Teori dan Model Sistem Informasi

1 min read

Absorptive Capacity Theory

  1. Deskripsi

Absorptive capacity theory atau teori kapasitas daya serap (absorptive capacity) organisasi merupakan kemampuan untuk mengenali dan mengevaluasi nilai informasi dan pengetahuan baru yang berasal dari luar perusahaan, melakukan asimilasi dan menerapkannya pada tujuan komersial perusahaan (Cohen & Levinthal, 1990)

Teori ini mengasumsikan bahwa menyerap pengetahuan baru dapat membantu organisasi menjadi lebih inovatif dan fleksibel dan mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada tanpa menyerap pengetahuan baru.

  • Pencetus Teori

Konsep kapasitas absorptif pertama kali diperkenalkan oleh Jay Barney dan William J. Henderson dalam artikel mereka tahun 1994, “Organizational R&D and Innovation: Menghubungkan Keduanya.” Mereka berpendapat bahwa kemampuan suatu perusahaan untuk mengenali, mengasimilasi, dan memanfaatkan pengetahuan baru sangat penting untuk inovasi dan keunggulan kompetitif.

  1. Diagram/Model

Berikut adalah model dari Absorptive Capacity Theory.

(Sumber: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0048733318300246

  1. Construct and Prepositions

Kurangnya definisi yang jelas dan ter operasionalisasi dari konstruk: Terdapat ketidakpastian mengenai definisi kapasitas absorptif dan komponen spesifik yang menyusunnya. Ini membuat sulit untuk mengukur kapasitas absorpsi dan membandingkan hasil antar studi. Fokus terbatas pada pengetahuan eksternal: Teori ini terutama berfokus pada akuisisi dan asimilasi pengetahuan eksternal, tetapi tidak mempertimbangkan pengetahuan dan kemampuan internal yang sudah dimiliki oleh organisasi.

Pandangan sederhana tentang proses akuisisi pengetahuan: Teori ini menyiratkan bahwa akuisisi pengetahuan adalah proses linier, tetapi dalam kenyataannya seringkali lebih kompleks dan non-linier.

  • Level of Analysis:

Individual & Organisasi

  • Theory Context

Salah satu kekuatan utama teori ini adalah kemampuannya untuk menjelaskan mengapa beberapa organisasi lebih mampu memanfaatkan pengetahuan eksternal daripada yang lain. Menurut teori tersebut, organisasi dengan kapasitas penyerapan yang lebih tinggi lebih mampu mengidentifikasi pengetahuan eksternal yang berharga, dan juga lebih mampu mengintegrasikan pengetahuan tersebut ke dalam kemampuan yang ada. Hal ini, pada gilirannya, mengarah pada peningkatan kinerja.

Teori ini telah diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk transfer teknologi, bisnis internasional, dan inovasi terbuka. Penelitian telah menunjukkan bahwa kapasitas penyerapan dapat ditingkatkan melalui investasi dalam modal manusia, rutinitas organisasi, dan hubungan jaringan.

Secara keseluruhan, teori kapasitas penyerapan menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk memahami bagaimana organisasi memperoleh dan menggunakan pengetahuan eksternal untuk meningkatkan kinerja mereka. Teori ini telah banyak digunakan dalam literatur dan telah terbukti menjadi alat yang berharga bagi para peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan.

Teori ini terutama bergantung pada metode kuantitatif untuk penelitian, yang mungkin tidak dapat menangkap kompleksitas proses perolehan pengetahuan

  • Contoh Implementasi dalam konteks TI

Artikel ini  dengan topik judul “HOW FIRM APPROPRIATELY APPLY NEW EXTERNAL KNOWLEDGE: THE WATERFALL MODEL OF ABSORPTIVE CAPACITY AND INNOVATION” , merupakan upaya untuk menjelaskan model baru kapasitas serap dan mengembangkan konsep absorptif. kapasitas yang merupakan faktor krusial dalam menerapkan, mengakumulasi, dan menghubungkan pengetahuan eksternal baru dengan inovasi.  Melalui tinjauan literatur yang komprehensif tentang kapasitas absorptif, para penulis sampai pada gagasan bahwa aliran
pengetahuan eksternal baru dalam model air terjun secara terus-menerus mendorong semua kemampuan kapasitas absorptif. Selain itu,
mengikuti limpahan pengetahuan di setiap tahap, kemampuan melaksanakan aktivitasnya.  Akumulasi pengetahuan juga merupakan kemampuan lain, yang dalam proses ini, berperan sebagai penghubung antara kapasitas absorptif dan inovasi.

Gambar. Framework of linking between capabilities and organization antecedents

Avatar

Teori dan Model Sistem Informasi

1.   Activity Theory Deskripsi Activity Theory / Teori aktivitas adalah kerangka kerja teoretis yang digunakan untuk memahami bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungan mereka melalui...
Avatar CeritaHosting
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *