<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Modul Sistem Informasi Management &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<atom:link href="https://ceritahosting.com/tag/modul-sistem-informasi-management/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<description>Cerita Teknologi Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2021 07:59:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.15</generator>

<image>
	<url>https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2019/05/cropped-8437175d-f20a-4d92-9289-8b4d42b92879_200x200.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Modul Sistem Informasi Management &#8211; Cerita Hosting ☁️</title>
	<link>https://ceritahosting.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">175363151</site>	<item>
		<title>How to Memastikan bahwa manajemen keamanan aset informasi  tetap berjalan di sebuah perusahaan</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2021/01/14/how-to-memastikan-bahwa-manajemen-keamanan-aset-informasi-tetap-berjalan-di-sebuah-perusahaan/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2021/01/14/how-to-memastikan-bahwa-manajemen-keamanan-aset-informasi-tetap-berjalan-di-sebuah-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2021 07:55:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[management asset]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Sistem Informasi Management]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1178</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagaimana untuk memastikan bahwa manajemen keamanan aset informasi tetap berjalan di sebuah perusahaan? Informasi dikumpulkan, disimpan, diorganisasikan, dan disebarluaskan dalam berbagai bentuk baik dokumen berbasis kertas hingga berkas elektronik atau digital. Apapun bentuk maupun cara penyimpanannya, harus selalu ada upaya dan untuk melindungi keamanan informasi tersebut sebaik mungkin. Keamanan yang dimaksud harus memperhatikan sejumlah aspek, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/01/14/how-to-memastikan-bahwa-manajemen-keamanan-aset-informasi-tetap-berjalan-di-sebuah-perusahaan/">How to Memastikan bahwa manajemen keamanan aset informasi  tetap berjalan di sebuah perusahaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><span style="font-size:16pt"><strong>Bagaimana untuk memastikan bahwa manajemen keamanan aset informasi  tetap berjalan di sebuah perusahaan?<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt">Informasi dikumpulkan, disimpan, diorganisasikan, dan disebarluaskan dalam berbagai bentuk baik dokumen berbasis kertas hingga berkas elektronik atau digital. Apapun bentuk maupun cara penyimpanannya, harus selalu ada upaya dan untuk melindungi keamanan informasi tersebut sebaik mungkin.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt">Keamanan yang dimaksud harus memperhatikan sejumlah aspek, yaitu:<br />
</span></p>
<ul style="margin-left: 38pt">
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Confidentiality</strong> Keamanan informasi menjamin bahwa hanya mereka yang memiliki hak yang boleh mengakses informasi tertentu. Pengertian lain dari confidentiality merupakan tindakan pencegahan dari orang atau pihak yang tidak berhak untuk mengakses informasi.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Integrity</strong> Keamanan informasi menjamin kelengkapan informasi dan menjaga dari kerusakan atau ancaman lain yang mengakibatkan berubah informasi dari aslinya. Pengertian lain dari integrity adalah memastikan bahwa informasi tersebut masih utuh, akurat, dan belum dimodifikasi oleh pihak yang tidak berhak<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Availability</strong> Keamanan informasi menjamin pengguna dapat mengakses informasi kapanpun tanpa adanya gangguan dan tidak dalam format yang tidak bisa digunakan. Pengguna dalam hal ini bisa jadi manusia, atau komputer yang tentunya dalam hal ini memiliki otorisasi untuk mengakses informasi. Availability meyakinkan bahwa pengguna mempunyai kesempatan dan akses pada suatu informasi.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt">Untuk menjaga keamananan aset informasi tetap berjalan yaitu dengan menerapkan:<br />
</span></p>
<ul style="margin-left: 72pt">
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Operational Planning<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Tactical Planning<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Strategic Planning<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Incident Response Planning<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Disaster Recovery Planning<br />
</strong></span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify"><span style="font-size:12pt"><strong>Bussines Countinuity Planning<br />
</strong></span></div>
</li>
</ul>
<p>Semoga membantu</p>
<p>Salam Sukses</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2021/01/14/how-to-memastikan-bahwa-manajemen-keamanan-aset-informasi-tetap-berjalan-di-sebuah-perusahaan/">How to Memastikan bahwa manajemen keamanan aset informasi  tetap berjalan di sebuah perusahaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2021/01/14/how-to-memastikan-bahwa-manajemen-keamanan-aset-informasi-tetap-berjalan-di-sebuah-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1178</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI DALAM PERUSAHAAN</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/11/04/perkembangan-sistem-informasi-di-dalam-perusahaan/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/11/04/perkembangan-sistem-informasi-di-dalam-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2020 03:27:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Konsep Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[EIS]]></category>
		<category><![CDATA[ERP]]></category>
		<category><![CDATA[KSI]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Sistem Informasi Management]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi Update]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1127</guid>

					<description><![CDATA[<p>MATERI PERKULIAHAN PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI DALAM PERUSAHAAN Sistem informasi manajemen atau SIM (bahasa Inggris: management information system, MIS) adalah: Sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/04/perkembangan-sistem-informasi-di-dalam-perusahaan/">PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI DALAM PERUSAHAAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>MATERI PERKULIAHAN<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI DALAM PERUSAHAAN<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>Sistem informasi manajemen</strong> atau <strong>SIM</strong> (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris"><br />
</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">Inggris</a>: <em>management information system, MIS</em>) adalah:<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Sistem perencanaan bagian dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_internal">pengendalian</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_internal"> internal</a> suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dokumen">dokumen</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi">teknologi</a>, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Prosedur">prosedur</a> oleh <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen">akuntansi</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_manajemen"> manajemen</a> untuk memecahkan masalah bisnis seperti <a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biaya_produk&amp;action=edit&amp;redlink=1">biaya</a><a href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biaya_produk&amp;action=edit&amp;redlink=1"> produk</a>, layanan, atau suatu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Strategi_bisnis">strategi</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Strategi_bisnis"><br />
</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Strategi_bisnis">bisnis</a>. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi">sistem</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi"><br />
</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi">informasi</a> biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan">pengambilan</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan"> keputusan</a> manusia, misalnya <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan">sistem</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan"> pendukung</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan"><br />
</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan">keputusan</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar">sistem</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pakar"> pakar</a>, dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_eksekutif">sistem</a><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_eksekutif"> informasi</a> <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_eksekutif">eksekutif</a>.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Perusahaan- perusahaan saat ini sudah banyak melakukan implementasi system informasi yang ter-integrasi , di sesuaikan dengan flow bisnis perusahaan tersebut.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>Siklus Sistem Informasi:<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><img src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110420_0327_PERKEMBANGA1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Proses menghasilkan informasi harus melalui tahapan-tahapan yang dilakukan komputer sebagai teknologi informasi.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Tahapan-tahapan tersebut terdiri atas Input &#8211; Proses &#8211; Output yang disebut sebagai siklus proses informasi. Artinya, bila tahap telah sampai pada output maka output tersebut dapat dijadikan input kembali.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Dengan demikian dapat dikatakan bahwa informasi yang dihasilkan dapat pula dijadikan data kembali sebagai input untuk diproses selanjutnya.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt;">Data dan informasi akan saling berkesinambungan sehingga membentuk suatu siklus yang disebut information cycle (siklus informasi).<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Jarang sekali terlihat sebuah perusahaan yang langsung dapat memanfaatkan teknologi informasi yang dimilikinya menjadi sesuatu yang strategis. Biasanya cara manajemen memandang teknologi informasi dan benefit yang diharapkan dari penggunaannya melalui sebuah skenario evolusi serupa. Sebuah lembaga riset internasional mendeskripsikannya sebagai suatu inovasi penggunaan teknologi informasi di perusahaan. Secara umum, ada lima tahapan evolusi yang biasa dilalui sebuah organisasi (Primozic et.al., 1991).<br />
</span></p>
<p style="text-align: center;"><img loading="lazy" class="" src="https://i0.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110420_0327_PERKEMBANGA2.png?resize=627%2C306&#038;ssl=1" alt="" width="627" height="306" data-recalc-dims="1" /><span style="font-size: 14pt;"><br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Terhadap lima tahapan evolusi ini, secara garis besar, pemanfaatan teknologi informasi dapat dilihat dari dua sudut:<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;"> fokus atau harapan manajemen akan benefit yang harus diberikan teknologi informasi, dan penggunaan atau fungsinya sehari-hari untuk<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">memenuhi harapan tersebut.<br />
</span></p>
<ol>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>Reducing Costs<br />
</strong></span></div>
</li>
</ol>
<ul style="margin-left: 54pt;">
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Permasalahan pertama yang biasa ditemui oleh para manajer di perusahaan adalah problem efisiensi proses kerja atau aktivitas operasional setiap hari. Permasalahan ini sangat klasik dihadapi perusahaan tradisional sampai modern karena semuanya melibatkan urusan administrasi. Mulai dari hal-hal yang paling kritikal seperti fungsi keuangan (tentu saja untuk sebuah perusahaan baru, kontrol terhadap arus uang yang masuk dan keluar adalah masalah yang harus diprioritaskan), sampai dengan urusan paperworks (manajemen dokumentasi).<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Secara tidak ragu-ragu perusahaan akan menanamkan investasinya untuk membeli komputer jika jelas terbukti bahwa urusan administratif akan menjadi lebih murah, lebih baik, dan lebih cepat dalam tiga hal pokok: <span style="text-decoration: underline;"><strong>efisiensi, efektivitas, dan kontrol internal.<br />
</strong></span></span></div>
<p style="text-align: justify;">
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>2. Leveraging Investment<br />
</strong></span></li>
</ul>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Tahap kedua dalam evolusi disebut sebagai leveraging investment dimana computer atau teknologi informasi dipandang sebagai suatu asset perusahaan yang menguntungkan dibandingkan dengan penggunaan teknologi serupa (value for money).<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Biasanya perbandingan tersebut dilihat dari seberapa menguntungkan dari segi finansial seandainya teknologi informasi menggantikan teknologi terdahulu dalam proses penciptaan produk atau pelayanan yang ditawarkan perusahaan. Sebutlah penggunaan internet phone yang jauh lebih murah karena untuk komunikasi interlokal atau internasional hanya akan dibebankan pulsa lokal. Contoh lainnya adalah penggunaan email yang dapat menghemat biaya pengiriman dokumen-dokumen melalui kurir lokal atau internasional.</span><span style="font-size: 14pt;"><br />
</span></div>
</li>
<li><span style="font-size: 16pt;"><strong>3. Enhancing Products &amp; Services<br />
</strong></span></li>
</ul>
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Tahap evolusi ketiga yang dilalui adalah ketika teknologi informasi sudah dilibatkansecara langsung dalam proses penciptaan produk atau jasa sehingga secara nature meningkatkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Kriteria cukup jelas di sini untuk mengukur seberapa jauh tingkat efektivitas teknologi informasi yang dimiliki. Manajemen akan melihat apakah dengan diimplementasikannya sistem teknologi informasi akan dapat meningkatkan pendapatan atau revenue perusahaan atau tidak (company growth).<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Salah satu ukuran yang sering digunakan adalah dengan melihat perubahan pada market share. Jenis-jenis teknologi informasi yang popular dimanfaatkan pada periode ini adalah yang secara langsung meningkatkan kepuasan pelanggan, terutama yang berhubungan dengan pelayanan kepada customers.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Contohnya adalah call center atau hot line di industri perbankan yang dapat melayani pertanyaan-pertanyaan sampai dengan instruksi transaksi yang diinginkan nasabah (sehingga yang bersangkutan tidak harus berlelah-lelah dating dan antri di bank). Contoh lainnya adalah pembelian berang melalui mail order.<br />
</span></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>4. Enhancing Executive Decision Making<br />
</strong></span></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Periode keempat adalah tahapan dimana perusahaan yang sudah mature akan mempertimbangkan untuk memperbaiki kinerja internal perusahaan. Caranya adalah dengan memfokuskan diri pada kualitas pengambilan keputusan. Decision Support System dan Executive Information System adalah dua jenis aplikasi teknologi informasi yang mendominasi perusahaan-perusahaan modern yang ingin meningkatkan kualitas manajemen dalam menunjang proses pengambilan keputusan.<br />
</span></p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>5. Reaching the Consumer<br />
</strong></span></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">Era kelima yang merupakan evolusi terakhir yang dialami terutama oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Pada tahap ini, perusahaan secara agresif melakukan eksploitasi pengembangan teknologi informasi untuk menjangkau para pelanggan atau calon pelanggan di mana saja, kapan saja, 24-jam sehari, dan 7 hari seminggu. Bahasa populernya adalah bahwa di era globalisasi, teknologi menawarkan dunia industri untuk menembus batas ruang dan batas waktu.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>DAFTAR PUSTAKA<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<ul>
<li>
<div style="text-align: justify;">MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI, KUMPULAN ARTIKEL <strong>DR. RICHARDUS EKO INDRAJ IT </strong>S T I M I K P E R B A N A S R E N A I S S A N C E C E N T E R</div>
</li>
</ul>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/04/perkembangan-sistem-informasi-di-dalam-perusahaan/">PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DI DALAM PERUSAHAAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/11/04/perkembangan-sistem-informasi-di-dalam-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuliahan SISTEM INFORMASI MANAGEMENT – MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN</title>
		<link>https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/</link>
					<comments>https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cerita Hosting]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 03:58:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Analisa Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Model SIM]]></category>
		<category><![CDATA[Model System Umum Perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Modul Sistem Informasi Management]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ceritahosting.com/?p=1122</guid>

					<description><![CDATA[<p>(MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN) Model Sistem Umum Perusahaan dapat dikatakan juga sebagai Bentuk atau Alur dari sebuah perusahaan,dimana perusahaan tersebut mempunyai cara untuk mengatur dalam hal apa saja dalam kegiatan perusahaan,seperti dalam komunikasi,memperkirakan planning untuk kedepannya bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan perusahaan. Model adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/">Perkuliahan SISTEM INFORMASI MANAGEMENT – MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>(MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN)<br />
</strong></span></p>
<ul>
<li><strong>Model Sistem Umum Perusahaan</strong> dapat dikatakan juga sebagai Bentuk atau Alur dari sebuah <strong>perusahaan</strong>,dimana <strong>perusahaan</strong> tersebut mempunyai cara untuk mengatur dalam hal apa saja dalam kegiatan <strong>perusahaan</strong>,seperti dalam komunikasi,memperkirakan planning untuk kedepannya bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan <strong>perusahaan.</strong></li>
<li><strong>Model</strong> adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.</li>
<li><strong>Model sistem umum pada perusahaan </strong>adalah dimana penyerdahanaan objek, yang terdiri dari berbagai jenis model yang digunakan oleh perusahaan beserta kegunaan model itu sendiri yang mempengaruhi juga di perusahaan agar mempermudah pengertian, komunikasi, dan memperkirakan masa depan.</li>
</ul>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan1.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Jenis-Jenis Model:<br />
</strong></span></p>
<p>Terdapat empat jenis model dasar, yaitu :</p>
<p><strong>1. Model fisik,<br />
2. Model naratif,<br />
3. Model grafik,<br />
4. Model matematika</strong></p>
<p><strong>1.   Model Fisik</strong><br />
Adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi. Model fisik yang digunakan dalam dunia bisnis meliputi maket pusat perbelanjaan, atau prototype model baru.</p>
<p>Model fisik membantu suatu tujuan yang tidak dapat dipenuhi oleh benda nyata. Contohnya investor pusat perbelanjaan dan pembuat mobil dapat membuat sejumlah perubahan dengan lebih murah melalui rancangan model fisik mereka dibandingkan dengan produk akhir.</p>
<p><strong>2.    Model Naratif</strong><br />
Menggambarkan entitasnya secara lisan atau tulisan. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga model naratif merupakan model yang paling populer. Model ini sering digunakan para manajer, namun jarang dikenali sebagai suatu model.</p>
<p><strong>3.     Model Grafik</strong><br />
Menggambarkan entitasnya dengan sejumlah garis, symbol atau bentuk. Model grafik digunakan dalam bisnis untuk mengkomunikasikan informasi. Banyak laporan tahunan perusahaan kepada para pemegang saham berisikan grafik-grafik berwarna untuk menyampaikan kondisi keuangan perusahaan. Grafik juga digunakan untuk mengkomunikasikan informasi kepada para manajer.</p>
<p>Model grafik juga digunakan dalam rancangan sistem informasi. Banyak peralatan yang digunakan oleh analisis sistem dan programmer yang bersifat grafik. Contohnya bagan arus (flowchart) dan diagram arus data (data flow diagram – DFD).</p>
<p><strong>4.    Model Matematika</strong><br />
Sebagian besar perhatian dalam pembuatan model bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada model matematika. Semua rumus atau persamaan matematika adalah suatu model matematika. Model matematika yang digunakan para manajer bisnis umumnya tidak lebih rumit daripada model yang biasa digunakan dalam matematika.</p>
<p>Keunggulan model matematika adalah ketelitiannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek serta menyediakan kemampuan prediksi.  Matematika dapat menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak disbanding model grafik yang hanya dua dimenasi atau model fisik yang tiga dimensi. Bagi ahli matematika dan manajer yang menyadari kerumitan sistem bisnis, kemampuan multidimensional model matematik adalah modal yang berharga.</p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Kegunaan Model:<br />
</strong></span></p>
<p><strong>1. Mempermudah pengertian (pemahaman)</strong></p>
<p>Suatu model pasti lebih sederhana daripada entitasnya. Entitas lebih mudah dimengerti jika elemen-elemennya dan hubungannya disajikan secara sederhana. Pada model fisik hanya dapat menggambarkan bentuk objek yang ingin dipelajari. Pada model narasi, narasinya dapat diolah menjadi ikhtisar. Pada model grafik, diagram hanya dapat menunjukkan hubungan-hubungan utama, dan pada model matematika, persamaan matematik hanya berisi unsur-unsur primer. Tetapi dalam setiap hal, dilakukan upaya untuk menyajikan model dalam bentuk yang sederhana. Setelah model-model sederhana tersebut dipahami,secara bertahap model tersebut dapat dibuat semakin rumit sehingga dapat menggambarkan entitasnya dengan lebih akurat. Bagaimana pun, model tetap hanya menggambarkan entitasnya dan tidak pernah tepat sama dengan entitasnya.</p>
<p><strong>2. Mempermudah komunikasi</strong></p>
<p>Setelah pemecah masalah (problem sorver) mengerti entitasnya, pengertian tersebut sering perlu dikomunikasikan kepada yang lain. Mungkin analisis sistem harus berkomunikasi dengan manajer atau programmer. Atau mungkin seorang manajer harus berkomunikasi dengan anggaota lain dari tim pemecah masalah. Keempat jenis model dapat mengkomunikasikan informasi secara cepat dan akurat kepada orang-orang yang mengetahui makna dari berbagai bentuk, kata-kata, grafik, dan persamaan matematika tersebut.</p>
<p><strong>3. Memperkirakan masa depan</strong></p>
<p>Ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat dimiliki oleh jenis model lainnya. Model matematika dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, manajer harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.</p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Konsep dasar sistem model umum dalam perusahaan :</strong><br />
</span></p>
<p><strong>1. Sistem Fisik, </strong>merupakan system terbuka, yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.</p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan2.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Arus sumber daya fisik yang mengalir:</p>
<ol>
<li><strong>Arus material</strong></li>
</ol>
<p>Input material diterima dari pemasok, lalu dimasukkan dalam aktifitas manufaktur untuk diproses untuk menjadi barang jadi dan siap untuk dipasarkan kepada pelanggan. Melibatkan Fungsi Manufaktur dan Fungsi Pemasaran</p>
<p><strong>2. Arus personil</strong></p>
<p>Input personil berasal dari lingkungan / masyarakat diproses oleh Fungsi SDM kemudian ditugaskan keberbagai bidang fungsional untuk terlibat dalam proses transformasi baik secara langsung ataupun tidak langsung. Dan ada saatnya karyawan berhenti atau pensiun dan kembali pada lingkungan.</p>
<p><strong>3. Arus mesin</strong></p>
<p>Mesin berasal dari pemasok, memiliki masa pakai setelah itu maka akan kembali ke lingkungan dalam bentuk tukar tambah.</p>
<p><strong>4. Arus uang.</strong></p>
<p>Arus uang melalui banyak faktor : pemilik / pemegang saham yang memberikan modal, Pelanggan yang membeli produk dan yang lain yang dikelola oleh Fungsi Keuangan. Dan mengalir kepada pemasok, pemerintah, karyawan dan bagian yang lain.</p>
<p><strong>2. Sistem Konseptual.</strong></p>
<p>Sebagian system terbuka dapat mengendalikan operasinya sendiri, Sebagian lagi tidak. Pengendalian ini dapat dicapai dengan menggunakan suatu lingkaran yang disebut &#8220;Lingkaran umpan balik&#8221; yang meyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari system ke mekanisme pengendalian dan sebaliknya.</p>
<p>a.Sistem lingkaran terbuka</p>
<p>b. Sistem lingkaran tertutup</p>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan3.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pihak Management menerima informasi yang menggambarkan output system.</p>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan4.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Dimensi-Dimensi Informasi:<br />
</strong></span></p>
<p>Saat para manajer menentukan output yang harus disediakan para pengolah informasi, mereka mempertimbangkan 4 dimensi dasar informasi :</p>
<ol>
<li><strong>Relevansi. </strong></li>
<li><strong>Akurasi. </strong></li>
<li><strong>Ketepatan waktu.</strong></li>
<li><strong> Kelengkapan.</strong></li>
</ol>
<p>Manajer adalah orang yang terbaik untuk menentukan dimensi-dimensi informasi yang ia perlukan. Jika perlu analis sistem dapat membantu manajer mendekati tugas ini secara logis.</p>
<p>Manajer menggunakan standar untuk mengendalikan sistem fisik dengan kinerja actual. &#8220;Sistem konseptual yang mengendalikan sistem fisik terdiri dari 3 elemen penting : <strong>manajer, pengolah informasi dan standar&#8221;</strong> Standar dikombinasikan dengan output informasi dari pengolah informasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan <strong>&#8220;management by exception&#8221; </strong>(suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu menyimpang dari kinerja yang dapat diterima).</p>
<p><strong>Management by Exception </strong>memberikan 3 keuntungan dasar :</p>
<p>1. Manajer tidak membuang waktu memantau aktifitas yang berlangsung secara normal.</p>
<p>2. Karena lebih sedikit keputusan yang dibuat, tiap keputusan dapat menerima perhatian lebih menyeluruh.</p>
<p>3. Perhatian dipusatkan pada peluang-peluang, maupun pada hal-hal yang tidak berjalan semestinya.</p>
<p>Konsep manajemen yang serupa dengan Management by Exception disebut <strong><em>Critical Success Factor</em></strong>. CSF adalah salah satu kegiatan perusahaan yang berpengaruh kuat pada kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.</p>
<p><strong>Arus Keputusan</strong>, data diubah menjadi informasi oleh pengolah informasi, dan informasi diubah menjadi keputusan oleh manajer. Pengolah informasi dan manajer bekerja sama untuk mengubah data menjadi keputusan</p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>TAHAPAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM </strong><br />
</span></p>
<p><img src="https://i1.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan5.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<div><strong>1. Usaha Persiapan </strong></div>
<ul>
<li style="list-style-type: none;">
<ul>
<li>Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.</li>
<li>Mengenal sistem lingkungan.</li>
<li>Mengidentifikasi subsistem perusahaan.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>2. Usaha Definisi </strong></p>
<ul style="margin-left: 72pt;">
<li>Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.</li>
</ul>
<p><strong>Tujuannya</strong> : mengidentifikasi tingkat sistem tempat persoalan berada.</p>
<ul style="margin-left: 72pt;">
<li>
<div>Menganalisis bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu :</div>
<ul>
<li>Mengevaluasi standar.</li>
<li>Membandingkan output dengan standar.</li>
<li>Mengevaluasi manajemen.</li>
<li>Mengevaluasi pemroses informasi.</li>
<li>Mengevaluasi input dan sumber daya input.</li>
<li>Mengevaluasi proses.</li>
<li>Mengevaluasi sumber daya output.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>3. Usaha Solusi</strong></p>
<ul style="margin-left: 72pt;">
<li>Pertimbangan alternatif yang layak.</li>
<li>Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.</li>
<li>Memilih solusi terbaik.</li>
<li>Menerapkan solusi.</li>
<li>Memastikan bahwa solusi tersebut efektif.</li>
</ul>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH</strong><br />
</span></p>
<p>3 Kategori manajer dalam pemecahan masalah :<br />
<strong>1. Penghindar masalah (Problem Avoider), </strong></p>
<p><strong>M</strong>anajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja. ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.<br />
<strong>2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah (Problem Seeker) </strong>:<br />
a. Gaya teratur, mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.<br />
b. Gaya menerima, manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.<br />
<strong>3.  Menggunakan informasi untuk memecahkan masalah/Pemecah masalah<br />
( Problem solver) :<br />
</strong>a. <strong>Gaya sistematik</strong>, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.<br />
b. <strong>Gaya intuitif</strong>, manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.</p>
<p><span style="font-size: 16pt;">Pengguna system model umum:<br />
</span></p>
<ol>
<li><strong>Supermarket Meliputi : </strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Flow of physical resources</li>
<li>Flow of personel</li>
<li>Flow of Money</li>
</ul>
<p><strong>2. Perusahaan Manufactur Meliputi :</strong></p>
<p>&#8211; Flow of Material</p>
<p>&#8211; Proses pengendalian oleh manager</p>
<ul>
<li><span style="font-size: 16pt;">CONTOH PENGGUNAAN MODEL SISTEM UMUM</span><br />
<span style="font-size: 14pt;">Pasar Swalayan</span><br />
<strong>Arus Material </strong>: barang – barang yang dijual.<br />
<strong>Arus personil </strong>: manajer toko, pegawai gudang, kasir.<br />
<strong>Sumber daya mesin </strong>: lemari pendingin, kotak peraga, rak-rak, dan komputer.<br />
<strong>Arus uang </strong>: pemasukan terutama disediakan oleh pembeli dan pengeluaran<br />
kepada pemasok , pegawai dan pemilik.<br />
<strong>Proses transformasi </strong>: pembungkusan barang, mengatur barang di rak.<br />
<strong>Elemen manajemen sistem konseptual </strong>: manajer toko dan asisten.<br />
<strong>Pengolah informasi </strong>: komputer dan pembaca barcode serta kasir.</li>
</ul>
<p><img src="https://i2.wp.com/ceritahosting.com/wp-content/uploads/2020/11/110220_0357_Perkuliahan6.png?ssl=1" alt="" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/">Perkuliahan SISTEM INFORMASI MANAGEMENT – MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://ceritahosting.com">Cerita Hosting ☁️</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ceritahosting.com/2020/11/02/perkuliahan-sistem-informasi-management-model-sistem-umum-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1122</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
