Site icon Cerita Hosting ☁️

KEAMANAN JARINGAN (NETWORK SECURITY) FUNDAMENTAL(1)

KEAMANAN JARINGAN (NETWORK SECURITY) FUNDAMENTAL

(Series-1)

Bahasan:

Pendahuluan

Globally, the rate of ransomware attacks increases by 6,000 percent every year. Network security ignorance is the main cause!

Business networks become vulnerable with the addition of applications, devices, and users. Although these are the main threats, they are essential for the growth of a business. Most cybercriminals target small businesses because they lack computer security to protect emails, confidential business information, and business accounts.

https://gbhackers.com/network-security-principles/

Keamanan jaringan (Bahasa Inggris: Network Security) dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah.

Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan yang anti sadap atau tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan.

•Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus

•Pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keamanan dan pastikan bahwa mereka menerima dan memahami rencana keamanan yang di buat

Modal dasar untuk pembelajaran :

•Mengetahui Bahasa Pemrograman

•Menguasai pengetahuan perangkat keras dan perangkat lunak pengontrolnya (logika interfacing).

•Menguasai pengelolaan instalasi komputer.

•Menguasai dengan baik teori jaringan komputer ; protokol, infrastruktur, media komunikasi.

•Memahami cara kerja system operasi.

Cara belajar :

•Cari buku-buku mengenai keamanan komputer cetakan, e-book, majalah-majalah/tabloid komputer edisi cetak maupun edisi online.

•Akses ke situs-situs review keamanan (contoh: www.cert.org ), situs-situs underground (silahkan cari via search engine).

•Pelajari review atau manual book perangkat keras dan perangkat lunak untuk memahami cara kerja dengan baik.

Mengapa di butuhkan?

“information-based society“, menyebabkan nilai informasi menjadi sangat penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi,

•Infrastruktur Jaringan komputer, seperti LAN dan Internet, memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat, sekaligus membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole)

Mengapa Kejahatan IT Semangkin Meningkat?

  1. Aplikasi bisnis berbasis TI dan jaringan komputer meningkat : online banking, e-commerce, Electronic data Interchange (EDI), Fintech.
  2. Desentralisasi server.
  3. Transisi dari single vendor ke multi vendor.
  4. Meningkatnya kemampuan pemakai (user).
  5. Kesulitan penegak hukum dan belum adanya ketentuan yang pasti.
  6. Semakin kompleksnya system yang digunakan, semakin besarnya source code program yang digunakan.
  7. Berhubungan dengan internet.

Elemen Utama

Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan :

  1. Tembok pengamanan(Firewall), baik secara fisik maupun maya, yang ditaruh diantara piranti dan layanan jaringan yang digunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat.
  2. Rencana pengamanan, yang akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistem tidak bisa ditembus dari luar.

Resiko

Menurut David Icove [John D. Howard, “An Analysis Of Security Incidents On The Internet 1989 – 1995,” PhD thesis, Engineering and Public Policy, Carnegie Mellon University, 1997.] berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security): termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Contoh :

  1. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel),

Contoh :

  1. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).
  2. Keamanan dalam operasi: Adanya prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga ter-masuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).

Karakteristik Penyusup :

Istilah bagi penyusup :

Mungkinkah Aman?

  • Sangat sulit mencapai 100% aman
  • Ada timbal balik antara keamanan vs. kenyamanan (security vs convenience)

Aspek-Tujuan Keamanan Jaringan

Menurut Garfinkel [Simson Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy,” O’Reilly & Associ-ates, Inc., 1995. ]

  1. Privacy / Confidentiality

    Definisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Privacy : lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator. Confidentiality : berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut. Contoh : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan penyebarannya. Bentuk Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer). Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.

  2. Integrity Definisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.
  3. Authentication

    Definisi : metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud.

    Dukungan :

    Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat ) dan digital signature.

    Access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.

  4. Availability

    Definisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.

    Contoh hambatan :

    “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.

    mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya.

5. Access Control

Definisi : cara pengaturan akses kepada informasi. berhubungan dengan masalah

authentication dan juga privacy

Metode : menggunakan kombinasi userid/password atau dengan menggunakan mekanisme lain.

6. Non-repudiation

Definisi : Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi electronic commerce.

SECURITY ATTACK MODELS

Menurut W. Stallings [William Stallings, “Network and Internetwork Security,” Prentice Hall, 1995.] serangan (attack) terdiri dari :


PRINSIP DASAR PERANCANGAN SISTEM YANG AMAN

•Mencegah hilangnya data

•Mencegah masuknya penyusup

Security Policy

Sebelum melanjutkan implementasi ke tingkat yang lebih jauh sebaiknya ditentukan dulu apa yang hendak dilindungi dan dilindungi dari siapa.

Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu penentuan kebijakan keamanan yang diambil:

Kebijakan keamanan tergantung sebesar apa anda percaya orang lain, di dalam ataupun di luar organisasi anda. Kebijakan haruslah merupakan keseimbangan antara mengijinkan user untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dengan tetap menjaga keamanan sistem.

LAPISAN KEAMANAN :

1. Lapisan Fisik :

•Membatasi akses fisik ke mesin :

•Akses masuk ke ruangan komputer

•Penguncian komputer secara hardware

•Keamanan BIOS

•Keamanan Bootloader

•Back-up data :

•Pemilihan piranti back-up

•Penjadwalan back-up

•Mendeteksi gangguan fisik : log file : Log pendek atau tidak lengkap, Log yang berisikan waktu yang aneh, Log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, Catatan pelayanan reboot atau restart, Log yang hilang, masukan su atau login dari tempat yang janggal mengontrol akses sumber daya.

  1. LAPISAN KEAMANAN :

3. Keamanan Root

•Ketika melakukan perintah yang kompleks, cobalah dalam cara yang tidak merusak dulu, terutama perintah yang menggunakan globbing: contoh, anda ingin melakukan “rm foo*.bak”, pertama coba dulu: “ls foo*.bak” dan pastikan anda ingin menghapus file-file yang anda pikirkan.

4. Keamanan File dan system file

•Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah system seperti partisi, perubahan device dan lain-lain.

•Lakukan setting limit system file.

•Atur akses dan permission file : read, write, execute bagi user maupun group.

•Selalu cek program-program yang tidak dikenal

5. Keamanan Password dan Enkripsi

•Hati-hati terhadap bruto force attack dengan membuat password yang baik.

•Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan.

•Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver.

6. Keamanan Kernel

•Selalu update kernel system operasi.

•Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi.

7. Keamanan Jaringan

•Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet.

•Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data

•Verifikasi informasi DNS

•Lindungi network file system

•Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan eksternal

Management Resiko

Pustaka

https://www.sei.cmu.edu/research-capabilities/cybersecurity/index.cfm

https://www.plixer.com/blog/top-7-network-security-predictions-2019/

https://www.inca.ie/network-

https://gbhackers.com/network-security-principles/

Exit mobile version