602w, https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/05/image-43.png?resize=300%2C126&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" data-recalc-dims="1" /></figure></div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/">ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI (APSI) : 2</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/05/01/analisa-dan-perancangan-sistem-informasi-apsi-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">359</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
