Site icon Cerita Hosting ☁️

KEAMANAN JARINGAN (NETWORK SECURITY) : About Computer Virus

KEAMANAN JARINGAN (NETWORK SECURITY)

Computer Virus

Bahasan:

Pendahuluan

Globally, the rate of ransomware attacks increases by 6,000 percent every year. Network security ignorance is the main cause!

Business networks become vulnerable with the addition of applications, devices, and users. Although these are the main threats, they are essential for the growth of a business. Most cybercriminals target small businesses because they lack computer security to protect emails, confidential business information, and business accounts.

https://gbhackers.com/network-security-principles/

First, ransomware is designed to completely encrypt a victim’s file system, potentially causing an irreversible loss of data. Second, an increasing number of cybercriminals are utilizing ransomware to extract money out of victims. Some surveys have shown that losses for businesses can average $2,500 for each incident, with businesses willing to shell out upwards of close to a million dollars to decrypt their data in some instances.

The threat is only growing, as some reports find. The Beazley Group, for example, found that small-to-midsized businesses were at the largest risk. The highest ransom the company paid out for its clients in 2018 was over $930,000.

https://www.comparitech.com/antivirus/ransomware-statistics/

Over the past decade the costs and consequences of cyberbreaches have grown alarmingly. The total financial and economic losses from the 2017 WannaCry attack, for instance, were estimated to reach $8 billion. In 2018 Marriott discovered that a breach of its Starwood subsidiary’s reservation system had potentially exposed the personal and credit-card information of 500 million guests. Hackers seem to keep getting more effective. But in our experience as consultants to clients across the globe, we’ve found another reason that companies are so susceptible to threats from hacking: They don’t know or understand their critical cyberrisks, because they’re too focused on their technological vulnerabilities.

https://hbr.org/2019/11/sizing-up-your-cyberrisks

Note- A report released by Cybersecurity Ventures has predicted in the year 2016 that ransomware damages will cost the world $5 billion in 2017, and will witness a 15x increase in just two years. Also, the report highlighted the fact that the cost of the global damage with ransomware attacks will reach $11.5 billion on an annual note by 2019.

Researchers of Deep Instinct claim that the estimated costs not only include the costs made from ransom, but also those which were incurred from the downtime, data loss, loss of productivity, post-attack disruption to the normal course of the business investigation, forensic investigation costs, data restore costs and reputation damage.

Thus, we need to understand that ransomware might prove as a game-changer for businesses as it has the potential to break a business on a temporary or a permanent note.

https://www.cybersecurity-insiders.com/report-claims-11-5-billion-loss-from-ransomware-in-2019/

Keamanan jaringan (Bahasa Inggris: Network Security) dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah.

Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan yang anti sadap atau tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan.

Mengapa di butuhkan?

Mengapa Kejahatan IT Semangkin Meningkat?

  1. Aplikasi bisnis berbasis TI dan jaringan komputer meningkat : online banking, e-commerce, Electronic data Interchange (EDI), Fintech.
  2. Desentralisasi server.
  3. Transisi dari single vendor ke multi vendor.
  4. Meningkatnya kemampuan pemakai (user).
  5. Kesulitan penegak hukum dan belum adanya ketentuan yang pasti.
  6. Semakin kompleksnya system yang digunakan, semakin besarnya source code program yang digunakan.
  7. Berhubungan dengan internet.

Resiko

Menurut David Icove [John D. Howard, “An Analysis Of Security Incidents On The Internet 1989 – 1995,” PhD thesis, Engineering and Public Policy, Carnegie Mellon University, 1997.] berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security): termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Contoh :

  1. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel),

Contoh :

  1. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).

  2. Keamanan dalam operasi: Adanya prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga ter-masuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).

Aspek-Tujuan Keamanan Jaringan

Menurut Garfinkel [Simson Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy,” O’Reilly & Associ-ates, Inc., 1995. ]

  1. Privacy / Confidentiality

    Definisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Privacy : lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator. Confidentiality : berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut. Contoh : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan penyebarannya. Bentuk Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer). Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.

  2. Integrity Definisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

  3. Authentication

    Definisi : metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud.

    Dukungan :

    Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat ) dan digital signature.

    Access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.

  1. Availability

    Definisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.

    Contoh hambatan :

    “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.

    mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya.

5. Access Control

Definisi : cara pengaturan akses kepada informasi. berhubungan dengan masalah

authentication dan juga privacy

Metode : menggunakan kombinasi userid/password atau dengan menggunakan mekanisme lain.

6. Non-repudiation

Definisi : Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi electronic commerce.


Malware

Perangkat perusak (bahasa Inggris: malware, berasal dari kata malicious dan software) adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen atau jejaring komputer tanpa izin termaklum (informed consent) dari pemilik. Istilah ini adalah istilah umum yang dipakai oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam perangkat lunak atau kode perangkat lunak yang mengganggu atau mengusik

Ancaman canggih terhadap system computer adalah program yang mengeksploitasi kelemahan system komputasi Taksonomi ancaman perangkat lunak / klasifikasi program jahat (malicious program):

  1. Bacteria :

Program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file.

Tujuan program ini hanya satu yaitu mereplikasi dirinya.

Program bacteria yang sederhana bisa hanya mengeksekusi dua kopian dirinya secara simultan pada sistem multiprogramming atau menciptakan dua file baru, masing-masing adalah kopian file program bacteria. Kedua kopian in kemudian mengkopi dua kali, dan seterusnya.

  1. Logic bomb :

Logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang dimaksud ditemui, logik mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak diotorisasi.

Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak ketika kondisi-kondisi tertentu dipenuhi.

Contoh kondisi-kondisi untuk memicu logic bomb adalah ada atau tidak adanya file-file tertentu, hari tertentu dari minggu atau tanggal, atau pemakai menjalankan aplikasi tertentu. Begitu terpicu, bomb mengubah atau menghapus data atau seluruh file, menyebabkan mesin terhenti, atau mengerjakan perusakan lain.

  1. Trapdoor :

Pada kasus nyata, auditor (pemeriksa) perangkat lunak dapat menemukan trapdoor pada produk perangkat lunak dimana nama pencipta perangkat lunak berlaku sebagai password yang meminta proteksi perangkat lunak yang dibuatnya. Adalah sulit mengimplementasikan kendali-kendali perangkat lunak untuk trapdoor.

  1. Trojan horse :

  1. Virus :

  1. Worm :

7. Spam

8. Spyware

Siklus Virus

Siklus hidup Virus melalui empat fase (tahap), yaitu :

1. Fase tidur (dormant phase). Virus dalam keadaan menganggur. Virus akan tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya tanggal tertentu, kehadiran program atau file tertentu, atau kapasitas disk yang melewati batas. Tidak semua virus mempunyai tahap ini.

2. Fase propagasi (propagation phase). Virus menempatkan kopian dirinya ke program lain atau daerah sistem tertentu di disk. Program yang terinfeksi virus akan mempunyai kloning virus. Kloning virus itu dapat kembali memasuki fase propagasi.

3. Fase pemicuan (triggering phase). Virus diaktifkan untuk melakukan fungsi tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan dapat disebabkan beragam kejadian sistem termasuk penghitungan jumlah kopian dirinya.

4. Fase eksekusi (execution phase). Virus menjalankan fungsinya, fungsinya mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan dilayar atau merusak seperti merusak program dan file-file data, dan sebagainya. Kebanyakan virus melakukan kerjanya untuk suatu sistem operasi tertentu, lebih spesifik lagi pada platform perangkat keras tertentu. Virus-virus dirancang memanfaatkan rincian-rincian dan kelemahan-kelemahan sistem tertentu.

Klasifikasi tipe virus :

1. Parasitic virus. Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang paling sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus mereplikasi ketika program terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain untuk diinfeksi.

2. Memory resident virus. Virus memuatkan diri ke memori utama sebagai bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang dieksekusi.

3. Boot sector virus. Virus menginfeksi master boot record atau boot record dan menyebar saat sistem diboot dari disk yang berisi virus.

4. Stealth virus. Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus.

5. Polymorphic virus. Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan. Penulis virus dapat melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan virus baru (virus creation toolkit, yaitu rutin-rutin untuk menciptakan virus-virus baru). Dengan alat bantu ini penciptaan virus baru dapat dilakukan dengan cepat. Virus-virus yang diciptakan dengan alat bantu biasanya kurang canggih dibanding virus-virus yang dirancang dari awal.

Program Anti virus

Perkembangan program antivirus dapat diperiode menjadi empat generasi, yaitu :

  1. Generasi pertama : sekedar scanner sederhana. Antivirus menscan program untuk menemukan penanda (signature) virus. Walaupun virus mungkin berisi karakter-karakter varian, tapi secara esensi mempunyai struktur dan pola bit yang sama di semua kopiannya. Teknis ini terbatas untuk deteksi virus-virus yang telah dikenal. Tipe lain antivirus generasi pertama adalah mengelola rekaman panjang (ukuran) program dan memeriksa perubahan panjang program.

2. Generasi kedua : scanner yang pintar (heuristic scanner). Antivirus menscan tidak bergantung pada penanda spesifik. Antivirus menggunakan aturan-aturan pintar (heuristic rules) untuk mencari kemungkinan infeksi virus.Teknik yang dipakai misalnya mencari fragmen- fragmen kode yang sering merupakan bagian virus. Contohnya, antivirus mencari awal loop enkripsi yang digunakan polymorphic virus dan menemukan kunci enkripsi. Begitu kunci ditemukan, antivirus dapat mendeskripsi virus untuk identifikasi dan kemudian menghilangkan infeksi virus. Teknik ini adalah pemeriksanaan integritas. Checksum dapat ditambahkan di tiap program. Jika virus menginfeksi program tanpa mengubah checksum, maka pemeriksaan integritas akan menemukan perubahan itu. Untuk menanggulangi virus canggih yang mampu mengubah checksum saat menginfeksi program, fungsi hash terenkripsi digunakan. Kunci enkripsi disimpan secara terpisah dari program sehingga program tidak dapat menghasilkan kode hash baru dan mengenkripsinya. Dengan menggunakan fungsi hash bukan checksum sederhana maka mencegah virus menyesuaikan program yang menghasilkan kode hash yang sama seperti sebelumnya.

  1. Generasi ketiga : jebakan-jebakan aktivitas (activity trap). Program antivirus merupakan program yang menetap di memori (memory resident program). Program ini mengidentifikasi virus melalui aksi- aksinya bukan dari struktur program yang diinfeksi. Dengan antivirus semacam in tak perlu mengembangkan penanda-penanda dan aturan-aturan pintar untuk beragam virus yang sangat banyak. Dengan cara ini yang diperlukan adalah mengidentifikasi kumpulan instruksi yang berjumlah sedikit yang mengidentifikasi adanya usaha infeksi. Kalau muncul kejadian ini, program antivirus segera mengintervensi.

4. Generasi keempat : proteksi penuh (full featured protection). Antivirus generasi ini menggunakan beragam teknik antivirus secara bersamaan. Teknik-teknik ini meliputi scanning dan jebakan-jebakan aktivitas. Antivirus juga mempunyai senarai kapabilitas pengaksesan yang membatasi kemampuan virus memasuki sistem dan membatasi kemampuan virus memodifikasi file untuk menginfeksi file. Pertempuran antara penulis virus dan pembuat antivirus masih berlanjut. Walau beragam strategi lebih lengkap telah dibuat untuk menanggulangi virus, penulis virus pun masih berlanjut menulis virus yang dapat melewati barikade-barikade yang dibuat penulis antivirus. Untuk pengaman sistem komputer, sebaiknya pengaksesandan pemakaian komputer diawasi dengan seksama sehingga tidak menjalankan program atau memakai disk yang belum terjamin kebersihannya dari infeksi virus. Pencegahan terbaik terhadap ancaman virus adalah mencegah virus memasuki sistem disaat yang pertama.

Anti virus

Solusi ideal terhadap ancaman virus adalah pencegahan. Jaringan tidak ijinkan virus masuk ke sistem. Sasaran ini, tak mungkin dilaksanakan sepenuhnya. Pencegahan dapat mereduksi sejumlah serangan virus. Setelah pencegahan terhadap masuknya virus, maka pendekatan berikutnya yang dapat dilakukan adalah :

Berikut ini ringkasan antivirus Windows terbaik untuk tahun 2020:

  1. Panda: Secara keseluruhan menjadi antivirus gratis nomor 1 di Windows untuk mayoritas pengguna di tahun 2020.
  2. Avira: Teknologi antivirus yang kuat. Memberikan perlindungan anti-malware yang andal bagi pengguna PC pada umumnya.
  3. Sophos: Paket gratis terbaik untuk keluarga. Antarmuka hebat dengan kontrol orangtua (hingga 3 perangkat).
  4. Kaspersky: Fitur-fitur tambahan yang berguna seperti VPN, pemantauan web gelap, dan pengelola kata sandi.
  5. Bitdefender: Antivirus gratis paling sederhana dengan beban CPU rendah.

https://id.safetydetectives.com/blog/antivirus-terbaik-untuk-windows-di-tahun/

F-Secure Anti virus dapat menjadi rujukan


Exit mobile version